mahasiswa kknt ipb univeristy gelar program biosmart dan pasang 9 titik biopori di desa cidadap cianjur - News | Good News From Indonesia 2026

Mahasiswa KKNT IPB Univeristy Gelar Program BioSmart dan Pasang 9 Titik Biopori di Desa Cidadap Cianjur

Mahasiswa KKNT IPB Univeristy Gelar Program BioSmart dan Pasang 9 Titik Biopori di Desa Cidadap Cianjur
images info

Pemasangan Lubang Biopori di halaman rumah warga


Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) sukses meluncurkan program kerja unggulan bertajuk "BioSmart: Biopori dan Edukasi Cerdas Pengelolaan Sampah Masyarakat" di Desa Cidadap, Kabupaten Cianjur.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga desa terhadap kelestarian lingkungan dan penanganan sampah secara mandiri.

Dalam rangkaian aksi nyata ini, para mahasiswa tidak hanya memberikan sosialisasi secara teoritis, tetapi juga melakukan aksi konkret di lapangan. Sebanyak 9 titik lubang resapan biopori berhasil diinstalasi secara tersebar di wilayah pemukiman warga Desa Cidadap. Inisiatif ini mendapat sambutan yang sangat hangat dari pemerintah desa dan masyarakat setempat.

Masalah penumpukan sampah rumah tangga serta minimnya daerah resapan air hujan di pemukiman menjadi latar belakang utama hadirnya program BioSmart. Sampah organik yang dibiarkan menumpuk tanpa pengelolaan tepat dapat memicu timbulnya bau tidak sedap serta berpotensi menjadi sarang penyakit.

baca juga

Di sisi lain, penurunan kualitas resapan air tanah berpotensi menimbulkan genangan air di beberapa lokasi saat musim hujan tiba. Melalui teknologi sederhana berupa lubang resapan biopori, mahasiswa KKNT berusaha menawarkan solusi ramah lingkungan yang sangat praktis dan terjangkau.

Metode ini terbukti mampu menguraikan sampah dapur menjadi pupuk organik sekaligus mempercepat penyerapan air ke dalam tanah.

Pelaksanaan program diawali dengan sosialisasi interaktif yang memfokuskan pada edukasi pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga. Bertempat di balai desa setempat, tim mahasiswa memaparkan materi mengenai perbedaan mendasar antara sampah organik dan anorganik beserta dampak jangka panjangnya.

Warga diajarkan secara langsung cara memanfaatkan sisa makanan, daun kering, dan limbah dapur lainnya untuk diolah kembali. Sesi edukasi ini dikemas secara lugas dan dialogis sehingga berhasil menarik perhatian puluhan warga yang hadir dari berbagai ketua RT dan RW.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat sesi tanya jawab berlangsung, terutama mengenai cara perawatan lubang biopori agar tidak mudah tersumbat.

Memasuki tahap implementasi teknis di lapangan, mahasiswa KKNT bersama warga melakukan aksi gotong royong mempraktikkan pembuatan lubang biopori. Pengeboran tanah dilakukan secara cermat di sembilan titik strategis yang telah dipetakan sebelumnya bersama pihak pemerintah desa.

Pipa PVC berukuran standar yang telah dilubangi secara merata kemudian dimasukkan ke dalam tanah dengan kedalaman sekitar satu meter. Faiz selaku PIC kegiatan BioSmart menjelaskan bahwa pemasangan sembilan titik ini diproyeksikan sebagai proyek percontohan bagi masyarakat.

"Pemasangan sembilan titik biopori ini difokuskan di area strategis sebagai langkah awal. Kami berharap edukasi ini mendorong setiap rumah tangga untuk mereplikasinya secara mandiri di pekarangan masing-masing," terang Faiz.

Keberhasilan pelaksanaan program ini tidak lepas dari perencanaan matang yang disusun oleh seluruh tim mahasiswa di bawah koordinasi lapangan. Muhamad Fikri selaku Koordinator Desa KKNT menyoroti pentingnya keberlanjutan dari program yang telah dijalankan bersama warga ini.

baca juga

Beliau menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa bukan sekadar untuk memenuhi tugas akademis, melainkan menciptakan dampak positif yang bertahan lama.

"Program ini dirancang sebagai bentuk pengabdian nyata mahasiswa untuk membantu mengurai permasalahan lingkungan berbasis masyarakat. Kami berharap sinergi ini dapat terus dijaga agar manfaat pengelolaan sampah dan konservasi air ini dapat dirasakan jangka panjang," ungkap Muhamad Fikri.

Aksi nyata yang diusung oleh para mahasiswa ini mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari jajaran Pemerintah Desa Cidadap. Kepala Desa Cidadap, H. Budiman, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepedulian mahasiswa KKNT terhadap kondisi lingkungan di desanya.

Beliau menilai bahwa edukasi pengelolaan sampah dan pembuatan biopori sangat relevan dengan kebutuhan warga saat ini.

"Kami sangat mengapresiasi inisiatif adik-adik mahasiswa yang telah menghadirkan solusi konkret bagi permasalahan lingkungan di desa kami. Program BioSmart ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga aksi nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga Cidadap," ujar H. Budiman.

Secara keseluruhan, kehadiran mahasiswa KKNT melalui program BioSmart telah memberikan dampak positif yang nyata dan langsung dirasakan oleh warga Desa Cidadap.

baca juga

Langkah awal pemasangan sembilan titik biopori ini diharapkan menjadi pemantik semangat kesadaran lingkungan di seluruh wilayah desa. Program ini membuktikan bahwa penanganan masalah lingkungan dapat dimulai dari langkah sederhana melalui komitmen, kepedulian, dan kolaborasi bersama.

Ke depan, Desa Cidadap diharapkan dapat tumbuh menjadi desa yang lebih mandiri, bersih, dan berwawasan lingkungan secara berkelanjutan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MF
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.