ketika santri belajar selamatkan nyawa rapid indonesia gelar pelatihan first aid basic di bintaro - News | Good News From Indonesia 2026

Ketika Santri Belajar Selamatkan Nyawa, RAPID Indonesia Gelar Pelatihan First Aid Basic di Bintaro

Ketika Santri Belajar Selamatkan Nyawa, RAPID Indonesia Gelar Pelatihan First Aid Basic di Bintaro
images info

RAPID Indonesia membekali santri dengan keterampilan pertolongan pertama, BHD, dan evakuasi korban. Adipatra Kenaro


Kecelakaan atau kondisi darurat bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Dalam situasi seperti itu, beberapa menit pertama sering kali menjadi penentu keselamatan seseorang. Sayangnya, tidak semua orang memiliki bekal pengetahuan untuk memberikan pertolongan pertama sebelum bantuan medis datang.

Berangkat dari kesadaran tersebut, RAPID Indonesia menggelar pelatihan First Aid Basic (FAB) bagi santri dan pengurus Pesantren Maskanul Huffadz, Bintaro, pada Minggu malam (12/7/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menjadi salah satu upaya sederhana, namun berdampak besar, dalam membangun budaya kesiapsiagaan di lingkungan pesantren.

RAPID Indonesia sendiri merupakan aliansi kolektif berbagai lembaga kemanusiaan yang berpusat di wilayah Ciledug, Kota Tangerang.

Melalui pelatihan ini, mereka ingin memastikan bahwa semakin banyak masyarakat memiliki kemampuan dasar untuk memberikan pertolongan pertama ketika menghadapi kondisi darurat.

baca juga

Bagi lingkungan pesantren yang dihuni banyak santri dengan aktivitas yang berlangsung hampir sepanjang hari, pengetahuan mengenai pertolongan pertama menjadi bekal yang sangat penting. Mulai dari cedera ringan saat beraktivitas, kondisi pingsan, hingga situasi yang membutuhkan penanganan segera, seluruhnya memerlukan respons cepat sebelum tenaga medis tiba di lokasi.

Selama pelatihan berlangsung, peserta diperkenalkan pada berbagai keterampilan dasar penyelamatan yang mudah dipahami sekaligus dapat langsung dipraktikkan.

Materi yang diberikan mencakup penanganan luka, memar, terkilir, hingga pendarahan ringan sebagai langkah awal mencegah kondisi korban semakin memburuk.

Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD), termasuk simulasi Resusitasi Jantung Paru (RJP) atau Cardiopulmonary Resuscitation (CPR).

Melalui sesi praktik ini, para santri diajak memahami bagaimana tindakan sederhana yang dilakukan dengan teknik yang benar dapat meningkatkan peluang keselamatan seseorang ketika mengalami henti napas maupun henti jantung.

Materi lain yang tidak kalah penting adalah teknik evakuasi dan transportasi korban. Peserta mempraktikkan cara memindahkan korban dengan aman agar tidak memperparah cedera yang mungkin dialami.

Seluruh sesi disampaikan melalui kombinasi penjelasan teori dan simulasi langsung sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memperoleh pengalaman praktik yang mendekati kondisi nyata.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Para santri tampak antusias mengikuti setiap sesi, mengajukan pertanyaan, hingga bergantian mencoba berbagai simulasi yang diberikan oleh instruktur.

Pendekatan yang komunikatif membuat materi yang semula terasa teknis menjadi lebih mudah dipahami oleh seluruh peserta.

Menurut perwakilan RAPID Indonesia, tujuan utama dari kegiatan ini bukan semata-mata mengajarkan teknik pertolongan pertama, melainkan membentuk lebih banyak penolong pertama di lingkungan sekitar.

Kehadiran seseorang yang mampu mengambil tindakan awal dengan tepat sebelum ambulans atau tenaga kesehatan tiba dapat memberikan perbedaan besar dalam penanganan korban.

Lebih dari itu, pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya menumbuhkan budaya saling peduli di tengah masyarakat. Kemampuan memberikan pertolongan pertama bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap sesama.

baca juga

Ketika semakin banyak orang memiliki pengetahuan tersebut, lingkungan tempat tinggal maupun tempat belajar akan menjadi lebih aman dan siap menghadapi berbagai situasi darurat.

Pihak Pesantren Maskanul Huffadz menyambut baik pelaksanaan pelatihan ini. Mereka berharap kolaborasi bersama RAPID Indonesia dapat terus berlanjut melalui berbagai kegiatan edukasi lainnya sehingga budaya kesiapsiagaan dapat tumbuh secara berkelanjutan di lingkungan pesantren.

Dari tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya mitigasi bencana dan keselamatan masyarakat, pelatihan seperti First Aid Basic menunjukkan bahwa membangun ketangguhan tidak selalu harus dimulai dari langkah yang besar.

Memberikan ruang belajar bagi masyarakat untuk memahami cara menyelamatkan nyawa justru menjadi investasi yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Sebab, pada akhirnya, kemampuan memberikan pertolongan pertama bukan hanya soal menguasai teknik medis sederhana. Lebih dari itu, kemampuan tersebut merupakan wujud kepedulian, keberanian untuk bertindak, dan kesiapan menjadi orang pertama yang hadir ketika sesama membutuhkan bantuan.

Dari sebuah ruang kelas sederhana di lingkungan pesantren, semangat untuk saling menjaga dan menyelamatkan pun mulai tumbuhmengingatkan kita bahwa menjadi pahlawan tidak selalu harus menunggu momen besar, tetapi bisa dimulai dari keberanian membantu orang lain di saat yang paling dibutuhkan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AK
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.