aiesec in ugm awali perjalanan aquatica project 2026 dengan pekan pembekalan para relawan - News | Good News From Indonesia 2026

AIESEC in UGM Awali Perjalanan Aquatica Project 2026 dengan Pekan Pembekalan Para Relawan

AIESEC in UGM Awali Perjalanan Aquatica Project 2026 dengan Pekan Pembekalan Para Relawan
images info

Para Relawan Internasional dan Relawan Lokal Aquatica Project 2026


AIESEC in Universitas Gadjah Mada (UGM) telah menyelenggarakan Aquatica Project, sebuah program sukarelawan internasional yang diselenggarakan oleh AIESEC in UGM untuk mendorong kolaborasi lintas budaya dalam menjawab berbagai tantangan lingkungan, khususnya pencemaran laut dan degradasi ekosistem pesisir. Aquatica Project berfokus pada pencapaian Sustainable Development Goal (SDG) 14 yaitu Life Below Water.

Selama kurang lebih enam minggu, para peserta akan terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari edukasi lingkungan di sekolah, pemberdayaan masyarakat pesisir, penelitian pencemaran pantai, hingga aksi konservasi seperti penanaman mangrove dan pelepasan tukik.

Pada minggu pertamanya, Aquatica Project menyelenggarakan pekan orientasi yang telah berlangsung pada 30 Juni hingga 4 Juli 2026, rangkaian orientasi ini menjadi langkah awal dalam membekali para Exchange Participant (EP) dari berbagai negara dan Local Volunteer (LV) UGM sebelum melaksanakan aksi konservasi laut bersama masyarakat pesisir di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebagai fondasi pelaksanaan program, pekan orientasi dirancang untuk membangun pemahaman peserta terhadap isu konservasi laut, memperkenalkan budaya Indonesia, sekaligus memperkuat kapasitas kepemimpinan dan kolaborasi lintas budaya yang menjadi nilai utama AIESEC.

baca juga

Rangkaian kegiatan dimulai melalui sesi Surfing In! Our First Wave, yaitu Welcoming Party dan Incoming Preparation Seminar yang diselenggarakan di Sirkel de Koffie. Pada sesi ini, peserta diperkenalkan dengan AIESEC sebagai organisasi kepemudaan global yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan melalui pengalaman internasional. Selain itu, peserta juga memperoleh pengenalan mengenai Aquatica Project, nilai-nilai budaya Indonesia dan Yogyakarta, serta pembekalan mengenai keamanan dan adaptasi selama menjalankan program.

Kalinda Anabelle Putri Affandi selaku Local Committee Vice President Incoming Global Volunteer AIESEC in UGM membuka acara dengan memperkenalkan AIESEC sebagai organisasi kepemudaan global, independen, non-partisan, dan nirlaba yang digerakkan oleh anak muda. Ia juga mengenalkannilai-nilai SELADA dan proses pengembangan kepemimpinan lewat Inner Journey dan Outer Journey.

Diver Kayana selaku Project Officer kemudian memaparkan seluk-beluk Aquatica Project. Pada sesi ini turut mengundang Syahrindra Restu R, Ketua Paguyuban Dimas Diajeng DIY 2025–2027 sebagai pembicara. Beliau mengenalkan Indonesia dan Yogyakarta, mulai dari filosofi sumbu kosmologis Kraton, nilai gotong royong dan srawung, hingga etika seperti nuwun sewu dan ungkapan Jawa alon-alon asal kelakon.

Pada hari kedua melalui sesi From Mariana, To the Sky, para Exchange Participant dan Local Volunteer mengikuti berbagai aktivitas team building yang bertujuan membangun komunikasi, kepercayaan, dan kerja sama tim. Peserta kemudian dibagi ke dalam empat kelompok kerja sesuai fokus proyek, yaitu School Education, Coastal Pollution Research, Community Empowerment, dan Sustainable Coastal Tourism, untuk menyusun visi perubahan yang ingin diwujudkan selama program berlangsung melalui "Blueprint of Hopes". 

Sesi berikutnya adalah Echoes of The Soil, sesi ini memberikan pembekalan mengenai budaya lokal dan pendekatan kepada masyarakat. Melalui materi mengenai budaya srawung, etika bertamu (sowan), hingga latihan komunikasi menggunakan Bahasa Indonesia, peserta dipersiapkan agar mampu membangun hubungan yang baik dengan masyarakat selama menjalankan berbagai kegiatan di lapangan.

Kemampuan teknis peserta semakin diperkuat melalui sesi The Shipyard, yang membahas dasar-dasar manajemen proyek. Dalam sesi ini, peserta mempelajari penyusunan tujuan menggunakan metode SMART Goals, strategi mengelola program, hingga praktik merancang solusi yang relevan terhadap berbagai isu lingkungan di wilayah pesisir. Materi ini langsung diuji melalui sesi Plan Your Own Event, di mana empat kelompok yang telah terbentuk sebelumnya mempresentasikan rancangan proyek mereka.

Exchange Participant dan Local Volunteers Aquatica Project 2026

Pekan orientasi ditutup melalui sesi Sailing to Point Nemo yang menghadirkan kak Shela Nur Alifah, seorang praktisi konservasi penyu di Yogyakarta. Peserta diajak memahami kondisi ekosistem laut Indonesia melalui berbagai data mengenai pencemaran plastik, ancaman terhadap populasi penyu, serta pentingnya menjaga kawasan pesisir sebagai habitat berbagai biota laut. Sesi ini sekaligus menjadi pengantar sebelum para peserta terlibat langsung dalam kegiatan konservasi bersama komunitas lokal dalam beberapa pekan ke depan.

Selain memperoleh berbagai materi, peserta juga membangun kedekatan melalui tradisi khas AIESEC, seperti Roll Dance, sesi refleksi harian (check-in dan check-out), serta berbagai aktivitas interaktif yang mendorong pertukaran budaya antarpeserta. Berasal dari latar belakang negara yang berbeda, para Exchange Participant tidak hanya belajar mengenai Indonesia, tetapi juga saling berbagi perspektif dan pengalaman yang memperkaya proses pembelajaran lintas budaya.

Penyelenggaraan pekan orientasi Aquatica Project 2026 turut didukung oleh berbagai mitra yang memiliki komitmen terhadap pengembangan generasi muda dan pelestarian lingkungan, di antaranya GIK UGM, PLN, Cleo, Sirkel de Koffie, Kaktus Coffee Place, Konservasi Penyu Pantai Pelangi Yogyakarta, Pantai Mangrove Baros, Sehat-sehatin, Earth Hour, UKM Renang UGM, Indonesia Refeers, Office of International Affairs UGM, Dinas Pariwisata DIY, serta Dinas Kelautan dan Perikanan DIY. Kolaborasi tersebut menjadi bukti bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan memerlukan sinergi dari berbagai sektor.

baca juga

Memasuki pekan-pekan berikutnya, para Exchange Participant dan Local Volunteer akan mulai mengimplementasikan berbagai program yang telah dipersiapkan, mulai dari edukasi konservasi laut di sekolah, penelitian kondisi pesisir, pemberdayaan masyarakat, hingga aksi penanaman mangrove dan pelepasan tukik. Melalui Aquatica Project 2026, AIESEC in UGM berharap kolaborasi lintas budaya ini tidak hanya menghasilkan dampak nyata bagi kelestarian laut Yogyakarta, tetapi juga melahirkan pemimpin muda yang memiliki kepedulian global dan semangat untuk terus berkontribusi bagi masyarakat.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AZ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.