si tani solusi inovatif pertanian berkelanjutan mengedukasi petani melalui demonstrasi pestisida nabati pengenalan eco enzyme dan pembagian bibit tanaman - News | Good News From Indonesia 2026

SI-TANI (Solusi Inovatif Pertanian Berkelanjutan): Mengedukasi Petani melalui Demonstrasi Pestisida Nabati, Pengenalan Eco Enzyme, dan Pembagian Bibit Tanaman

SI-TANI (Solusi Inovatif Pertanian Berkelanjutan): Mengedukasi Petani melalui Demonstrasi Pestisida Nabati, Pengenalan Eco Enzyme, dan Pembagian Bibit Tanaman
images info

Foto bersama kelompok Tani Desa Cijujung (Sumber: Dokumentasi Pribadi)


Pertanian berkelanjutan menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga produktivitas lahan sekaligus mengurangi dampak terhadap lingkungan. Penerapan pertanian yang ramah lingkungan juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan karena kegiatan pertanian tidak hanya berkaitan dengan hasil produksi, tetapi juga dengan kondisi lingkungan di sekitar lahan.

Sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University menghadirkan program SI-TANI (Solusi Inovatif Pertanian Berkelanjutan) di Desa Cijujung, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 31 Juli 2026 ini dikemas dalam bentuk edukasi dan demonstrasi pembuatan pestisida nabati menggunakan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar, seperti daun pepaya. Pemilihan bahan yang mudah ditemukan diharapkan dapat membuat inovasi tersebut lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat. Melalui demonstrasi tersebut, para petani diajak mengenal alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan, mudah dibuat, serta dapat diterapkan pada lahan pertanian sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia.

Pengenalan pestisida nabati juga menjadi salah satu upaya untuk memberikan pilihan kepada petani dalam menghadapi permasalahan hama pada tanaman. Selama kegiatan, mahasiswa tidak hanya menjelaskan mengenai pemanfaatan bahan alami, tetapi juga menunjukkan proses pembuatannya secara langsung. Dengan adanya demonstrasi, petani dapat melihat tahapan yang dilakukan dan mengetahui bagaimana bahan yang ada di sekitar dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian.

baca juga

Selain itu, peserta juga memperoleh pengenalan mengenai eco enzyme, yaitu cairan hasil fermentasi limbah organik seperti kulit buah dan sayuran yang memiliki berbagai manfaat bagi sektor pertanian. Pengenalan eco enzyme dilakukan sebagai bagian dari edukasi mengenai pemanfaatan limbah organik yang masih sering dianggap sebagai sampah. Bahan-bahan organik yang berasal dari sisa buah dan sayuran sebenarnya masih dapat dimanfaatkan kembali melalui proses pengolahan yang tepat.

Kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan kepada petani tentang pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang bernilai guna, sehingga dapat mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Pemanfaatan limbah organik juga diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tidak langsung membuang sisa bahan organik, tetapi mulai melihat adanya potensi lain yang dapat dimanfaatkan. Hal sederhana seperti mengolah limbah dari lingkungan sekitar dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi jumlah limbah yang terbuang.

Penyampaian materi mengenai eco enzyme menjadi bagian dari rangkaian kegiatan SI-TANI yang saling berkaitan dengan konsep pertanian berkelanjutan. Selain memperkenalkan cara pengendalian hama dengan bahan nabati, mahasiswa juga mengajak petani untuk melihat kembali potensi bahan organik yang ada di sekitar mereka. Kedua hal tersebut diharapkan dapat menjadi pengetahuan tambahan yang dapat diterapkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing petani.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pertanian, mahasiswa KKNT IPB University juga membagikan bibit tanaman kepada para petani. Pemberian bibit tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan langsung kepada masyarakat agar kegiatan yang dilakukan tidak hanya berhenti pada penyampaian materi. Bibit tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mendorong penerapan praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan.

Kegiatan SI-TANI juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat, khususnya para petani. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat menyampaikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan dalam bentuk yang lebih sederhana dan mudah dipahami. Sementara itu, petani juga dapat berbagi pengalaman mengenai kondisi pertanian yang mereka hadapi sehari-hari. Interaksi tersebut membuat kegiatan tidak hanya menjadi penyampaian materi dari mahasiswa kepada petani, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar informasi.

baca juga

Melalui program SI-TANI, mahasiswa KKNT IPB University berharap inovasi sederhana yang diperkenalkan dapat menjadi inspirasi bagi para petani untuk mengembangkan sistem pertanian yang lebih produktif dan berkelanjutan. Pengetahuan mengenai pestisida nabati, pemanfaatan eco enzyme, serta pemberian bibit tanaman diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan dapat diterapkan secara berkelanjutan setelah kegiatan selesai.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat ini diharapkan mampu memperkuat penerapan pertanian ramah lingkungan serta memberikan manfaat bagi kesejahteraan petani dan kelestarian lingkungan di Desa Cijujung. Melalui langkah sederhana yang dilakukan bersama, pertanian berkelanjutan dapat mulai diterapkan dari lingkungan masyarakat sendiri.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

EA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.