Kelompok Garut Kab18 KKN-T Inovasi IPB University melaksanakan program edukasi lingkungan bagi siswa SD, SMP, dan SMK di Desa Pamalayan, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut pada 21–22 Juli 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari +100 siswa dari SDN 2 Pamalayan dan SMP serta SMK Persada dengan pendampingan para guru. Program tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kepedulian generasi muda terhadap lingkungan sejak dini.
Melalui eco-print dan pendidikan konservasi sumber daya air, mahasiswa KKN-T Inovasi IPB berupaya memperkenalkan konsep pelestarian lingkungan dengan metode yang interaktif, menarik, dan mudah dipahami oleh para siswa.
Aktivitas tersebut dilatarbelakangi oleh pentingnya membangun karakter peduli lingkungan pada generasi muda sebagai salah satu langkah dalam menghadapi berbagai permasalahan lingkungan, seperti pencemaran, kerusakan ekosistem, dan menurunnya kualitas sumber daya alam yang saat ini semakin sering terjadi khususnya terbatasnya sumberdaya air di Desa Pamalayan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan program kerja eco-print di SDN 2 Pamalayan. Pada momen ini, siswa diperkenalkan pada teknik pemanfaatan daun dan bunga sebagai bahan alami untuk menghasilkan motif pada kain.
Mahasiswa KKN-T Inovasi IPB menjelaskan jenis-jenis tumbuhan yang dapat digunakan dalam proses eco-print, manfaat penggunaan pewarna alami, serta pentingnya mengurangi penggunaan bahan yang berpotensi mencemari lingkungan.
Setelah penyampaian materi, siswa diajak untuk mempraktikkan secara langsung proses pembuatan eco-print mulai dari penyusunan daun pada kain hingga proses pencetakan motif.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk menumbuhkan kreativitas, rasa ingin tahu, dan kepedulian siswa terhadap lingkungan sekitar.
Selain kegiatan eco-print, mahasiswa KKN-T Inovasi IPB juga melaksanakan pendidikan konservasi lingkungan terkait sumberdaya air di SMP-SMK Persada.
Materi yang disampaikan yaitu pentingnya air bagi kehidupan, ancaman terhadap ketersediaan dan kualitas air, penyebab pencemaran sumber daya air, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk melestarikannya.
Penyampaian materi dilakukan melalui presentasi, diskusi, dan sesi tanya jawab sehingga para siswa dapat berpartisipasi secara aktif selama kegiatan berlangsung.
Melalui pendekatan ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memahami peran dan tanggung jawab mereka dalam menjaga lingkungan.

Antusiasme peserta terlihat selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung. Para siswa aktif mengikuti praktik eco-print, mengajukan pertanyaan, menjawab kuis, serta terlibat dalam diskusi mengenai isu-isu lingkungan.
Dukungan dari pihak sekolah turut menjadi faktor penting dalam kelancaran pelaksanaan program. Ketua Kelompok KKN-T Inovasi IPB Desa Pamalayan menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi peserta.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan sejak dini sehingga para siswa tidak hanya memahami pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Salah satu guru pendamping juga mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan wawasan baru kepada siswa melalui metode pembelajaran yang menarik dan aplikatif.
Sementara itu, beberapa siswa mengaku senang dapat mengikuti kegiatan yang tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memberikan pengalaman praktik yang belum pernah mereka lakukan sebelumnya.

Melalui program kerja edukasi lingkungan ini, mahasiswa KKN-T Inovasi IPB berharap dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar Desa Pamalayan.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk menambah pengetahuan peserta, tetapi juga mendorong terbentuknya perilaku yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan, seperti mengurangi pencemaran, memanfaatkan sumber daya alam secara bijak, dan menjaga kelestarian sumber daya air.
Diharapkan nilai-nilai yang telah diperkenalkan melalui kegiatan ini dapat terus diterapkan oleh para siswa di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan antara sekolah, masyarakat, dan perguruan tinggi, upaya membangun generasi muda yang peduli lingkungan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


