Hamparan vegetasi bawah perkebunan, gulma liar, serta limbah sisa panen pertanian menyimpan potensi besar yang belum tergarap optimal. Sumber daya alam lokal yang melimpah ini dapat diproses menjadi pakan bernilai tambah tinggi untuk menopang ketahanan pakan nasional.
Pusat Riset Peternakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pemanfaatan keanekaragaman hayati lokal tersebut menjadi produk nutrasetika. Pendekatan ini menggabungkan fungsi nutrisi dasar dengan manfaat farmasetika guna memelihara kesehatan serta memacu produktivitas hewan ternak.
Nutrasetika alami ini dimanfaatkan sebagai bahan aditif pakan alami untuk menggantikan peran antibiotik sintetis. Penggunaan rempah-rempah seperti cengkeh dan kayu manis, tanaman paku, limbah nanas, hingga bungkil kopra terbukti ampuh memperkuat kekebalan tubuh ternak sekaligus menekan biaya operasional harian para peternak.
"Pemanfaatan nutrasetika dinilai memiliki manfaat yang luas. Selain mampu meningkatkan kesehatan saluran pencernaan, daya tahan tubuh, serta produktivitas ternak, pendekatan ini juga dapat menekan biaya produksi karena memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia melimpah," kata Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Peternakan BRIN Dini Dwi Ludfiani.
Efisiensi Pakan dan Pengurangan Emisi Metana
Pengolahan kandungan bioaktif seperti tanin, bromelain, asam lemak, hingga racikan probiotik dan prebiotik dari bahan lokal terbukti memperbaiki sistem pencernaan ternak ruminansia. Ternak mampu menyerap nutrisi pakan secara lebih efisien sehingga laju pembentukan daging dan produksi susu harian meningkat secara konsisten.
Pemberian nutrasetika berbasis sumber daya lokal ini juga membantu menekan emisi gas metana yang dihasilkan dari proses pencernaan sapi maupun kambing. Langkah ini menciptakan ekosistem peternakan yang lebih ramah lingkungan melalui pemanfaatan limbah hasil pertanian yang sebelumnya dibiarkan membusuk begitu saja.
"Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan prebiotik, probiotik, sinbiotik, tanin, bromelain, hingga asam lemak dari sumber daya lokal mampu meningkatkan efisiensi penggunaan pakan, memperbaiki kesehatan saluran pencernaan, meningkatkan produksi susu maupun daging, sekaligus membantu menurunkan emisi metana pada ternak ruminansia," kata Dini Dwi Ludfiani.
Pengembangan produk nutrasetika membutuhkan eksplorasi lanjutan berbasis pemetaan mikrobioma dan metabolomik. Peneliti berfokus meracik formula pakan alternatif yang murni memanfaatkan bahan tak terpakai agar tidak memicu persaingan dengan bahan pangan konsumsi manusia.
Penerapan teknologi pakan berbasis bahan lokal ini memangkas ketergantungan industri peternakan nasional pada bahan baku impor, sekaligus memutar roda ekonomi sirkular di wilayah pedesaan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

