Motif batik Palembang mungkin belum sepopuler kain songket di telinga masyarakat awam yang kerap mengidentikkan Kota Palembang dengan tenunan benang emas tersebut. Padahal, Palembang sebagai salah satu pusat kebudayaan Melayu di Sumatra Selatan memiliki tradisi membatik yang berkembang pesat dengan identitas visual serta filosofi tersendiri.
Hubungan antara songket dan batik Palembang terjalin sangat erat dalam seni estetika tanpa menyamakan keduanya sebagai jenis kain tradisional khas Padang yang sama. Jika songket mengandalkan teknik tenun benang emas atau perak, batik dihiasi perintangan malam di atas kain.
Bagi Kawan GNFI yang penasaran dengan apa saja ragam motif batik Palembang yang melengkapi kekayaan motif batik Nusantara, simak informasinya berikut ini.
Apa yang Membuat Batik Palembang Berbeda?
Sejarah membatik di Palembang tidak lepas dari pengaruh hubungan dagang dan politik masa lalu. Dikutip dari Repository UNSRI, hal ini juga memunculkan asumsi bahwa batik Palembang tidak hanya merupakan produk hasil akulturasi Jawa (dan Tiongkok), Melayu, dan Arab tetapi juga mendapat pengaruh dari Siam dan India.
Pengaruh India tampak pada motif kain tradisonal Palembang yaitu kain semage, berupa bunga-bunga menyerupai mawar berkelopak delapan yang dipadupadankan dengan motif bintang. Motif ini, pada kain patola India, merupakan perwujudan bunga teratai.
Pada masa Kerajaan Palembang, kain batik Palembang diberi sentuhan warna emas dibentuk sedemikian rupa dan digunakan sebagai salah satu model penutup kepala (tanjak) para pembesar Kerajaan Palembang. Tradisi ini pun berlanjut ke masa Kesultanan Palembang Darussalam.
Di masa Kesultanan Palembang Darussalam, kain batik merupakan bagian dari kelengkapan pakaian kebesaran Sultan dan para pembesar Kesultanan. Estetika songket turut memengaruhi tampilan batik Palembang melalui aplikasi aksen prada emas, walau secara teknik pembuatan, batik dan songket adalah dua ragam tekstil yang sepenuhnya berbeda.
Motif-Motif Batik Palembang yang Populer

Batik Palembang | Sumber: Pexels
Sebagai kawasan yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islami, visualisasi ragam hias pada wastra ini memiliki batasan tersendiri. Dikutip dari Repository UNSRI, batik Palembang memiliki motif yang mengikuti syariat Islam, yaitu tidak menggambarkan makhluk hidup (manusia ataupun hewan) secara utuh.
Sebagian besar motif batik Palembang adalah bunga yang memiliki warna cerah, menarik, dan berani serta magis yang dihiasi garis simetris dan berbagai simbol tumbuh-tumbuhan.
Motif Songket
Dikutip dari Repository UNSRI, warna batik Palembang lebih banyak terinspirasi dari warna songket (pengaruh kebudayaan Tiongkok) atau menggunakan warna cerah khas Melayu, seperti merah, kuning, dan hijau terang. Motif ini mengadaptasi tata letak dan ornamen geometris khas tenun songket ke atas kain batik.
Motif Lasem
Batik Lasem Palembang merupakan batik motif bergaya pesisiran Palembang. Dikutip dari Publikasi Motif Batik Palembang, ciri khusus batik motif Lasem ini pada warna merahnya yang menyerupai warna merah darah ayam, memperlihatkan akulturasi budaya Tionghoa pesisir yang kuat.
Motif Jumputan
Motif ini dibuat menggunakan teknik ikat celup (shibori lokal) yang menghasilkan rekaan titik-titik pola melingkar. Warna cerah seperti gradasi warna pelangi khas Palembang membuat motif jumputan sangat populer untuk busana harian maupun formal. Ciri khas kain batik motif Jumputan Palembang ini adalah motif Jumputan titik tujuh. Jumputan titik tujuh ini adalah sebuah titik kecil yang mengelilingi satu lingkaran besar.
Motif Jupri Kembang Teh
Batik Palembang motif Jupri Kembang Teh ini merupakan motif yang dipengaruhi oleh Budaya Islam dan Melayu yang digambarkan dari tanaman sulur daun teh. Motif batik Palembang satu ini juga menggambakan bunga tanaman teh dari dataran tinggi Sumatera Selatan seperti Gunung Dempo di Pagaralam.
Motif Batik Palembang Lainnya
Selain motif populer di atas, Kawan GNFI juga dapat menemukan variasi corak lain yang tak kalah memikat:
Motif Gribik: Terinspirasi dari struktur anyaman bambu penutup dinding rumah tradisional, menyimbolkan kerapian dan kesederhanaan.
Motif Encim: Menampilkan pengaruh Tionghoa pesisir lewat ornamen flora yang luwes dan nuansa warna yang lembut.
Motif Kembang Bakung: Mengambil bentuk bunga bakung sebagai lambang kesucian, keanggunan, dan pesona alam Melayu.
Motif Kerak Mutung: Terinspirasi dari olahan kerak nasi yang terbakar, menghasilkan pola geometris berulang yang unik.
Motif Sembagi: Mendapat pengaruh kuat dari kain Patola India dengan ornamen bunga dan bintang simetris.
Motif Salahi: Menggambarkan pola tak terduga yang berawal dari ketidaksepakatan penataan motif namun menghasilkan estetika baru.
Motif Bungo Dadar: Terinspirasi dari bunga mekar yang mengapung di atas air, menyimbolkan keterbukaan dan keindahan.
Motif Bungo Delimo: Mengadopsi bentuk buah dan bunga delima sebagai lambang kesuburan dan kemakmuran.
Motif Bungo Pacik: Menampilkan susunan bunga-bunga kecil yang rapat dan rapi, mencerminkan ketelitian perajin.
Motif Bungo Cino: Menggambarkan akulturasi budaya Tiongkok melalui lukisan kelopak bunga yang indah.
Motif Bungo Tanjung: Mengambil inspirasi bunga tanjung yang harum, menyimbolkan keluhuran budi pekerti.
Motif Babar Emas: Menampilkan kombinasi batik dengan lapisan prada emas khas pakaian kebesaran istana.
Motif Babar Kecubung: Terinspirasi bentuk bunga kecubung, memberikan wibawa visual serta nuansa magis.
Motif Jukung dan Sumping: Menggambarkan perahu jukung khas Sungai Musi serta hiasan telinga istana (sumping), merepresentasikan kehidupan bahari dan tradisi kebangsawan.
Makna Motif Batik Palembang dalam Budaya Melayu
Setiap ragam hias pada batik Palembang merepresentasikan identitas budaya serta gaya hidup masyarakat Sumatra Selatan. Hubungan erat antara tata kehidupan Melayu, budaya Islam, lanskap Sungai Musi, hingga pengaruh Kesultanan Palembang Darussalam tercermin dari dominasi ornamen flora dan geometris yang tenang namun berwibawa.
Meski demikian, penting bagi Anda untuk memahami bahwa tidak semua motif memiliki makna batik Palembang filosofis yang terdokumentasi secara tertulis dalam literatur sejarah.
Sebagian makna bersumber langsung dari referensi naskah dan peninggalan kerajaan, sementara sebagian lainnya lahir dari interpretasi populer masyarakat lokal yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi.
Mari Melestarikan Motif Batik Palembang Sebagai Motif Batik Nusantara
Mengenal keunikan motif batik Palembang membuktikan betapa kaya dan beragamnya seni tekstil yang dimiliki Indonesia. Keberagaman warisan budaya seperti ini patut kita apresiasi dan jaga bersama.
Mari terus eksplorasi kekayaan motif batik Nusantara dan bagikan cerita keindahannya kepada dunia!
Referensi:
https://repository.unsri.ac.id/97123/1/Buku%20Referensi%20Batik%20Palembang%202022.pdf
Repository Universitas Sriwijaya "Motif Batik Palembang: Kajian Koleksi Museum Sumatera Selatan": https://repository.unsri.ac.id/97123/1/Buku%20Referensi%20Batik%20Palembang%202022.pdf
https://www.scribd.com/document/875052433/Batik-Palembang
https://www.scribd.com/presentation/778420433/Kain-Jumputan-Palembang
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


