Jam menunjukkan pukul 23.30, tetapi seorang mahasiswa masih duduk di depan laptop dengan tugas yang belum selesai. Padahal, tugas tersebut sudah diberikan beberapa hari sebelumnya dan sebenarnya masih memiliki cukup waktu untuk dikerjakan.
Namun, karena terus ditunda, tugas tersebut akhirnya harus diselesaikan dalam waktu yang terbatas. Kondisi seperti ini menjadi gambaran yang sering terjadi dalam kehidupan mahasiswa ketika menghadapi batas pengumpulan tugas (deadline). Kebiasaan menunda pekerjaan atau tugas penting disebut sebagai prokrastinasi.
Prokrastinasi adalah perilaku menunda secara sengaja suatu pekerjaan yang seharusnya segera diselesaikan dan menggantinya dengan aktivitas lain yang dianggap lebih menyenangkan, meskipun seseorang mengetahui bahwa penundaan tersebut dapat memberikan dampak negatif.
Dalam dunia perkuliahan, prokrastinasi akademik menjadi salah satu kebiasaan yang cukup sering ditemukan. Sebagian mahasiswa menunda tugas karena merasa masih punya banyak waktu, kurangnya motivasi, kesulitan mengatur prioritas, atau adanya gangguan dari lingkungan sekitar seperti media sosial dan hiburan lainnya.
Akibatnya, tugas yang seharusnya dapat diselesaikan secara bertahap justru dikerjakan secara terburu-buru ketika batas pengumpulan sudah semakin dekat.
Fenomena "dari deadline ke deadline" menggambarkan pola kebiasaan mahasiswa yang terus mengulang siklus penundaan dalam menyelesaikan tugas.
Meskipun mengetahui bahwa kebiasaan tersebut dapat menimbulkan tekanan, mengurangi kualitas pekerjaan, dan memengaruhi hasil akademik, sebagian mahasiswa masih mengalami kesulitan untuk mengubah perilaku tersebut.
Oleh karena itu, kebiasaan menunda tugas menjadi hal yang menarik untuk dibahas karena berkaitan dengan kemampuan mahasiswa dalam mengatur waktu, menentukan prioritas, serta membangun kedisiplinan dalam menyelesaikan tanggung jawab akademiknya.
Mengapa Mahasiswa Sering Menunda Tugas?
Kebiasaan menunda tugas atau prokrastinasi akademik dapat terjadi karena adanya beberapa faktor. Salah satunya adalah kurangnya kemampuan mahasiswa dalam mengatur waktu dan menentukan prioritas.
Ketika memiliki banyak aktivitas, sebagian mahasiswa cenderung menunda tugas karena merasa masih memiliki waktu yang cukup panjang sebelum batas pengumpulan (deadline).
Selain itu, adanya gangguan dari lingkungan sekitar seperti media sosial, hiburan, atau kegiatan lain yang lebih menarik juga menjadi penyebab mahasiswa sulit fokus dalam menyelesaikan tugas.
Faktor lain seperti kurangnya motivasi dan rasa malas dapat membuat mahasiswa memilih untuk menunda pekerjaan yang seharusnya segera diselesaikan.
Menurut Yulia dan Armiati (2025), prokrastinasi akademik pada mahasiswa dapat terlihat dari kebiasaan menunda memulai maupun menyelesaikan tugas perkuliahan. Mahasiswa terkadang lebih memilih melakukan aktivitas yang dianggap menyenangkan dibandingkan menyelesaikan tanggung jawab akademiknya.
Ketika Deadline Mendekat, Dampak Kebiasaan Menunda Tugas
Kebiasaan menunda tugas itu memang terlihat seperti hal yang sepele atau tidak penting, tetapi jika dilakukan secara terus-menerus dapat memberikan dampak bagi mahasiswa.
Salah satu dampaknya yaitu sering terjadi munculnya tekanan ketika batas pengumpulan tugas semakin dekat. Mahasiswa yang sebelumnya memiliki waktu cukup untuk mengerjakan tugas lebih awal ini malah harus menyelesaikannya dalam waktu yang terbatas karena menunda tugas-tugasnya.
Selain itu, prokrastinasi juga dapat memengaruhi kualitas tugas yang dihasilkan. Waktu pengerjaan yang singkat membuat mahasiswa tidak punya kesempatan yang cukup untuk melakukan pengecekan maupun perbaikan terhadap tugasnya. Akibatnya, tugas yang dikumpulkan terkadang sangat kurang maksimal dan dapat memengaruhi hasil akademik.
Menurut Burhan dan Herman (2019), mahasiswa yang melakukan prokrastinasi akademik dapat mengalami perasaan menyesal dan bersalah karena kebiasaan menunda pekerjaan.
Selain itu, keterlambatan dalam menyelesaikan tugas juga dapat menyebabkan mahasiswa mendapatkan konsekuensi dari dosen apabila tidak memenuhi batas waktu yang telah ditentukan.
Mengubah Kebiasaan Menunda menjadi Lebih Produktif
Mengurangi kebiasaan menunda tugas memang membutuhkan usaha dan kesadaran dari diri sendiri. Salah satu langkah yang dapat dilakukan mahasiswa adalah dengan mulai mengatur waktu dan membuat daftar prioritas tugas.
Dengan mengetahui tugas mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu, mahasiswa dapat menyelesaikan pekerjaan secara lebih terarah.
Selain membuat perencanaan, mahasiswa juga dapat membagi tugas besar menjadi beberapa bagian kecil agar terasa lebih mudah untuk dikerjakan. Cara ini dapat mengurangi rasa malas atau terbebani ketika menghadapi tugas yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.
Mengurangi gangguan seperti penggunaan media sosial secara berlebihan juga menjadi langkah penting dalam meningkatkan fokus. Dengan menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan disiplin terhadap waktu, mahasiswa dapat menghindari kebiasaan mengerjakan tugas secara mendadak.
Pada akhirnya, perubahan kebiasaan tidak dapat dilakukan secara instan. Namun, dengan membangun kedisiplinan dan konsistensi, mahasiswa dapat meninggalkan pola "menunggu deadline" dan mulai membangun kebiasaan menyelesaikan tugas dengan lebih baik.
Kebiasaan menunda tugas atau prokrastinasi akademik merupakan fenomena yang masih sering terjadi di kalangan mahasiswa. Berbagai faktor seperti kurangnya manajemen waktu, rendahnya motivasi, serta adanya gangguan dari lingkungan sekitar dapat menyebabkan mahasiswa menunda pekerjaannya.
Jika terus dilakukan, kebiasaan tersebut dapat memberikan dampak negatif, mulai dari meningkatnya tekanan, menurunnya kualitas tugas, hingga memengaruhi hasil akademik.
Oleh karena itu, mahasiswa perlu membangun kebiasaan yang lebih produktif dengan mengatur waktu, menentukan prioritas, dan menyelesaikan tugas secara bertahap.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


