mahasiswa kknt ipb desa eretan kulon menanamkan kepedulian lewat praktik biopori bersama siswa mtss hasanudin eretan sebagai bekal generasi penjaga bumi - News | Good News From Indonesia 2026

Mahasiswa KKNT IPB Desa Eretan Kulon Menanamkan Kepedulian Lewat Praktik Biopori Bersama Siswa MTsS Hasanudin Eretan Sebagai Bekal Generasi Penjaga Bumi

Mahasiswa KKNT IPB Desa Eretan Kulon Menanamkan Kepedulian Lewat Praktik Biopori Bersama Siswa MTsS Hasanudin Eretan Sebagai Bekal Generasi Penjaga Bumi
images info

BINTANG (Biopori untuk Lingkungan yang Tangguh dan Gemilang)


Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB University Desa Eretan Kulon Tahun 2026 melaksanakan Program BINTANG (Biopori untuk Lingkungan yang Tangguh dan Gemilang) di MTsS Hasanudin Eretan, Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, pada Kamis (23/7/2026).

Program edukasi dan pengabdian masyarakat ini menyasar seluruh siswa kelas VIII sebagai upaya nyata untuk meningkatkan pengetahuan serta kepedulian peserta didik terhadap kelestarian lingkungan sekitar. Melalui penerapan teknologi sederhana yang ramah lingkungan berupa lubang resapan biopori, kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh terkait pentingnya menjaga ekosistem lingkungan dan membiasakan tata kelola pengelolaan sampah organik secara mandiri sejak usia sekolah.

Pelaksanaan program diawali dengan penyampaian materi sosialisasi komprehensif yang mencakup edukasi mengenai pemilahan jenis sampah organik, anorganik, dan B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), tata cara pengolahan sampah yang tepat, serta pemahaman mengenai konsep dasar dan manfaat lubang resapan biopori.

Selain itu, mahasiswa KKN-T IPB University Desa Eretan Kulon juga menjelaskan panduan teknis pembuatan biopori, mulai dari persiapan alat dan bahan yang diperlukan seperti bor tanah manual, pipa PVC beserta tutupnya yang telah dilubangi, hingga tahapan lengkap pembuatan lubang resapan biopori secara detail dan terstruktur.

Pembekalan materi ini dikemas secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab dua arah untuk memicu partisipasi aktif seluruh siswa kelas VIII MTsS Hasanudin Eretan. Melalui pemaparan tersebut, para peserta dapat memahami secara mendalam peran strategis biopori dalam meningkatkan daya resap air tanah, meminimalkan potensi genangan air saat musim hujan, serta mengolah sampah organik menjadi kompos yang dapat menyuburkan tanah sekolah secara alami.

baca juga

Setelah sesi penyampaian materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan praktik dan demonstrasi pembuatan lubang resapan biopori oleh mahasiswa KKN-T IPB University Desa Eretan Kulon. Dalam praktik tersebut, mahasiswa menjelaskan secara rinci tiap tahapan kerja, mulai dari menentukan titik lokasi tanah yang strategis, teknik pengeboran tanah yang benar, tata cara pemasangan pipa biopori agar kokoh, hingga pengisian sampah organik ke dalam lubang sebagai media dekomposisi.

Berbekal peragaan dan arahan teknis tersebut, perwakilan siswa kelas VIII kemudian mempraktikkan secara langsung seluruh proses pembuatan biopori dengan pengawasan langsung oleh mahasiswa KKN-T IPB University Desa Eretan Kulon.

Melalui tahapan demonstrasi dan praktik ini, beberapa titik lubang biopori berhasil terpasang secara optimal di area sekolah sekaligus memberikan pengalaman belajar aplikatif agar para siswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga terampil mengaplikasikannya secara nyata di kehidupan sehari-hari.

baca juga

Selama rangkaian kegiatan berlangsung, para siswa kelas VIII menunjukkan antusiasme yang tinggi melalui partisipasi aktif mereka dalam sesi diskusi, tanya jawab, maupun praktik pembuatan biopori. Pihak sekolah juga menyambut baik pelaksanaan program ini karena dinilai memberikan pengalaman belajar yang aplikatif serta mendukung pembentukan karakter peduli lingkungan bagi peserta didik.

Keberadaan biopori yang telah terpasang diharapkan dapat dirawat secara berkala oleh pihak sekolah sebagai media pembelajaran ekologis yang berkelanjutan. Melalui Program BINTANG, mahasiswa KKN-T IPB University Desa Eretan Kulon berharap pengetahuan yang telah diberikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun di rumah.

Program ini juga diharapkan mampu mendorong tumbuhnya budaya peduli lingkungan di kalangan generasi muda sebagai bagian dari upaya mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

IS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.