kisah sepasang bangau dan pelajaran berharga cerita rakyat dari wawonii sulawesi tenggara - News | Good News From Indonesia 2026

Kisah Sepasang Bangau dan Pelajaran Berharga, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara

Kisah Sepasang Bangau dan Pelajaran Berharga, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara
images info

Kisah Sepasang Bangau dan Pelajaran Berharga, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara | Pexels/Tom Fisk


Kisah sepasang bangau dan pelajaran berharga merupakan salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Wawonii, Sulawesi Tenggara. Legenda ini berkisah tentang sepasang bangau yang mendapatkan pengalaman berharga dari kejadian yang mereka alami.

Pelajaran ini didapatkan ketika sang bangau jantan berbuat semena-mena begitu saja. Alhasil bangau jantan tersebut mendapatkan ganjaran atas perbuatan yang dia lakukan tersebut.

Bagaimana kisah sepasang bangau dan pelajaran berharga dalam cerita rakyat dari Wawonii, Sulawesi Tenggara tersebut? Simak kisah lengkap dari cerita rakyat ini dalam artikel berikut.

Kisah Sepasang Bangau dan Pelajaran Berharga, Cerita Rakyat dari Wawonii Sulawesi Tenggara

Disitat dari buku Cerita Rakyat Wawonii (Bahasa Daerah dan Bahasa Indonesia), tersebutlah pada zaman dahulu hidup dua ekor bangau. Kedua pasangan bangau ini hidup di atas pohon yang tidak jauh dari laut.

Bangau jantan bernama Lambaa Goago. Sementara itu, bangau betina bernama Tinawangkelua.

Pada suatu hari, Lambaa Goago turun dari sarangnya menuju ke arah laut. Waktu itu air laut tengah surut.

Lambaa Goago kemudian terbang ke pinggir pantai. Di sana dia melihat banyak sekali teripang yang tergeletak di atas pasir.

baca juga

Cuaca yang sangat panas membuat teripang tersebut kepanasan dan bergerak ke sana ke mari. Tidak hanya itu, para teripang ini juga berteriak kepanasan.

Hal ini ternyata membuat Lambaa Goago jengkel. Dia berkata akan menginjak teripang-teripang tersebut jika masih berteriak demikian.

Bukannya diam, para teripang ini justru menantang balik Lambaa Goago. Mereka berkata jika Lambaa Goago menginjak dan melakukan hal itu, maka dia akan lengket dan terjebak di sana.

Teriakan dari para teripang ini benar-benar membuat Lambaa Goago jengkel. Akhirnya dia langsung menginjak salah satu teripang yang ada di sana.

Akibatnya semua isi perut teripang tersebut terburai keluar. Persis seperti perkataannya sebelumnya, isi perut teripang tersebut lengket di kaki Lambaa Goago dan membuatnya terjebak di sana.

Lama kelamaan, air laut mulai pasang kembali. Namun Lambaa Goago masih terjebak dan tidak bisa lepas dari sana.

Perasaan cemas mulai menghantui Lambaa Goago. Dirinya berusaha sekuat tenaga untuk mencabut kakinya dari sana.

Namun semua usaha yang dia lakukan tidak membuahkan hasil. Perlahan air laut mulai naik dan membasahi semua badan Lambaa Goago.

Lambaa Goago pun mulai menangis atas situasi yang dia alami. Dirinya pun meratap dan memanggil nama Tinawangkelua karena terjebak di sana.

Ratapan ini diulang Lambaa Goago berulang kali. Berapa saat kemudian, tiba-tiba muncul ikan Borubi di hadapan Lambaa Goago.

baca juga

Ikan Borubi berkata jika Lambaa Goagao mesti menggosokkan kakinya ke pasir. Sejurus kemudian, Lambaa Goago langsung melakukan saran dari ikan Borubi tersebut.

Benar saja, kaki Lambaa Goago berhasil terlepas dari sana. Untungnya hal ini bisa dengan cepat dia lakukan.

Terlambat sedikit saja, Lambaa Goago akan menemui ajalnya. Sebab air laut sudah sampai ke leher dan mulai menutupi hidung Lambaa Goago dengan cepat.

Lambaa Goago akhirnya bisa bernafas lega dari kejadian yang baru saja dia alami. Dirinya kemudian langsung terbang kembali ke sarang dan menemui Tinawangkelua.

Sesampainya di sarang, bangau jantan tersebut menceritakan pengalaman yang baru saja dia alami pada Tinawangkelua. Lambaa Goago mendapatkan pelajaran berharga dari kejadian tersebut dan berjanji tidak akan mengulanginya kembali.

Itulah kisah sepasang bangau yang mendapatkan pelajaran berharga dari peristiwa yang mereka alami.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.