ikan bakar manokwari sajian ikan laut dengan sambal pedas khas papua - News | Good News From Indonesia 2026

Ikan Bakar Manokwari, Sajian Ikan Laut dengan Sambal Pedas Khas Papua

Ikan Bakar Manokwari, Sajian Ikan Laut dengan Sambal Pedas Khas Papua
images info

Ikan Bakar Manokwari, Sajian Ikan Laut dengan Sambal Pedas Khas Papua | Flickr | Ridho Nur Imansyah


Berbicara tentang makanan khas Papua, sajian berbahan dasar ikan tentu tidak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat di wilayah pesisir. Salah satunya adalah ikan bakar Manokwari, hidangan sederhana yang mengandalkan ikan laut segar dan sambal bercita rasa pedas sebagai pelengkap utamanya.

Sekilas, ikan bakar Manokwari mungkin terlihat seperti hidangan ikan bakar pada umumnya. Namun, ada satu hal yang membuatnya berbeda, yakni bumbu yang disajikan di atas ikan. Lalu, seperti apa sejarah, bahan baku, rasa, hingga cara penyajiannya. Yuk, simak artikel berikut ini Kawan GNFI!

Filosofi Ikan Bakar Manokwari

Ikan bakar pedas Manokwari merupakan salah satu kuliner khas Papua Barat Daya yang menggunakan ikan laut sebagai bahan utamanya. Hidangan ini dikenal dengan cita rasa pedas serta bumbu khas yang membedakannya dari ikan bakar di daerah lain.

Melansir dari Indonesia Travel, ikan bakar pedas Manokwari disebut mencerminkan budaya masyarakat Papua Barat Daya yang hidup selaras dengan alam, khususnya laut.

Hidangan ini juga melambangkan kebersamaan karena kerap disajikan dalam acara keluarga atau perayaan tradisional. Sementara itu, rasa pedasnya dianggap sebagai simbol semangat dan keberanian masyarakat Manokwari dalam menghadapi tantangan.

Bahan Baku dan Bumbu Ikan Bakar Manokwari

Kunci pertama dari ikan bakar Manokwari terletak pada ikan yang digunakan. Ikan tongkol menjadi salah satu jenis ikan yang umum digunakan. Meski begitu, beberapa sumber juga menyebutkan jenis ikan laut lain dapat digunakan untuk membuat sajian ini, seperti ikan kerapu dan ikan tuna.

Ikan kemudian dibersihkan dan biasanya diberi sedikit garam serta perasan jeruk sebelum dibakar. Tahap sederhana ini membantu mengurangi aroma amis sekaligus memberikan rasa dasar pada ikan.

Namun, rahasia utama ikan bakar Manokwari justru berada pada sambalnya. Sambal khasnya dibuat dari bahan-bahan sederhana seperti cabai rawit merah, bawang merah, garam, dan sedikit gula. Dalam beberapa resep, bahan tersebut ditumbuk kasar sehingga teksturnya masih terasa ketika disantap.

Sambal tersebut juga biasanya tidak dimasak terlebih dahulu. Bumbu yang telah ditumbuk kemudian langsung ditaburkan atau disiramkan di atas ikan yang sudah matang. Karena itulah, cita rasa cabai dan bawang terasa lebih segar dan menonjol.

baca juga

Seperti Apa Rasa Ikan Bakar Manokwari?

Kalau Kawan GNFI menyukai makanan pedas, ikan bakar Manokwari bisa menjadi salah satu sajian yang menarik untuk dicoba.

Daging ikan yang dibakar menghasilkan aroma smoky dengan tekstur daging yang lembut dan gurih. Cabai yang digunakan pada sambal memberikan rasa pedas yang langsung terasa, sementara bawang merah menambahkan rasa gurih dan aroma yang khas.

Dalam beberapa resep, penggunaan jeruk juga memberikan sedikit rasa asam yang membuat hidangan terasa lebih segar. Berbeda dari ikan bakar yang menggunakan kecap manis sebagai bumbu utama, ikan bakar Manokwari lebih menonjolkan rasa pedas dan segar dari sambal. 

Cara Penyajian Ikan Bakar Manokwari

Setelah dibumbui dengan rempah yang ditumbuk, ikan kemudian dibakar di atas bara api hingga matang. Proses pembakaran dilakukan hingga bagian luar ikan terasa garing, sementara bagian dalamnya tetap lembut. Ikan yang telah matang kemudian siap disajikan.

Ikan Bakar Manokwari dapat dinikmati sebagai hidangan sehari-hari maupun disajikan dalam acara adat, perayaan khusus, atau ketika ada tamu. Penyajiannya yang sederhana justru membuat cita rasa ikan dan bumbu menjadi bagian yang paling menonjol.

Bagi Kawan GNFI yang ingin mengenal kuliner Papua, ikan bakar Manokwari bisa menjadi salah satu pilihan. 

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Amanda Jingga Rambadani lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Amanda Jingga Rambadani.

AJ
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.