mahasiswa kknt inovasi ipb university petakan rawan bencana tsunami di desa panimbangjaya pandeglang - News | Good News From Indonesia 2026

Mahasiswa KKNT Inovasi IPB University Petakan Rawan Bencana Tsunami di Desa Panimbangjaya, Pandeglang

Mahasiswa KKNT Inovasi IPB University Petakan Rawan Bencana Tsunami di Desa Panimbangjaya, Pandeglang
images info

Mencegah Risiko Pesisir: Langkah Mahasiswa KKNT IPB Petakan Zona Rawan Tsunami di Panimbangjaya


Sebagai bentuk pengabdian dan respon terhadap potensi bencana pesisir, kelompok mahasiswa KKNT Inovasi IPB University menyusun Peta Kerawanan Bencana Tsunami berbasis Digital Elevation Model (DEM) untuk Desa Panimbangjaya, Pandeglang.

Pesisir barat Pulau Jawa, khususnya kawasan Kabupaten Pandeglang, Banten, memiliki riwayat panjang serta potensi kebencanaan pesisir yang tinggi, salah satunya bahaya gelombang tsunami.

Kesadaran akan risiko ini mendorong berbagai pihak untuk terus berupaya memperkuat kapasitas mitigasi masyarakat lokal. Tak terkecuali para generasi muda yang tengah menempuh pendidikan tinggi.

Melihat kondisi tersebut, kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Inovasi IPB University kelompok Pandeglang Kab01 mengambil langkah nyata. Kawan GNFI, para mahasiswa ini menginisiasi pembuatan Peta Kerawanan Bencana Tsunami di Desa Panimbangjaya, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Program kerja ini ditujukan untuk memberikan gambaran spasial yang akurat serta memperkuat kesiapsiagaan warga dan pemerintah setempat dalam menghadapi ancaman bencana pesisir.

baca juga

Mengolah Data Elevasi Berbasis Digital Elevation Model (DEM)

Dalam penyusunan peta informasi geospasial ini, Kawan GNFI perlu tahu bahwa prosesnya tidak sekadar menggambar garis pantai biasa. Tim mahasiswa KKNT Inovasi IPB University memanfaatkan data spasial sekunder yang diunduh dari portal resmi geospasial nasional, yaitu Ina-Geoportal.

Peta kerawanan ini dianalisis dengan mengelompokkan tingkat risiko suatu wilayah berdasarkan ketinggian daratan dari permukaan laut (Digital Elevation Model atau DEM). Analisis dilakukan melalui pembobotan dan skala pemetaan berikut:

  • Skor Ancaman 5 (Kerawanan Sangat Tinggi): Diperuntukkan bagi wilayah daratan dengan ketinggian kurang dari atau sama dengan 8 meter di atas permukaan laut (≤ 8 mdpl).
  • Skor Ancaman 4 (Kerawanan Tinggi): Diperuntukkan bagi wilayah daratan dengan ketinggian di atas 8 meter hingga 15 meter di atas permukaan laut (> 8—15 mdpl).
  • Skor Ancaman 3 (Kerawanan Sedang): Diperuntukkan bagi wilayah dengan ketinggian di atas 15 meter hingga 30 meter di atas permukaan laut (> 15—30 mdpl).

Prinsip metodologi geospasial ini terbilang lugas: semakin rendah elevasi daratan pesisir dari permukaan laut, maka wilayah tersebut dinilai semakin rawan terhadap paparan hempasan gelombang tsunami.

Setelah tahapan pemrosesan penskoran elevasi selesai, data spasial di-clip atau dipotong sesuai batas administrasi wilayah Desa Panimbangjaya. Tahap akhir dilanjutkan dengan proses layouting menggunakan perangkat lunak sistem informasi geografis (GIS) untuk menyematkan peta inset, logo instansi, legenda, serta informasi pendukung lainnya agar mudah dipahami publik.

baca juga

3 Zona Kerawanan di Desa Panimbangjaya

Berdasarkan hasil analisis geospasial yang dipetakan oleh tim mahasiswa, wilayah Desa Panimbangjaya terbagi menjadi tiga tingkatan zona kerawanan bencana tsunami:

  • Zona Merah (Tingkat Kerawanan Tinggi): Melingkupi sebagian besar kawasan pesisir Desa Panimbangjaya, termasuk permukiman padat penduduk yang berada langsung di garis pantai dan sepanjang sempadan sungai. Area strategis seperti Kantor Desa Panimbangjaya juga berada di zona rentan ini.
  • Zona Oranye (Tingkat Kerawanan Sedang): Menjangkau wilayah daratan yang berada sedikit lebih dalam dari garis pantai, berfungsi sebagai area transisi limpasan air.
  • Zona Kuning (Tingkat Kerawanan Rendah): Berada pada area daratan bagian dalam desa yang memiliki kontur elevasi tanah lebih tinggi.

Visualisasi peta ini sangat krusial mengingat sebagian besar aktivitas perekonomian dan keseharian warga Desa Panimbangjaya berada di dekat garis pantai.

Pemasangan Plank Peta Kerawanan Bencana Tsunami

Kolaborasi Nyata Demi Mitigasi Berkelanjutan

Penyusunan peta mitigasi ini dilakukan di bawah naungan Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship (LPAI) IPB University serta mendapat dukungan melalui program Diktisaintek Berdampak. Pemasangan fisik papan informasi peta dilakukan oleh kelompok KKNT IPB Pandeglang Kab01.

Kepala Desa Panimbangjaya dan warga sekitar mengapresiasi kontribusi ilmiah para mahasiswa IPB University. Peta berbasis data terukur ini dinilai menjadi aset informasi yang sangat berharga bagi desa.

Peta informasi kerawanan tsunami ini ke depannya diharapkan tidak hanya menjadi pajangan semata, melainkan menjadi acuan dasar bagi Pemerintah Desa Panimbangjaya dalam menyusun jalur evakuasi bencana, perencanaan tata ruang desa, hingga edukasi kebencanaan secara berkala bagi warga setempat.

Melalui aksi nyata mahasiswa KKNT Inovasi IPB University ini, Kawan GNFI bisa melihat bagaimana sains, data geospasial, dan kepedulian sosial dapat berpadu menciptakan dampak positif yang nyata bagi keamanan masyarakat pesisir Indonesia.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

NF
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.