Pernikahan antara dua sejoli lintas negara menjadi salah satu fenomena lumrah yang bisa Kawan jumpai saat ini. Banyak masyarakat Indonesia yang menemukan jodoh dan menikah dengan orang-orang dari warga negara lain.
Namun bagaimana juga situasi ini terjadi pada beberapa dekade silam? Bagaimana suasana pernikahan antara pasangan dari dua negara berbeda pada waktu itu?
Momen sakral ini pernah terjadi di Indonesia, khususnya Jakarta pada 1970 silam. Pada waktu itu, pernah ada sebuah pernikahan antara dua sejoli dari Indonesia dan Malaysia yang diselenggarakan.
Pernikahan antara dua warga negara berbeda ini berlangsung dengan meriah. Para tamu undangan yang hadir pun juga beragam dari kedua negara tersebut.
Bagaimana momen pernikahan lintas negara yang pernah terjadi di Jakarta pada 1970 silam? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Momen Pernikahan Lintas Negara di Jakarta pada 1970
Dikutip dari artikel "Pelajar Malaysia Naik Pelamin di Indonesia" yang terbit di surat kabar Berita Harian edisi 24 September 1970, pernikahan lintas negara antara pemuda Malaysia dan pemudi Indonesia pernah terjadi pada 1970 silam. Pernikahan ini berlangsung antara Abdul Jalil bin Ahmad dan Mariam binti Hassan Ya'akob.
Abdul Jalil merupakan pemuda yang berasal dari Kedah, Malaysia. Sementara itu, Mariam berasal dari daerah Bukittinggi, Sumatera Barat.
Pernikahan antara kedua pasangan ini diselenggarakan pada 19 September 1970. Pernikahan mereka diselenggarakan di daerah Kebayoran Baru, Jakarta.
Cinta Bersemi di Kampus
Pada saat pernikahan ini, baik Abdul Jalil dan Mariam sama-sama berstatus sebagai pelajar di perguruan tinggi. Kedua pasangan yang sama-sama berkuliah di tempat yang sama ini juga menemukan kisah mereka saat saling bertemu di kampus dulunya.
Abdul Jalil pada waktu itu masih berstatus sebagai mahasiswa jurusan Sosial Ekonomi dan Politik di Universitas Nasional. Sama seperti Abdul Jalil, Mariam juga merupakan mahasiswa di Universitas Nasional dari jurusan yang sama.
Kedatangan Abdul Jalil ke Indonesia juga menjadi kali pertama sejak terjadinya konfrontasi antara kedua negara. Abdul Jalil yang datang pada 1967 menjadi mahasiswa Malaysia yang pertama kali belajar ke Indonesia sejak terjadinya kejadian tersebut.
Di sisi lain, Mariam sudah hampir menyelesaikan studinya saat menyelenggarakan pernikahan ini. Pada momen tersebut, Mariam diketahui sudah meraih gelar Sarjana Muda untuk jurusan Sosial Ekonomi dan Politik di Universitas Nasional.
Pertemuan pertama kedua pasangan ini juga terjadi di kampus yang sama. Dalam artikel tersebut dijelaskan jika Abdul Jalil dan Mariam pertama kali bertemu pada 1968.
Sejak saat itu, komunikasi yang intens terjadi di antara mereka berdua. Hubungan ini akhirnya berlanjut hingga ke jenjang pelaminan antara kedua pasangan tersebut.
Dihadiri Tamu Undangan Indonesia dan Malaysia
Acara pernikahan Abdul Jalil dan Mariam digelar di kediaman pengantin wanita pada waktu itu. Ratusan tamu undangan turut hadir dalam memeriahkan acara tersebut.
Tercatat ada sekitar 500 tamu undangan yang hadir pada acara pernikahan ini. Para tamu undangan juga berasal dari dua negara berbeda, yakni Indonesia dan Malaysia, sesuai dengan latar belakang kedua pengantin yang menikah.
Pegawai dan orang-orang dari Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia juga turut hadir dalam pernikahan ini. Selain itu, para pelajar Malaysia yang pada waktu itu tengah melanjutkan pendidikan di Jakarta juga turut hadir dan memeriahkan acara pernikahan antara Abdul Jalil dan Mariam tersebut.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


