aiesec in uns jembatani perbedaan budaya laksanakan grand incoming preparation seminar untuk peserta volunteer internasional di surakarta - News | Good News From Indonesia 2026

AIESEC in UNS Jembatani Perbedaan Budaya, Laksanakan Grand Incoming Preparation Seminar untuk Peserta Volunteer Internasional di Surakarta

AIESEC in UNS Jembatani Perbedaan Budaya, Laksanakan Grand Incoming Preparation Seminar untuk Peserta Volunteer Internasional di Surakarta
images info

sumber: AIESEC in UNS


Bayangkan jika Kawan GNFI tiba di sebuah kota baru yang belum pernah kalian kunjungi sebelumnya. Bahasa yang digunakan warga lokal terdengar asing, kebiasaan warga lokal terasa berbeda, bahkan cara berinteraksi sehari-harinya tidak lagi sama seperti yang biasa kalian jalani. 

Bagi kebanyakan pemuda yang mengikuti program pertukaran internasional, situasi ini bukan sekadar kemungkinan atau angan-angan semata, melainkan realitas yang harus mereka hadapi sejak hari pertama mereka tiba di negara asing.

Fenomena ini dikenal sebagai culture shock, sebuah fase awal adaptasi yang sering kali datang tanpa peringatan, di mana individu yang tidak pernah berada di lingkungan asing, tiba-tiba harus dikelilingi dengan budaya yang berbeda. Dalam fase tersebut, tak jarang bila individu tersebut merasa kebingungan, canggung, bahkan kehilangan rasa percaya diri ketika harus berhadapan dengan lingkungan yang sepenuhnya baru. 

baca juga

Perbedaan kecil yang awalnya terlihat sepele dapat berkembang menjadi tantangan besar apabila tidak diantisipasi dengan baik.

Dalam konteks ini, keberhasilan sebuah program pertukaran tidak hanya ditentukan oleh niat untuk berkontribusi, tetapi juga oleh kesiapan individu dalam memahami dan menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya. Apabila individu tersebut belum memiliki bekal pemahaman yang cukup, maka potensi dampak yang ingin diciptakan justru dapat terhambat oleh kesulitan beradaptasi.

Melihat keadaan tersebut, AIESEC in UNS mengambil peran dalam menjembatani proses adaptasi ini melalui kegiatan Grand Incoming Preparation Seminar yang diselenggarakan pada 7 Juli 2026 lalu. Dengan mengusung tema Monggo Pinarak: Uniting Cultures, Connecting People, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang penyambutan semata, tetapi juga menjadi titik awal perjalanan adaptasi bagi para Exchange Participants yang hadir.

Sebanyak 10 pemuda yang berasal dari India, Vietnam, Belanda, Spanyol, Brasil, Mesir, hingga Maroko berkumpul dalam satu ruang yang sama, membawa latar belakang budaya masing-masing yang beragam. Dalam keberagaman tersebut, seminar ini diharapkan mampu menciptakan kesamaan pemahaman budaya atau cultural understanding di antara pemuda.

Di sana, peserta diajak untuk memahami bagaimana norma sosial bekerja di masyarakat Indonesia, khususnya di Kota Surakarta, seperti bagaimana cara berkomunikasi yang sesuai, hingga bagaimana menjaga keamanan diri selama menjalankan aktivitas. Hal-hal seperti ini menjadi sangat penting, mengingat adaptasi juga terjadi dalam interaksi kita sehari-hari.

Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan sistem pendukung yang dimiliki AIESEC in UNS, termasuk Exchange Standards dan alur program yang akan mereka jalani. 

Perspektif peserta semakin diperkaya melalui kehadiran Opportunity Takers yang akan menjadi mitra langsung AIESEC in UNS selama di lapangan. Fauziyah Warjanti, S.Si., M.Pd, selaku Founder Kampung Inggris Solo Plus, serta Ana Susanti, S.Pd, selaku Wakil Kepala Sekolah SMPI Al Abidin Surakarta, memberikan gambaran nyata mengenai interaksi-interaksi yang akan terjadi di lingkungan lokal. 

Lebih dari sekadar proses pembekalan, seminar ini turut menjadi ruang bagi para peserta untuk membangun koneksi yang lebih luas. Interaksi antara Exchange Participants, Local Volunteers, Host Families, dan anggota AIESEC in UNS menciptakan lingkungan yang mendukung satu sama lain. Kehadiran kegiatan ini menjadi faktor penting yang dinilai mampu mengurangi tekanan yang sering muncul selama fase culture shock.

baca juga

Keinanty Seta Melanie selaku LCVP Talent Management AIESEC in UNS menegaskan bahwa seluruh proses ini merupakan bagian dari pembentukan kepemimpinan yang sesuai dengan nilai-nilai AIESEC.

“Untuk merubah dunia, diperlukan pemimpin yang hebat, disinilah peran penting AIESEC,” ujar Keinanty.

Pada akhirnya, culture shock bukanlah sesuatu yang harus dihindari atau ditakutkan, melainkan fase yang perlu dipahami dan dikelola. Melalui Grand Incoming Preparation Seminar ini, AIESEC in UNS menunjukkan bahwa proses adaptasi dapat dimulai bahkan sebelum perjalanan itu benar-benar dimulai.

Jadi, apakah Kawan GNFI kini siap untuk berkeliling dunia dan menghadapi perbedaan? Kunjungi akun Instagram @unstopable.youths untuk kesempatan menarik lainnya!

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.