BERITA – Komitmen PT TIMAH (Persero) Tbk dalam menjaga kelestarian warisan geologi, nilai budaya, sekaligus mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan kembali diwujudkan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Kali ini, perusahaan turut berperan nyata dalam mendukung upaya pembenahan kawasan strategis guna menghadapi proses penilaian ulang status Belitong sebagai UNESCO Global Geopark (UGGp) tahun 2026.
Bentuk dukungan yang diberikan berupa kegiatan revitalisasi sarana pameran perahu kater yang berlokasi di kawasan Geosite Pantai Burung Mandi, Kabupaten Belitung Timur. Langkah ini mencakup perbaikan struktur hingga pengecatan ulang agar tampilan ikon budaya tersebut kembali terlihat prima dan menarik. Perahu kater sendiri dikenal sebagai salah satu identitas budaya masyarakat pesisir setempat yang kini juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi para wisatawan yang berkunjung.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur, Muhammad Yulhaidir, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kontribusi yang diberikan PT TIMAH. Dukungan ini dinilai sangat membantu meningkatkan kesiapan kawasan Pantai Burung Mandi dalam menghadapi proses revalidasi sekaligus memperkuat daya tarik destinasi wisata yang berbasis pada kekayaan geopark.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan yang diberikan melalui program tanggung jawab sosial PT TIMAH dalam merevitalisasi tampilan perahu kater di Desa Burung Mandi. Objek ini merupakan salah satu titik penting yang akan menjadi bagian dari penilaian kelayakan status Belitong Geopark,” ujar Yulhaidir.
Ia menjelaskan bahwa menjelang pelaksanaan revalidasi, berbagai lokasi di kawasan geosite di wilayah Belitung Timur terus dilakukan pembenahan. Namun, mengingat keterbatasan kemampuan anggaran yang dimiliki oleh pemerintah daerah, dukungan dan kerja sama dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mempercepat pengembangan fasilitas penunjang wisata.
Baca Selengkapnya

