Gelanggang remaja menjadi salah satu ruang publik yang banyak dijumpai di beberapa titik daerah Jakarta. Seperti namanya, gelanggang ini menjadi pusat aktivitas publik, khususnya bagi para remaja.
Salah satu gelanggang remaja yang sudah ada sejak lama di Jakarta berada di wilayah Jatinegara. Bahkan Gelanggang Remaja Jatinegara ini menjadi gelanggang kedua yang didirikan di Jakarta pada waktu itu.
Gelanggang remaja di Jatinegara ini pertama kali diresmikan pada 1971 silam Dulunya banyak aktivitas yang diselenggarakan secara terbuka di Gelanggang Remaja Jatinegara tersebut.
Bagaimana kondisi Gelanggang Remaja Jatinegara saat tahun tersebut? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Gelanggang Remaja Kedua di Jakarta
Kenakalan remaja menjadi salah satu permasalahan sosial yang sudah berkembang di beberapa daerah sejak lama. Hal serupa juga bisa dijumpai di ibu kota Indonesia, Jakarta.
Bahkan perilaku ini tidak hanya bisa dijumpai saat sekarang saja. Kenakalan yang dilakukan oleh para remaja ini sudah ada sejak lama.
Salah satu fenomena terkait kenakalan remaja ini pernah terjadi pada 1971 silam. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah DKI Jakarta pada waktu itu memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut, yakni dengan mendirikan gelanggang remaja untuk para generasi muda.
Proyek pembangunan gelanggang remaja ini dimulai di daerah Bulungan, Jakarta Selatan pada 1969. Setahun berselang, Gelanggang Remaja Bulungan secara resmi berdiri sekaligus menjadi gelanggang remaja pertama, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga Indonesia.
Pembangunan gelanggang remaja ini tidak berhenti disitu saja. Peresmian Gelanggang Remaja Bulungan turut menginisiasi pembangunan ruang publik serupa di beberapa titik daerah lainnya.
Setahun berselang, tepatnya pada 1971, berdiri juga sebuah gelanggang remaja di daerah Jatinegara, Jakarta Timur. Gelanggang Remaja Jatinegara ini kemudian menjadi gelanggang remaja kedua yang berdiri pada waktu itu.
Aktivitas Seni dan Olahraga
Banyak faktor yang memengaruhi mengapa kenakalan remaja bisa muncul di tengah masyarakat. Pergaulan maupun lingkungan pertemanan yang tidak sehat bisa menjadi penyebab mengapa kenakalan remaja ini bisa muncul.
Selain itu, keterbatasan ruang publik untuk para remaja bisa menyalurkan tenaga mereka juga dapat menjadi penyebab lainnya. Oleh sebab itu, hadirnya gelanggang remaja ini dianggap bisa menjadi solusi agar para generasi muda dapat menyalurkan energi mereka dalam aktivitas positif.
Dikutip dari artikel "Ibukota Menjambut Haridjadi 444 Tahun: 2 Gelanggang Remadja" yang terbit di surat kabar Indonesia Raya edisi 22 Juni 1971, penggunaan Gelanggang Remaja Jatinegara dua bulan setelah peresmiannya sudah mulai meningkat. Banyak anak-anak yang bermain di lingkungan ruang publik tersebut pada waktu itu.
Meskipun fasilitas yang dimiliki masih belum selengkap Gelanggang Remaja Bulungan yang sudah setahun beroperasi, keberadaan Gelanggang Remaja Jatinegara tetap bisa menjadi wadah bagi para generasi muda waktu itu. Slamet Rahardjo yang menjadi penanggung jawab Gelanggang Remaja Jatinegara waktu itu mensyukuri keberadaan dari ruang publik itu.
Dia menjelaskan jika hal seperti ini masih sukar didapatkan ketika generasi mereka kecil dulunya. Hadirnya Gelanggang Remaja Jatinegara ini diharapkan bisa memberikan dampak positif dan menjadi wadah bagi para generasi muda ibu kota, khususnya di daerah Jakarta Timur dan sekitarnya.
Banyak aktivitas yang dilakukan oleh para kelompok remaja di ruang publik tersebut. Berbagai kegiatan, mulai dari olahraga hingga seni dilakukan di beberapa sudut area Gelanggang Remaja Jatinegara.
Selain itu, ada juga fasilitas yang memberikan kursus bagi para remaja yang ingin meningkatkan kemampuan mereka. Misalnya, di area Gelanggang Remaja Jatinegara waktu itu terdapat pelatihan menjahit, memasak, hingga pertukangan yang bisa diakses oleh para generasi muda di sana.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


