warna alam cerita anak workshop ecoprint totebag brecong kebumen - News | Good News From Indonesia 2026

Peringati Hari Anak Nasional, Mahasiswa KKNT IPB Ajak Anak-Anak Brecong Berkarya Lewat Ecoprint Totebag

Peringati Hari Anak Nasional, Mahasiswa KKNT IPB Ajak Anak-Anak Brecong Berkarya Lewat Ecoprint Totebag
images info

© KKNT IPB Desa Brecong


Momentum Hari Anak Nasional dimanfaatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University Kelompok Desa Brecong untuk menghadirkan kegiatan edukatif yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat pesan lingkungan. Melalui program bertajuk "Warna Alam, Cerita Anak", puluhan siswa sekolah dasar di Desa Brecong, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, diajak mengenal teknik ecoprint sekaligus membuat totebag menggunakan bahan-bahan alami seperti daun dan bunga.

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yakni pada 23 Juli 2026 di SD Negeri 02 Brecong dan 24 Juli 2026 di SD Negeri 01 Brecong. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas V dan VI dari masing-masing sekolah. Selain melibatkan pihak sekolah sebagai mitra utama, program ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Desa Brecong.

Menggabungkan Edukasi Lingkungan dan Kreativitas Anak

Ecoprint merupakan teknik pewarnaan kain menggunakan bahan-bahan alami, seperti daun dan bunga, yang dicetak langsung ke permukaan kain melalui proses tertentu sehingga menghasilkan motif yang unik dan alami. Bagi mahasiswa KKNT IPB, teknik ini dipilih bukan tanpa alasan. Ecoprint dianggap sebagai media yang tepat untuk mengenalkan pentingnya menjaga lingkungan kepada anak-anak, sekaligus mengasah kreativitas mereka melalui karya seni yang bisa langsung digunakan sehari-hari.

Kegiatan ini digagas untuk menjawab kebutuhan akan pembelajaran yang kreatif, interaktif, dan ramah lingkungan bagi anak-anak usia sekolah dasar. Momentum Hari Anak Nasional pun dijadikan kesempatan untuk menghadirkan kegiatan edukatif yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

Program ini memiliki beberapa tujuan utama, di antaranya memperingati Hari Anak Nasional melalui kegiatan edukatif, mengenalkan teknik ecoprint sebagai seni berbasis bahan alami, menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini, mengembangkan kreativitas dan karakter anak melalui kegiatan seni, serta memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan dan aplikatif.

baca juga

Rangkaian Kegiatan: Dari Edukasi hingga Berkarya

Setiap sesi kegiatan diawali dengan penjelasan singkat mengenai makna Hari Anak Nasional dan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini. Mahasiswa KKNT IPB kemudian mengenalkan konsep dan teknik ecoprint kepada para siswa, mulai dari jenis daun dan bunga yang dapat digunakan hingga cara mencetak motif alami tersebut ke permukaan kain.

Foto mahasiswa KKNT sedang menjelaskan materi Hari Anak Nasional dan teknik ecoprint di depan kelas
info gambar

Mahasiswa KKNT IPB Brecong sedang menjelaskan materi Hari Anak Nasional dan teknik ecoprint di depan kelas


Setelah sesi demonstrasi, siswa diberi kesempatan untuk langsung mempraktikkan teknik tersebut dengan membuat desain totebag masing-masing menggunakan bahan alam yang telah disediakan. Anak-anak bebas berekspresi menata daun dan bunga sesuai kreativitas mereka sendiri, sehingga setiap totebag yang dihasilkan memiliki motif yang berbeda dan unik.

Siswa kelas V dan VI SD Negeri Brecong mempraktikkan teknik ecoprint dengan menata daun dan bunga alami di atas totebag masing-masing.
info gambar

Siswa kelas V dan VI SD Negeri Brecong mempraktikkan teknik ecoprint dengan menata daun dan bunga alami di atas totebag masing-masing.


Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi apresiasi terhadap hasil karya para peserta. Pada sesi ini, mahasiswa KKNT turut menyampaikan pesan mengenai pentingnya memanfaatkan dan menjaga sumber daya alam secara bijak, agar nilai-nilai yang telah dipelajari tidak hanya berhenti pada praktik pembuatan totebag, tetapi juga tertanam sebagai kebiasaan baik dalam keseharian anak-anak.

Antusiasme Siswa dan Manfaat yang Dirasakan

Selama kegiatan berlangsung, para siswa terlihat antusias mengikuti setiap tahapan proses pembuatan ecoprint, mulai dari mengetuk daun dan bunga hingga melihat hasil motif yang muncul di atas kain totebag mereka. Bagi sebagian besar peserta, ini merupakan pengalaman pertama mengenal teknik ecoprint sekaligus kesempatan untuk berkarya menggunakan bahan-bahan yang sebenarnya mudah ditemukan di sekitar tempat tinggal mereka.

Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mampu mengenal teknik ecoprint, tetapi juga memahami bagaimana bahan alam dapat dimanfaatkan sebagai media berkarya yang bernilai seni sekaligus ramah lingkungan. Hasil akhirnya, setiap peserta berhasil membuat totebag ecoprint dengan motif dan kreativitas masing-masing, yang dapat mereka bawa pulang dan gunakan dalam kegiatan sehari-hari.

Dampak dari kegiatan ini juga terlihat dari antusiasme peserta yang tinggi selama proses berlangsung. Anak-anak memperoleh pengalaman baru mengenai seni ecoprint sekaligus mulai memahami pentingnya memanfaatkan sumber daya alam secara bijak dan kreatif, sebuah nilai yang diharapkan dapat terus mereka bawa hingga dewasa.

Keunikan yang Menyatukan Perayaan dan Edukasi

Yang membuat kegiatan "Warna Alam, Cerita Anak" ini berbeda adalah bagaimana peringatan Hari Anak Nasional dipadukan secara langsung dengan edukasi lingkungan melalui praktik ecoprint. Anak-anak tidak sekadar merayakan hari spesial mereka dengan kegiatan hiburan semata, tetapi juga diajak memahami bahwa daun dan bunga yang tumbuh di sekitar mereka menyimpan potensi besar untuk dimanfaatkan secara kreatif dan berkelanjutan.

Pendekatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKNT IPB University Kelompok Desa Brecong dalam menghadirkan program-program yang memberi dampak nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Desa Brecong. Kegiatan ini merupakan salah satu dari beberapa program kerja yang dijalankan kelompok mahasiswa tersebut selama masa penempatan KKNT di Desa Brecong.

baca juga

Harapan untuk Keberlanjutan

Melalui kegiatan "Warna Alam, Cerita Anak", mahasiswa KKNT IPB University berharap semangat mencintai lingkungan dan berkreasi dapat terus tumbuh di kalangan anak-anak Desa Brecong, bahkan setelah program KKNT usai. Totebag ecoprint yang dibuat para siswa diharapkan menjadi lebih dari sekadar karya seni, tetapi juga pengingat sederhana bahwa alam di sekitar mereka dapat dijaga sekaligus dimanfaatkan dengan cara yang kreatif dan bertanggung jawab.

Ke depan, diharapkan pihak sekolah maupun Pemerintah Desa Brecong dapat terus mendorong kegiatan-kegiatan serupa yang memadukan unsur edukasi, lingkungan, dan pengembangan karakter anak, sehingga nilai-nilai positif yang telah ditanamkan melalui program ini dapat terus berkelanjutan di tengah masyarakat.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KK
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.