Pernah membayangkan bisa berkeliling dunia dalam satu hari? Berpindah dari satu negara ke negara lain hanya dengan beberapa langkah, mencicipi hidangan khas dari berbagai belahan dunia, hingga berbincang langsung dengan orang-orang yang tumbuh dalam budaya yang berbeda. Pengalaman seperti itu mungkin terdengar seperti perjalanan ke luar negeri. Nyatanya, semua itu dapat dirasakan di Kota Malang melalui Global Village Summer 2026.
Banyak orang mengenal budaya dari berbagai negara melalui media sosial, film, atau cerita yang beredar di internet. Namun, memahami sebuah budaya tidak cukup hanya dengan melihatnya dari kejauhan. Berbicara secara langsung, bertukar cerita, dan mengenal pengalaman hidup seseorang sering kali menjadi cara terbaik untuk memahami perbedaan.
Berangkat dari gagasan tersebut, Global Village Summer 2026 turut mendukung Sustainable Development Goal (SDG) 10.2: Universal Inclusion dengan menghadirkan kesempatan untuk mempertemukan delegates dan exchange participant dari berbagai negara. Melalui kesempatan tersebut, diharapkan exchange participant dan delegates dapat saling berinteraksi dan berdiskusi secara langsung.
Sebagai organisasi kepemudaan internasional yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan melalui exchange, AIESEC menghadirkan berbagai program yang mempertemukan generasi muda dari seluruh dunia. Salah satunya adalah Global Village, festival budaya internasional yang menghubungkan masyarakat lokal dengan exchange participant dari berbagai negara dalam satu ruang yang terbuka dan interaktif.
Tahun ini, AIESEC in Universitas Brawijaya kembali menyelenggarakan Global Village Summer 2026 dengan mengusung tema "Compass of Culture: Find Your Way Through Diversity." Tema tersebut mengajak setiap pengunjung menjadikan budaya sebagai kompas untuk menemukan perspektif baru, membangun empati, dan melihat bahwa setiap perbedaan selalu menyimpan cerita yang layak untuk dipahami.

Berbeda dengan festival budaya pada umumnya, Global Village tidak hanya menghadirkan pertunjukan yang dinikmati dari kejauhan. Pengunjung akan diajak terlibat langsung melalui berbagai aktivitas bersama para exchange participant yang sedang menjalankan program volunteer di Malang. Interaksi inilah yang membuat pengalaman mengenal budaya lain terasa lebih dekat dan autentik.
Melalui berbagai country booth, pengunjung dapat menjelajahi keunikan dari masing-masing negara. Mulai dari mencicipi kuliner khas, mengenal tradisi dan kebiasaan masyarakat setempat, menikmati pertunjukan budaya, hingga berbincang langsung dengan para exchange participant. Dalam satu tempat, pengunjung dapat merasakan pengalaman lintas budaya yang biasanya hanya bisa ditemui saat bepergian ke luar negeri.
Menurut Rezky Amalia, Organizing Committee President Global Village Summer 2026, konsep tahun ini dirancang agar pengunjung memiliki kesempatan berinteraksi lebih banyak dengan para exchange participant.
"Global Village tahun ini memberikan pengalaman yang berbeda dan jauh lebih interaktif. Jika sebelumnya pengunjung mungkin cenderung pasif karena hanya menonton pertunjukan atau berkeliling stan, tahun ini kami lebih menonjolkan interaksi langsung dengan para exchange participant."
Melalui konsep tersebut, AIESEC in Universitas Brawijaya berharap setiap pengunjung tidak hanya menikmati suasana festival, tetapi juga membawa pulang pengalaman baru dari setiap percakapan dan pertemuan yang terjadi selama acara berlangsung. Dari obrolan sederhana hingga bertukar cerita mengenai kehidupan sehari-hari, setiap interaksi menjadi kesempatan untuk memahami dunia dari sudut pandang yang berbeda.
Hal senada disampaikan oleh Naurah Shadrina, Organizing Committee Vice President Program Global Village Summer 2026. Menurutnya, tema tahun ini mengingatkan bahwa perbedaan bukanlah sesuatu yang harus dijauhkan, melainkan kesempatan untuk saling belajar.
"Sebagai anak muda, saya merasa tema dan fokus SDG ini sangat relevan. Tema 'Compass of Culture' ini mengingatkan kita kalau perbedaan itu justru arah untuk saling melengkapi. Kehadiran ruang inklusif seperti ini sangat penting agar generasi muda bisa belajar menghargai perspektif orang lain tanpa memandang latar belakang suku atau negara asal mereka."
Selain menikmati berbagai pertunjukan budaya, pengunjung juga memiliki kesempatan untuk mempraktikkan kemampuan berbahasa asing, memperluas relasi internasional, dan mengenal kehidupan masyarakat dari berbagai negara melalui percakapan secara langsung. Pengalaman sederhana seperti inilah yang sering kali menjadi bagian paling berkesan karena menghadirkan pemahaman yang tidak dapat diperoleh hanya melalui internet.
Global Village Summer 2026 akan diselenggarakan pada 2 Agustus 2026 di Gedung Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Melalui Global Village Summer 2026, AIESEC in Universitas Brawijaya mengajak mahasiswa dan masyarakat umum untuk melihat bahwa perjalanan mengenal dunia tidak selalu harus dimulai dengan menaiki pesawat. Terkadang, satu percakapan, satu cerita, dan satu pertemuan sudah cukup untuk membuka cara pandang baru terhadap keberagaman.
Informasi lebih lanjut mengenai Global Village Summer 2026 dapat diperoleh melalui Instagram @brawijayaleads.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


