Bagi masyarakat pesisir, laut adalah sumber kehidupan sekaligus sumber tantangan. Hasil tangkapan yang melimpah tidak selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan, terutama jika olahan yang dihasilkan hanya berputar pada satu jenis produk saja. Itulah yang selama ini terjadi di Desa Kronjo, Kabupaten Tangerang, Banten, tempat sebagian besar hasil tangkapan nelayan diolah menjadi ikan asin. Praktis memang, tetapi minim variasi dan rentan terhadap fluktuasi harga pasar.
Kabar baik datang dari Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Ilmu dan Teknologi Kelautan (HIMITEKA) IPB University. Melalui program Samudera Bahari, mereka hadir di tengah masyarakat Desa Kronjo dengan satu misi sederhana namun berdampak besar: membantu warga menemukan cara baru mengolah hasil laut agar lebih bernilai dan beragam.
Pada Selasa, 22 Juli 2026, program ini memasuki babak baru dengan menggelar pelatihan pembuatan kerupuk amplang berbahan dasar ikan kurisi. Ikan kurisi dipilih karena merupakan salah satu hasil tangkapan yang mudah dijumpai di perairan Kronjo, namun selama ini belum banyak dimanfaatkan menjadi produk olahan bernilai tambah tinggi. Melalui pelatihan ini, Tim PPK Ormawa HIMITEKA ingin menunjukkan bahwa ikan kurisi bisa menjadi lebih dari sekadar lauk harian; ia bisa menjadi camilan renyah yang punya potensi pasar luas.
Sebanyak 22 ibu-ibu Desa Kronjo antusias mengikuti pelatihan ini dari awal hingga akhir. Mereka tidak hanya menyimak penjelasan teori, tetapi juga langsung terlibat dalam setiap tahapan pembuatan kerupuk amplang, mulai dari membersihkan dan mengolah daging ikan kurisi, mencampurkannya dengan tepung dan bumbu, membentuk adonan, hingga menggorengnya sampai renyah keemasan. Suasana pelatihan berlangsung hangat dan penuh semangat belajar, dengan para ibu saling membantu satu sama lain di setiap tahap prosesnya.
Menariknya, banyak peserta yang awalnya ragu apakah mereka bisa membuat kerupuk amplang sendiri di rumah. Namun begitu melihat hasil olahan mereka matang sempurna dan mencicipi rasanya yang gurih, keraguan itu berubah menjadi rasa percaya diri. Ada kebanggaan tersendiri ketika sebuah keterampilan baru berhasil dikuasai, apalagi jika keterampilan itu punya potensi menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga.
Program Samudera Bahari sendiri hadir dengan visi yang lebih besar dari sekadar satu kali pelatihan. Program ini dirancang untuk mendorong diversifikasi produk olahan hasil laut di Desa Kronjo, sehingga masyarakat tidak lagi bergantung pada ikan asin sebagai satu-satunya pilihan. Dengan adanya alternatif seperti kerupuk amplang, warga desa memiliki lebih banyak opsi untuk mengelola hasil tangkapan, sekaligus membuka peluang pasar baru yang sebelumnya belum tergarap maksimal.
Langkah kecil ini sejatinya membawa dampak yang jauh lebih besar bagi ekonomi keluarga di Desa Kronjo. Kerupuk amplang dikenal memiliki daya simpan yang cukup lama dan proses pembuatan yang relatif sederhana, sehingga dapat dikerjakan menggunakan peralatan rumah tangga biasa. Karakteristik ini menjadikannya produk yang realistis untuk dikembangkan secara mandiri oleh ibu-ibu Desa Kronjo, bahkan berpotensi dipasarkan hingga ke luar desa jika dikemas dan dipromosikan dengan baik.
Bagi Tim PPK Ormawa HIMITEKA, kegiatan ini bukan sekadar transfer keterampilan memasak, melainkan bagian dari upaya membangun ketahanan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan. Ketika masyarakat memiliki lebih dari satu jenis produk olahan andalan, mereka menjadi lebih siap menghadapi perubahan kondisi hasil tangkapan maupun dinamika pasar. Diversifikasi bukan hanya soal variasi rasa, tetapi juga soal ketahanan dan kemandirian ekonomi jangka panjang.
Kisah dari Desa Kronjo ini menjadi pengingat bahwa perubahan besar sering kali berawal dari langkah-langkah kecil yang konsisten. Sebuah pelatihan sederhana tentang kerupuk amplang mungkin terlihat biasa saja, tetapi bagi 22 ibu-ibu yang terlibat langsung di dalamnya, ini adalah awal dari kesempatan baru untuk mandiri secara ekonomi. Dan bagi Desa Kronjo secara keseluruhan, ini adalah satu lagi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat mampu menghadirkan solusi nyata dari persoalan sehari-hari.
Ke depan, Tim PPK Ormawa HIMITEKA berharap semangat belajar dan berinovasi yang tumbuh dari pelatihan ini terus berlanjut, sehingga kerupuk amplang khas Kronjo dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan yang mengharumkan nama desa. Sebuah harapan sederhana, namun sarat makna: bahwa laut yang sama bisa menghadirkan lebih banyak peluang, asalkan masyarakatnya diberi ruang dan bekal untuk berinovasi.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


