perjalanan domestik meledak di bulan maret provinsi ini sumbang wisatawan terbanyak - News | Good News From Indonesia 2026

Perjalanan Domestik Meledak di Bulan Maret, Provinsi Ini Sumbang Wisatawan Terbanyak

Perjalanan Domestik Meledak di Bulan Maret, Provinsi Ini Sumbang Wisatawan Terbanyak
images info

Foto oleh Maximus Beaumont di Unsplash


Denyut pergerakan wisatawan domestik di tanah air menunjukkan grafik yang sangat dinamis sepanjang semester pertama tahun 2026.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) merekam total perjalanan wisatawan nusantara selalu berada di atas angka 90 juta kali per bulan.

Puncak pergerakan tertinggi terjadi pada Maret 2026 yang melonjak tajam hingga menyentuh 126.339.846 perjalanan, bertepatan dengan momentum libur keagamaan dan momen mudik masyarakat.

Warga di Pulau Jawa menjadi penyumbang terbesar pergerakan wisata domestik ini. Provinsi Jawa Barat konsisten menduduki posisi teratas sebagai daerah asal perjalanan terbanyak di Indonesia.

Pada Maret 2026 saja, warga Jawa Barat melakukan 24.494.100 kali perjalanan wisata, disusul Jawa Timur sebesar 19.363.664 perjalanan, dan Jawa Tengah sebanyak 15.466.192 perjalanan.

Sementara itu, warga DKI Jakarta mencatatkan porsi yang tak kalah besar dengan melakukan 10.920.499 kali perjalanan pada bulan yang sama.

 

Denyut Pergerakan Wisatawan di Luar Pulau Jawa

Di luar Pulau Jawa, pergerakan warga untuk melakukan perjalanan wisata juga mencatatkan angka yang cukup stabil.

Pulau Sumatra menjadi wilayah dengan mobilitas terbanyak di luar Jawa, di mana warga Sumatra Utara menyumbang angka perjalanan tertinggi di wilayahnya dengan 5.992.007 perjalanan pada Maret 2026, disusul Riau sebesar 3.051.342 perjalanan dan Lampung sebanyak 2.645.512 perjalanan.

Di kawasan Indonesia Timur, warga Sulawesi Selatan memimpin pergerakan perjalanan lokal dengan mencatatkan 4.182.597 perjalanan pada bulan Maret 2026.

Sementara itu, wilayah Bali mencatatkan pergerakan warga lokal yang melakukan perjalanan sebesar 2.735.151 kali pada bulan yang sama. Pada periode Juni 2026, saat memasuki masa libur sekolah, pergerakan secara nasional kembali naik menjadi 107.192.435 perjalanan.

Catatan statistik BPS ini juga memperlihatkan perbedaan volume perjalanan yang cukup jauh antara provinsi di Pulau Jawa dan kawasan timur Indonesia.

Beberapa provinsi baru di wilayah Papua seperti Papua Selatan dan Papua Barat rata-rata hanya mencatatkan angka pergerakan di kisaran 20 ribu hingga 80 ribu perjalanan per bulan.

Kondisi ini dipengaruhi oleh faktor jumlah populasi penduduk, ketersediaan sarana transportasi, serta aksesibilitas infrastruktur penunjang di tiap daerah.

Besarnya volume perjalanan puluhan juta warga dari daerah asal ini menjadi tumpuan utama roda ekonomi daerah destinasi, terutama dalam menghidupkan sektor kuliner, transportasi lokal, penginapan, hingga usaha mikro di sepanjang rute perlintasan.

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.