“Jakarta tidak hanya dibangun dari gedung-gedung tinggi, tetapi juga dari hasil gotong royong warganya yang peduli dan merawat lingkungan sekitarnya” pungkas Taufiq Supriadi pada acara Indonesia Net Zero Summit 2026 di awal Agustus lalu. Acara ini diselenggarakan oleh FPCI Climate Unit.
Sosok Pak RT dari sebuah gang di daerah Jakarta Timur menjadi sorotan hingga ke mancanegara karena strategi kepemimpinannya yang menerapkan prinsip berkelanjutan.
Taufiq Supriadi menggagas program pencegahan krisis lingkungan berbasis komunitas. Mulai memimpin RT 08/RW 04 Malaka Jaya, Jakarta Timur sejak 14 Oktober 2023, membuatnya terus berinovasi untuk mensejahterakan warganya.
Hanya dalam kurun waktu 70 hari, Taufiq berhasil merealisasikan berbagai macam program, di antaranya mengubah saluran u-ditch menjadi kolam ikan lele, pengelolaan sampah rumah tangga, komposter komunal, lampu tenaga surya, hingga pembuatan sumur artemis sedalam 31 meter.
Dirinya juga membuat sistem penyiraman otomatis tanaman hias, yang mana sisa airnya akan dialirkan langsung ke kolam ikan. Taufiq masih mempunyai 43 inisiatif lain yang lahir dari semangat gotong royong dan lingkungan berkelanjutan.
Aksi yang dilakukan oleh Taufiq Supriadi tidak hanya pembangunan infrastruktur fisik saja, tetapi juga menyebarluaskan pengetahuan bersama baik untuk warganya hingga berbagai wilayah di Indonesia dan luar negeri.
Good Governance di Level Tapak
Melalui website resmi RT 08/RW 04 Malaka Jaya, Taufiq Supriadi mencantumkan secara detail program-program yang ia buat secara transparan. Ada dashboard kas, dompet donasi, data donatur & CSR, pendanaan proyek, total pengeluaran anggaran, jangkauan peserta program, hingga pemetaan serta dampak positif per bulan.
Lewat Blueprint 2023—2028 dan Arsip Tata Kelola RT, terbentuklah sebuah Peta Jalan Pembangunan RT 08/RW 04, dimulai dari pembangunan sistem dan penguatan infrastruktur hingga cita-cita untuk menjadi percontohan global untuk urban community resilience di 2029.
Urban community resilience dimaknai sebagai ketangguhan warga RT 08/RW 04 Malaka Jaya dalam membangun sistem yang padat melalui inovasi pangan, ekonomi, digitalisasi, dan partisipasi warga.
Selain blueprint yang dihasilkan dari musyawarah masyarakat, warga RT 08/RW 09 yang diketuai oleh Taufiq juga membuat dokumen-dokumen Tata Kelola RT yang baik, termasuk dari SOP Regenerasi dan Transisi Pengurus, SOP Penanganan Konflik Internal, hingga SK Pengurus Pengelolaan Sampah.
Langkah yang diambil oleh seorang Taufiq Supriadi adalah aksi nyata bahwa RT bukan hanya lembaga administratif level kecil, melainkan dapat percontohan strategis pembangunan berbasis masyarakat lokal yang demokratis dan transparan.
Program Nyata di Tingkat RT ke Nasional hingga Internasional
Kepemimpinan yang baik menghasilkan program-program konkret dan berdampak harus dimulai dari tingkat tapak hingga nasional dan Taufiq berhasil membuktikan itu. Bahkan, banyak Rukun Tetangga dari wilayah lain di Jakarta maupun luar daerah yang belajar hingga bermitra dengan programnya.
Tak hanya itu, Taufiq juga menjalin kolaborasi dengan akademisi bersama beberapa perguruan tinggi di Indonesia untuk belajar dan meneliti pengelolaan sampah dan ketahanan pangan berbasis masyarakat.
Website yang dibangun oleh Taufiq dan warganya menjadi bagian penting dari pembangunan “Pusat Data Pencegah Krisis Planet” berbasis RT. Dengan begitu, data dari akar rumput dapat menjadi rujukan dan bahan pertimbangan ke level nasional menghadapi krisis iklim, strategi ketahanan pangan, dan pembangunan yang berkeadilan serta berkelanjutan.
Selanjutnya, Survive Architecture Indonesia/ Eco EduFarm Indonesia yang digagas oleh Taufiq telah disosialisasikan ke berbagai macam komunitas mancanegara dan membentuk jejaring inovasi internasional dari berbagai negara di Asia-Pasifik, Australia, Timur Tengah, Eropa, hingga Amerika Serikat.
Dari membangun dan memimpin Gang Malaka Jaya, Taufiq berhasil menerima penghargaan MURI, sertifikasi Hak Kekayaan Intelektual di Amerika Serikat, dan dua kali undangan resmi dari Pemerintah Tiongkok.
Yang membanggakan lagi, ia berhasil membuktikan inisiatif lokal dapat berkontribusi pada Indonesia Emas 2045 maupun pencapaian Sustainable Development Goals 2030.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


