Tim Dosen Pulang Kampung (DPK) IPB University Tahun 2026 melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Bojongrangkas, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, dengan mengusung tema "Penguatan Ketahanan Gizi Rumah Tangga melalui Pelatihan Pengolahan Produk Berbasis Surimi bagi Kader Posyandu Desa Bojongrangkas."
Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader posyandu dalam mengolah ikan nila menjadi produk pangan bergizi, aman, dan bernilai tambah guna mendukung ketahanan gizi keluarga sekaligus membuka peluang usaha berbasis pangan lokal.
Kegiatan ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Joko Santoso, M.Si. bersama tim dosen Departemen Teknologi Hasil Perairan IPB University yang terdiri atas Prof. Dr. Ir. Wini Trilaksani, M.Sc., Prof. Dr. Eng. Uju, S.Pi., M.Si., Dr. Wahyu Ramadhan, S.Pi., M.Si., dan Cahyuning Isnaini, S.Gz., M.Sc.
Program juga melibatkan mahasiswa Indonesia serta Abdulla Suleiman Omar, mahasiswa internasional asal Tanzania, sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis kolaborasi global dan penguatan internasionalisasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Pelatihan dilaksanakan pada Sabtu (1/8/2026) di Balai Desa Bojongrangkas dan diikuti oleh 30 kader Posyandu Mawar. Peserta mendapatkan pembekalan mulai dari edukasi mengenai pentingnya gizi keluarga, penanganan ikan yang baik dan benar, proses pembuatan surimi, hingga praktik mengolah surimi ikan nila menjadi berbagai produk pangan seperti bakso, nugget, dan otak-otak.
Produk-produk tersebut dipilih karena mudah diproduksi menggunakan peralatan rumah tangga, memiliki kandungan protein yang tinggi, disukai oleh anak-anak maupun orang dewasa, serta memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan sebagai usaha rumahan.
Dengan demikian, pelatihan tidak hanya berfokus pada aspek pemenuhan gizi keluarga, tetapi juga memberikan keterampilan yang dapat meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan air tawar di tingkat masyarakat.
Ketua Tim Dosen Pulang Kampung, Prof. Dr. Ir. Joko Santoso, M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari hilirisasi hasil riset IPB University agar inovasi yang dikembangkan di perguruan tinggi dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
"Melalui pelatihan pengolahan surimi ikan nila, kami ingin meningkatkan kapasitas kader Posyandu dalam menyediakan pangan bergizi sekaligus membuka peluang usaha berbasis olahan ikan. Harapannya, inovasi hasil riset IPB ini dapat memperkuat ketahanan gizi rumah tangga, meningkatkan konsumsi protein ikan, dan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia," ujar Prof. Joko Santoso.
Selama kegiatan berlangsung, peserta tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam setiap tahapan pengolahan. Mulai dari pemilihan bahan baku ikan nila yang berkualitas, proses pencucian dan pembuatan surimi, hingga formulasi adonan serta teknik pengolahan yang menghasilkan produk dengan cita rasa, tekstur, dan kualitas yang baik.
Pendekatan praktik langsung ini diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri peserta sehingga ilmu yang diperoleh dapat segera diterapkan di lingkungan masing-masing.
Kehadiran Abdulla Suleiman Omar, mahasiswa asal Tanzania, turut memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan kegiatan. Partisipasinya mencerminkan semangat kolaborasi lintas negara yang terus dikembangkan oleh IPB University dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Interaksi antara mahasiswa internasional dengan masyarakat desa menjadi ruang pertukaran pengalaman mengenai pemanfaatan sumber daya perikanan sebagai pangan bergizi di berbagai negara.
Kepala Desa Bojongrangkas, H. Iding Habudin, B.A., menyampaikan apresiasi kepada IPB University atas penyelenggaraan kegiatan yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan sekaligus keterampilan yang dapat langsung diterapkan oleh masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya, baik untuk meningkatkan kualitas gizi keluarga maupun mengembangkan usaha olahan ikan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.
Pemanfaatan ikan nila sebagai bahan baku utama juga memiliki nilai strategis. Sebagai salah satu komoditas budidaya air tawar yang produksinya melimpah di Indonesia, ikan nila memiliki kandungan protein berkualitas tinggi dan dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah.
Melalui teknologi surimi, ikan dapat diolah menjadi produk yang lebih praktis, memiliki daya simpan lebih baik, serta lebih mudah diterima oleh berbagai kelompok usia, terutama anak-anak yang cenderung kurang menyukai ikan dalam bentuk utuh.
Program Dosen Pulang Kampung IPB University ini diharapkan mampu menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun ketahanan pangan berbasis potensi lokal.
Selain meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu, kegiatan ini juga membuka peluang lahirnya kelompok usaha berbasis olahan hasil perikanan yang dapat memberikan nilai ekonomi bagi keluarga.
Lebih luas lagi, peningkatan konsumsi ikan sebagai sumber protein berkualitas berkontribusi terhadap percepatan penurunan stunting, penguatan ketahanan pangan nasional, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Di sisi lain, pengembangan produk berbasis surimi mampu meningkatkan nilai tambah komoditas perikanan air tawar, memperluas kesempatan usaha mikro dan kecil, serta mendorong tumbuhnya industri pengolahan hasil perikanan berbasis masyarakat.
Melalui kegiatan seperti ini, IPB University kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi yang tidak berhenti di laboratorium, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


