Perjalanan untuk menjadi pemimpin tidak selalu berjalan mulus. Di balik setiap langkah maju, ada kegagalan, tantangan, dan keberanian untuk terus berkembang. Berangkat dari semangat tersebut, AIESEC in BINUS menghadirkan Local Conference: Meliora the Legend of the Lost Clover, yaitu konferensi kepemimpinan tahunan yang diselenggarakan pada 7-9 Juli 2026 di Villa Meciho, Puncak. Selama tiga hari, konferensi ini menjadi ruang bagi para anggota untuk belajar, berefleksi, dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang mampu membawa perubahan.
Local Conference: Meliora the Legend of the Lost Clover diikuti oleh 43 peserta, didukung oleh 20 panitia dan 10 fasilitator. Mengusung tema Meliora the Legend of the Lost Clover, konferensi ini mengajak peserta menjalani perjalanan layaknya menemukan kembali Clover yang hilang sebagai simbol pencarian jati diri, tujuan, dan makna kepemimpinan. Rangkaian kegiatan dikemas melalui berbagai sesi pembelajaran, refleksi, diskusi, dan aktivitas kebersamaan yang mendorong peserta untuk bertumbuh bersama.
Hari pertama dibuka oleh Master of Ceremony Anak Agung Gede Agung Davy D. Wiratara dan Nelson Andrea Hellen Suryanata, dilanjutkan dengan sambutan dari Local Committee President AIESEC in BINUS 26.27, Davin Gerald Kurniawan, pembacaan komitmen bersama (motion), perkenalan Conference Committee, tradisi Chair Reveal sebagai pengenalan resmi Conference Committee Chair yang menandai dimulainya konferensi, serta Roll Dance, tradisi khas AIESEC berupa tarian atau yel-yel yang dibawakan setiap Local Committee (LC).
Seluruh rangkaian tersebut menjadi pembuka yang membangkitkan antusiasme peserta. Sejak awal, peserta diajak memahami bahwa konferensi ini bukan sekadar tempat menerima materi, melainkan ruang untuk mengenal diri sendiri dan memperkuat rasa memiliki terhadap AIESEC in BINUS.
Perjalanan tersebut diawali melalui sesi Opening Plenary atau sesi pembukaan yang menandai dimulainya rangkaian acara, bertajuk Rejection is Redirection yang dibawakan oleh Sharon Serafim. Dalam sesi ini, peserta diajak memandang penolakan maupun kegagalan sebagai kesempatan untuk menemukan arah baru.
Pesan tersebut dilanjutkan melalui sesi The Cartographer's Discovery: The Untold Corner bersama Local Committee President AIESEC in BINUS 26.27 Davin Gerald Kurniawan yang membagikan pengalamannya sebagai Local Committee President Elect sekaligus filosofi Lead with Heart, Be the Next Change. Selanjutnya, LCVP Marketing Marissa Angelina Santoso dan LCVP Outgoing Exchange (oGX) Anabelle Gabriella Imandjaja mengajak peserta memahami bahwa seorang pemimpin sejati dipandu oleh kompas batinnya, bukan hanya jabatannya.
Hari pertama ditutup dengan sesi The Stone Oracle: One Purpose, Many Hearts bersama Local Committee Vice President Business Development Michelle Caroline yang membahas pentingnya sinergi dalam organisasi. Peserta diajak memahami bahwa setiap individu memiliki peran berbeda, tetapi seluruh kontribusi tersebut bermuara pada tujuan yang sama.
Pada malam harinya, Sharon Serafim kembali hadir melalui Evening Plenary untuk membagikan pengalamannya menjalankan berbagai peran lintas fungsi di AIESEC in UNSOED. Sesi tersebut mengingatkan peserta bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga menciptakan lingkungan yang membuat setiap anggota merasa dihargai dan bertumbuh bersama.
Memasuki hari kedua, kegiatan diawali dengan rangkuman perjalanan hari pertama sebelum dibuka oleh Master of Ceremony Vanessa Agatha Alvina dan Georgia Ananta. Setelah Roll Dance, peserta mengikuti Morning Plenary yang membahas bagaimana ambisi memiliki harga yang harus dibayar apabila tidak diiringi tujuan yang sehat. Peserta kemudian mengikuti engagement activity berupa permainan antartim di tujuh pos yang menguji kerja sama, komunikasi, dan strategi, dilanjutkan dengan aktivitas Fun Teams untuk mempererat hubungan antarpeserta.
Pada sesi Beyond the Map: Writing Your Scroll, LCVP Engagement with AIESEC (EwA) Shelomitha Flourensia dan LCVP Talent Management Clarissa Lavinia Sunarly membagikan pengalaman mengenai ekspektasi yang tidak selalu sejalan dengan realita saat menjalankan kepemimpinan. Mereka menunjukkan bahwa proses bertahan dan beradaptasi menjadi awal dari pertumbuhan.
Sementara itu, LCVP Finance, Governance & Legality Stephanie Wang dan LCVP External Relations Ayu Azalia melalui sesi Between Glory and Burden: The Hidden Chronicle serta The Home We Discover: Beyond the Journey mengajak peserta melihat kondisi AIESEC in BINUS secara lebih jujur sekaligus mengingatkan bahwa setiap anggota memiliki tanggung jawab untuk membangun kembali AIESEC in BINUS sebagai rumah bersama.
"Bunga mekar dari lumpur. Hadapi dan syukuri setiap kesulitan karena hal itulah yang membentuk kita menjadi pribadi yang kita impikan," ucap Geovanny Theofilus Pepah, menggambarkan bagaimana setiap tantangan dalam perjalanan kepemimpinan menjadi proses pembelajaran yang berharga.
Hari terakhir menjadi penutup dari seluruh perjalanan refleksi tersebut. Sharon Serafim kembali membawakan Morning Plenary yang mengajak peserta memahami bahwa kegagalan bukanlah sesuatu yang perlu disembunyikan, melainkan bagian penting dalam proses bertumbuh. Pesan tersebut diperkuat melalui sesi The Code to Opening the Vault Doors bersama LCVP Incoming Global Volunteer (iGV) Nathan Valiant yang mendorong peserta untuk berani mengalahkan ego demi membangun kembali Sunibiru bersama-sama.
Selain sesi pembelajaran, hari terakhir juga diisi dengan Fun Teams, sesi Reward and Recognition sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan pencapaian anggota, serta rangkuman perjalanan hari kedua. Pada sesi ini, panitia memberikan penghargaan kepada peserta yang menunjukkan nilai-nilai kepemimpinan melalui kategori AIESEC Values. Callea Asyifa Nadira meraih penghargaan Excellence in Growth, Drian Fadghammanan Romdoni menerima penghargaan Spirit of Participation, dan Rachel Vanya Permana dinobatkan sebagai Born to Lead. Suasana semakin meriah dengan penghargaan hiburan, seperti Terjamet, Terasbun, Ter 9-to-5, dan Tertoa, yang disambut antusias peserta.
Selain itu, Colossus dan Pharos meraih penghargaan The Best Tribe Performance berkat kekompakan dan semangat yang ditunjukkan sepanjang konferensi. Konferensi kemudian ditutup melalui Closing Plenary bersama Sharon Serafim yang menghadirkan Local Committee President AIESEC in BINUS 25.26, Vincent Claudius, dalam sesi berbagi pengalaman mengenai kehidupan setelah AIESEC. Sebagai penutup, seluruh peserta mengikuti aktivitas membuat gantungan kunci berbentuk clover sebagai simbol perjalanan, pembelajaran, dan kenangan selama tiga hari konferensi.
"Hidup adalah perjalanan untuk terus belajar dan bertumbuh," ucap Hagen Denzel Tanudjaja. Pesan tersebut menggambarkan esensi Local Conference: Meliora the Legend of the Lost Clover, bahwa kepemimpinan bukanlah akhir, melainkan perjalanan panjang untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan dampak bagi orang lain. Melalui konferensi ini, AIESEC in BINUS berharap setiap peserta kembali dengan perspektif baru, keberanian untuk terus bertumbuh, serta semangat membangun organisasi dan lingkungan di sekitarnya bersama-sama.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


