Nama rumah adat Bali sesungguhnya merujuk pada kompleks hunian tradisional yang berlandaskan prinsip keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Berbeda dari rumah modern, arsitektur khas Pulau Dewata ini mengusung konsep ruang terbuka (natah) yang tersusun dari beberapa struktur bangunan terpisah di dalam satu pekarangan, di mana setiap bangunan memiliki nama serta fungsinya tersendiri.
Bagi Anda atau Kawan GNFI yang ingin memahami tata ruang rumah tradisional khas Bali dengan runtut, simak ulasan lengkap seputar rumah adat Bali dan penjelasannya berikut ini saat kita melangkah masuk ke dalam pekarangan tradisional tersebut
Apa Nama Rumah Adat Bali?
Secara kontekstual, tidak ada satu nama tunggal untuk menyebut rumah tinggal tradisional di Bali. Nama pemukiman Bali sangat terikat dengan sistem strata sosial (kasta) masyarakatnya.
Dikutip dari laman Dinas Kebudayaan Kabupaten Buleleng, kediaman kaum Brahmana dinamakan Geria, kediaman golongan Ksatria atau bangsawan dinamakan Puri, sedangkan rumah masyarakat umum dinamakan Uma atau Jumah. Keseluruhan bangunan ini berdiri di dalam satu pekarangan yang berpusat pada halaman terbuka bernama Natah.
Mengenal Bagian-Bagian Rumah Adat Bali beserta Namanya

nama rumah adat bali | Sumber: Repository Universitas Atmajaya Yogyakarta
Untuk memahami tatanan gambar rumah adat Bali secara utuh, mari kita susun urutan rumah adat Bali dengan pembahasan mengikuti alur intuitif seseorang saat melangkah masuk ke dalam pekarangan rumah tradisional Bali:
Angkul-angkul: Pintu masuk utama menuju pekarangan rumah yang dilengkapi atap khas (kori). Bangunan ini menjadi titik transisi pertama dari area publik luar menuju pekarangan privat keluarga.
Aling-aling: Dinding pembatas yang dibangun tepat di balik Angkul-angkul. Dikutip dari laman Repository UAJY, struktur rumah adat Bali aling aling berfungsi membelokkan energi negatif serta menjaga pandangan langsung dari luar demi privasi penghuni.
Merajan atau Sanggah: Tempat ibadah suci keluarga yang terletak di sudut timur laut (Kaja-Kangin). Bagian ini merupakan area paling sakral tempat penghuni mempersembahkan doa kepada leluhur dan Tuhan.
Bale Daja (Bale Meten): Terletak di sisi utara (Kaja). Bangunan berdinding tembok rapat ini berfungsi sebagai tempat tidur kepala keluarga atau anak gadis guna menjaga kesucian dan keamanan keluarga.
Bale Dangin (Bale Tiga / Bale Gede): Terletak di sisi timur (Kangin). Digunakan untuk melangsungkan upacara adat Manusa Yadnya seperti potong gigi, pernikahan, hingga tempat beristirahat para tetua.
Bale Dauh (Bale Tiang Sanga): Terletak di sisi barat (Kauhin), ruangan ini difungsikan sebagai tempat menerima tamu, tempat tidur anak laki-laki, serta ruang kegiatan harian keluarga.
Bale Delod: Terletak di sisi selatan (Kelod). Berfungsi sebagai tempat menerima tamu umum, tempat bermusyawarah, atau area kegiatan seni dan pertukangan.
Bale Gede: Bangunan bertiang dua belas yang berfungsi sebagai pusat pelaksanaan upacara adat berskala besar serta tempat pengolahan perlengkapan ritual.
Paon (Dapur): Terletak di sisi selatan atau barat daya (Kelod-Kauhin). Tempat memasak kebutuhan keluarga ini melambangkan elemen api dan stana Dewa Brahma.
Jineng (Klumpu): Lumbung tempat menyimpan hasil panen padi yang terletak di dekat Paon, melambangkan ketahanan pangan dan kesejahteraan keluarga.
Filosofi dan Makna Balik Tata Ruang Rumah Adat Bali
Tata bangunanrumah adat Bali berpegang teguh pada dua dasar filosofi yang berasal dari Kitab Weda dengan pedoman Asta Kosala Kosali yang terintegrasi dengan filosofi Tri Hita Karana.
Tri Hita Karana
Menurut Ceraken Kebudayaan Bali, Konsep Tri Hita Karana adalah konsep pentingnya menjaga keseimbangan dan keharmonisan hidup meliputi
Parahyangan: Hubungan harmonis manusia dengan Tuhan, diwujudkan melalui keberadaan area suci Merajan atau Sanggah.
Pawongan: Hubungan harmonis antar sesama manusia, diwujudkan melalui deretan Bale dan area halaman Natah sebagai ruang interaksi keluarga.
Palemahan: Hubungan harmonis manusia dengan alam, diwujudkan melalui kepedulian dan kelestarian lingkungan dengan pekarangan terbuka, sirkulasi udara alami, serta vegetasi pendukung.
Konsep Sanga Mandala
Menurut Kementerian Pembangunan Umum, konsep Sanga Mandala membagi pekarangan menjadi sembilan kuadran berdasarkan dua sumbu utama: Kaja-Kelod (Arah Gunung Agung yang suci dan Arah Laut) dan Kangin-Kauhin (Arah terbitnya matahari/Timur suci dan Arah terbenamnya matahari/Barat).
Mengapa Rumah Adat Bali Masih Dipertahankan?

desa penglipuran bali | Sumber: Kementerian Pariwisata
Pelestarian rumah adat Bali bertahan kuat karena tatanan bangunan ini terikat langsung dengan adat istiadat dan pelaksanaan ritual keagamaan Hindu Bali.
Meskipun terdapat adaptasi modern seperti penambahan fasilitas sanitasi modern di dalam kamar, struktur dasar dan orientasi konsep tata ruang tetap dipertahankan secara utuh.
Contoh nyata pelestarian pola permukiman tradisional dapat dilihat di Desa Adat Penglipuran yang mempertahankan tata ruang jajaran rumah tradisional khas Bali, serta Desa Tenganan Pegringsingan yang melestarikan arsitektur khas Bali Aga. Melalui keberlanjutan ini, pola arsitektur Bali bukan sekadar bentuk fisik, melainkan benteng pertahanan identitas kebudayaan nusantara.
Memahami tata susunan serta nama rumah adat Bali membawa kita pada kesadaran betapa luhurnya filosofi leluhur dalam menyatukan manusia, alam, dan Sang Pencipta.
Mari Kawan GNFI, kita terus mendukung dan menjaga warisan rumah adat Bali yang khas dan kaya akan makna filosofis di setiap bangunannya agar tetap lestari sepanjang masa.
Referensi:
https://disbudpar.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/37-keunikan-rumah-di-bali
https://www.indonesia.travel/id/id/travel-ideas/culture/bale-dauh
Binus University: https://student-activity.binus.ac.id/himdkv/2021/03/rumah-adat-bali/
Repository Universitas Atmajaya: https://repository.uajy.ac.id/id/eprint/29034/3/195403116_Bab%202.pdf
Pemkab Bulele: https://banjar.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/25-makna-tri-hita-karana
Ceraken Provinsi Bali: https://ceraken.baliprov.go.id/detail/tri-hita-karana-1675605680
KementerianPU: https://bpiw.pu.go.id/bankdata/dictionary/words?q=Sanga+mandala&id=1577
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


