bubur beureum makanan tradisional khas sunda yang memiliki makna simbolis tentang kehidupan - News | Good News From Indonesia 2026

Bubur Beureum, Makanan Tradisional Khas Sunda yang Memiliki Makna Simbolis tentang Kehidupan

Bubur Beureum, Makanan Tradisional Khas Sunda yang Memiliki Makna Simbolis tentang Kehidupan
images info

Bubur Beureum, Makanan Tradisional Khas Sunda yang Memiliki Makna Simbolis tentang Kehidupan | Flickr/Zian Zulfikar Rahman


Bubur menjadi salah satu makanan yang tidak asing dijumpai di berbagai daerah Indonesia. Jika Kawan tengah berkunjung ke daerah Jawa Barat dan sekitarnya, ada satu makanan tradisional khas Sunda yang patut dicoba, yakni bubur beureum.

Pada dasarnya, bubur beureum ini merupakan bubur putih dan bubur merah yang disajikan dalam satu wadah yang sama. Namun tahukah Kawan, di balik tampilan sederhana tersebut, terdapat makna simbolis yang terkandung di dalam makanan tradisional khas Sunda tersebut.

Makna simbolis ini makin terasa ketika bubur beureum disajikan dalam upacara adat yang ada di tengah masyarakat. Ada beberapa jenis upacara adat yang menghidangkan makanan tradisional yang satu ini dalam helatannya.

Dalam setiap helatan tersebut, penyajian bubur beureum juga memiliki makna yang berbeda-beda antara satu sama lain. Lantai bagaimana ulasan lebih lengkap terkait bubur beureum tersebut?

Simak pembahasan terkait makanan tradisional khas Sunda yang satu ini dalam artikel berikut.

baca juga

Mengenal Bubur Beureum

Dinukil GNFI dari buku Ensiklopedi Makanan Tradisional (di Pulau Jawa dan Pulau Madura), bubur beureum merupakan salah satu makanan tradisional yang umum dijumpai di tengah masyarakat Sunda. Makanan tradisional ini juga dikenal dengan nama bubur bodas atau bubur merah putih.

Seperti namanya, bubur beureum terdiri dari dua jenis bubur berbeda, yakni bubur merah dan bubur putih. Kedua jenis bubur ini nantinya akan disajikan di dalam satu wadah yang sama.

Bahan utama untuk membuat bubur beureum ini adalah beras. Penggunaan bahan dasar ini sesuai dengan kekayaan alam yang ada di daerah Jawa Barat sejak dulunya.

Selain menggunakan beras, ada beberapa bahan tambahan lain yang digunakaa dalam proses pembuatan bubur beureum, seperti santan kelapa, gula merah, garam, dan lainnya.

Penggunaan beberapa bahan ini memberikan cita rasa manis dan gurih pada saat mengonsumsi bubur beureum.

baca juga

Makna Berbeda di Upacara Adat

Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya, bubur beureum menjadi salah satu makanan yang tidak terpisahkan dari beberapa upacara adat masyarakat Sunda. Makanan tradisional ini biasanya disajikan dalam beberapa jenis upacara, seperti upacara puput puser, empat puluh hari, pemberian nama untuk bayi, dan lainnya.

Keberadaan bubur beureum di berbagai acara adat tersebut juga memiliki makna dan nilainya tersendiri. Misalnya, dalam upacara yang berkaitan tentang kelahiran bayi, penyajian bubur beureum menjadi wujud rasa syukur atas momen tersebut.

Bubur putih yang ada dalam makanan tradisional tersebut disimbolkan sebagai bentuk kesucian dari bayi yang baru saja lahir. Sementara itu, bubur merah yang ada dalam sajian tersebut menjadi simbol dari tantangan yang akan dihadapi oleh bayi tersebut nantinya ketika menjalani kehidupan.

Selain disajikan dalam upacara yang berkaitan dengan kelahiran bayi, bubur beureum biasanya juga disajikan dalam tradisi pertanian di masyarakat Sunda. Keberadaan bubur beureum dalam momen ini juga memiliki arti berbeda dari upacara adat sebelumnya.

Dalam upacara adat yang berkaitan dengan tradisi pertanian, seperti nguyuh, panen, atau mendirikan rumah, bubur beureum juga memiliki makna sebagai wujud rasa syukur atas momentum tersebut. Dengan adanya makanan tradisional ini, masyarakat berharap jika hasil panen yang mereka dapatkan bisa terus melimpah.

Selain itu jika disajikan dalam upacara pendirian rumah, hidangan bubur beureum menjadi simbol harapan agar pemiliknya dijauhkan dari berbagai macam marabahaya nantinya. Keberadaan bubur beureum di berbagai jenis upacara adat ini membuat makanan tradisional khas Sunda tersebut memiliki nilainya tersendiri di tengah masyarakat.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.