Riuh tren budaya populer yang kian berganti memenuhi media sosial secara cepat, seolah menjadi keharusan anak muda untuk mengikutinya. Namun, di sisi lain tampak juga anak muda yang berupaya menjaga sesuatu yang telah diwariskan jauh sebelum mereka lahir, Amelia Rachmawati adalah salah satunya.
Mahasiswi Ilmu Komunikasi Universitas Sumatera Utara ini telah mengenal dunia tari sejak masih duduk di bangku taman kanak-kanak. Perempuan muda yang akrab disapa Amel ini menganggap bahwa seni adalah ruang baginya untuk mengenal identitas, memahami keberagaman, sekaligus mencintai budaya Indonesia.
Lingkungan keluarga yang masih memegang erat nilai-nilai budaya turut membentuk perspektifnya. Sejak kecil, Amel terbiasa melihat setiap gerakan dan busana dalam sebuah tarian memiliki makna yang tidak tercipta begitu saja.
Kedekatan ini yang membuatnya semakin peka memahami karakter berbagai budaya, khususnya tari-tarian tradisional Sumatera Utara hingga membawanya terus aktif mengikuti berbagai pentas seni. Selaras dengan itu, ia juga aktif terlibat dalam beragam kegiatan kepemudaan.
Amel pernah dipercaya menjadi Duta Mahasiswa Universitas Sumatera Utara 2024, terlibat sebagai koreografer dalam Duta Pelajar Berkarya Sumatera Utara, aktif dalam Gerakan Sumut Belajar, hingga bergabung bersama Creshome Community, sebuah komunitas yang berfokus pada pemberdayaan anak muda. Namun, perjalanan menjaga budaya ternyata tidak selalu berjalan tanpa tantangan.
Passion yang Selaras dengan Tanggung Jawab
Amelia berhasil meraih Runner-up 3 Putri Hijabfluencer tahun 2026. Pencapaiannya menjadi kebanggaan sekaligus amanah baru yang harus ia jalankan di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa aktif dan berbagai aktivitas organisasi maupun sosial.
Baginya, tantangan terbesar bukan hanya membagi waktu, tetapi juga bagaimana mampu menjaga konsistensi antara nilai yang ia yakini dengan ruang berkarya yang ia pilih.
Sebagai muslimah yang aktif di bidang seni tari, Amel menyadari masih ada ruang diskusi terkait budaya dapat terus dilestarikan tanpa mengabaikan nilai-nilai yang diyakini seseorang. Pengalaman inilah yang kemudian membuatnya semakin cermat dalam setiap langkah yang diambil.
Diskursus “Muslimah Berbudaya” sebagai Ruang Bersama
Melalui advokasi yang dibawanya dalam ajang Putri Hijabfluencer 2026, Amel mengangkat gagasan tentang Muslimah Berbudaya. Ia melihat masih banyak ruang yang dapat dijembatani agar pelestarian busana dan seni tradisional tetap berjalan seiring dengan kebutuhan muslimah dalam mengekspresikan identitasnya.
Alih-alih melihat stereotipe sebagai penghalang, Amel percaya selalu ada wadah untuk bisa berkembang bersama. Menurutnya, pelestarian budaya dan identitas seorang muslimah bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan.
Pemikiran tersebut juga ia hadirkan melalui media sosial. Sebagai anak muda yang aktif sebagai konten kreator, Amel tidak hanya membagikan konten seputar gaya hidup, ia kerap menyisipkan cerita tentang budaya, terkhusus seni tari.
Segmen ‘Bestari’ sebagai Refleksi untuk Eksplor Diri
Amel percaya seni bersifat universal. Menari menjadi ruang bagi siapa saja untuk mengenal diri, membangun rasa percaya diri, hingga belajar menghargai keberagaman.
Pandangan inilah yang turut ia bawa melalui segmen "Bestari", sebuah ruang refleksi yang mendorong anak muda untuk berani mengeksplorasi potensi dirinya. Bagi Amel, setiap orang memiliki kesempatan untuk bertumbuh melalui seni, tanpa harus dibatasi oleh latar belakang, profesi, ataupun stigma yang berkembang di masyarakat.
Lebih jauh lagi, Amel memiliki mimpi membangun sanggar tari yang ramah bagi muslimah. Ia berharap hal ini menjadi wadah pemberdayaan anak-anak dan generasi muda agar semakin dekat dengan kekayaan budaya Indonesia melalui pengalaman secara langsung.
Di matanya, melestarikan budaya bukan tidak sebatas menjaga tradisi agar tetap hidup. Lebih dari itu, budaya adalah ruang untuk mengenal identitas, membangun kepercayaan diri, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.
Hijab bukan alasan untuk membatasi mimpi, sebagaimana seni tidak pernah membatasi siapa yang berhak mencintainya. Yang terpenting adalah berani mengeksplorasi diri, menemukan tempat yang tepat untuk berkembang, lantas menghadirkan manfaat bagi orang-orang di sekitar.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


