inspirasi dari fisip uny perkuat kewarganegaraan ekologis bersama warga kampung emas iroyudan - News | Good News From Indonesia 2026

Terinspirasi FISIP UNY, Perkuat Kewarganegaraan Ekologis bersama Warga Kampung Emas Iroyudan

Terinspirasi FISIP UNY, Perkuat Kewarganegaraan Ekologis bersama Warga Kampung Emas Iroyudan
images info

Pelaksanaan PkM FISIP UNY


FISIP UNY melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Taman Jati Larangan, Pedukuhan Iroyudan, Kalurahan Guwosari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul, Selasa (21/7/2026).

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, dilaksanakan pemaparan materi mengenai Digital Marketing Produk UMKM oleh Muhammad Nur Chozin, M.P.A., serta Pengembangan Bidang Pertanian oleh dosen UPNVY, Tiara Sarastika, S.Si., M.Sc.

Pemaparan materi pada sesi utama tersbut diarahkan untuk membantu pelaku UMKM lokal memperluas jangkauan pemasaran melalui teknologi digital serta memberikan wawasan mengenai inovasi dan pengelolaan sektor pertanian berkelanjutan.

Selain itu, dilaksanakan pula sosialisasi bertajuk “Penguatan Kewarganegaraan Ekologis sebagai Upaya Pembentukan Karakter Peduli Lingkungan di Kampung Emas Iroyudan, Guwosari, Pajangan, Bantul.”

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga mengenai kewarganegaraan ekologis, memperkuat karakter peduli lingkungan, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

baca juga

Sesi ini merupakan implementasi Program PkM Dosen berkegiatan Di Luar Kampus (DLK) yang diketuai oleh Dr. Annisa Istiqomah, M.Pd. dengan anggota Tim Dosen yang terdiri dari (1) Prof. Dr. Marzuki, M.Ag.; (2) Dr. Samsuri, M.Ag.; dan (3) Cucu Sutrisno, M.Pd.

Kegiatan PkM dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, dosen, tenaga kependidikan, perwakilan mahasiswa, serta masyarakat Kampung Emas Iroyudan.

Kehadiran sivitas akademika FISIP UNY menjadi wujud sinergi perguruan tinggi dalam mendampingi masyarakat desa sekaligus mendorong pengembangan potensi lokal berbasis kepedulian lingkungan.

Acara diawali dengan sambutan Dekan FISIP UNY, Dr. Rhoma Dwi Aria Yuliantri, M.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan masyarakat untuk mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berbasis potensi lokal.

Pidato juga disampaikan oleh Lurah Guwosari, Masduki Rahmad, S.I.P. Ia menyambut baik kehadiran sivitas akademika UNY dan berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berharap apa yang disampaikan oleh para narasumber dari FISIP UNY dapat benar-benar diimplementasikan oleh masyarakat, serta menjadi pemicu untuk meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan warga Guwosari,” ujarnya.

Sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan dokumen kerja sama dan berita acara antara pimpinan FISIP UNY, Lurah Guwosari, dan Dukuh Iroyudan.

Penandatanganan tersebut menjadi dasar penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pelaksanaan program-program pemberdayaan di masa mendatang.

baca juga

Membangun Kesadaran Ekologis

Sesi sosialisasi mengenai kewarganegaraan ekologis menghadirkan Dr. Annisa Istiqomah, S.Pd., M.Pd., dan Dr. Samsuri, M.Ag. sebagai pembicara. Keduanya menyampaikan materi mengenai pentingnya membangun kesadaran warga dalam menjaga lingkungan serta menghubungkan tanggung jawab ekologis dengan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Kewarganegaraan ekologis tidak hanya dimaknai sebagai pengetahuan mengenai lingkungan, tetapi juga sebagai sikap dan tindakan nyata warga dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Nilai tersebut dapat diwujudkan melalui kebiasaan menjaga kebersihan, mengurangi sampah, merawat ruang publik, melestarikan lingkungan, serta berpartisipasi dalam kegiatan sosial dan gotong royong.

Dalam pemaparannya, narasumber mengajak masyarakat memahami bahwa kepedulian lingkungan perlu dibangun mulai dari tingkat individu dan keluarga. Kesadaran tersebut kemudian dikembangkan menjadi gerakan bersama di tingkat masyarakat.

Dengan cara ini, lingkungan tidak hanya dipandang sebagai ruang hidup, tetapi juga sebagai tanggung jawab bersama yang perlu diwariskan kepada generasi mendatang.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, tanya jawab, dan refleksi. Masyarakat berkesempatan menyampaikan pengalaman serta berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi di sekitar Kampung Emas Iroyudan.

Dialog tersebut menjadi ruang untuk mengidentifikasi langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan warga secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, FISIP UNY berharap penguatan kewarganegaraan ekologis dapat berkembang menjadi gerakan masyarakat yang berkelanjutan. Kampung Emas Iroyudan diharapkan tidak hanya menjadi ruang pembelajaran bagi warga, tetapi juga menjadi contoh praktik kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang bersih, lestari, dan berdaya.

baca juga

Menumbuhkan Kewarganegaraan Ekologis dari Lingkungan Terdekat

Kegiatan PkM di Kampung Emas Iroyudan menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh melalui proses belajar, dialog, dan keterlibatan bersama. Lingkungan tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya kehidupan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pendidikan yang mengajarkan tanggung jawab, gotong royong, dan kepedulian antargenerasi.

Dari ruang sederhana seperti Taman Jati Larangan, masyarakat diajak untuk melihat bahwa persoalan lingkungan merupakan bagian dari persoalan kewarganegaraan.

Kegiatan ini juga menjadi refleksi bahwa menjaga lingkungan tidak cukup dilakukan melalui imbauan atau kegiatan seremonial. Kepedulian ekologis perlu diwujudkan dalam kebiasaan sehari-hari dan tindakan nyata.

Ketika warga mulai menjaga kebersihan, merawat ruang publik, mengurangi sampah, dan berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan, pada saat yang sama mereka sedang menjalankan tanggung jawab sebagai warga negara.

Dalam konteks tersebut, generasi muda memiliki peran yang sangat penting. Generasi muda bukan hanya penerima dampak dari kerusakan lingkungan, tetapi juga kelompok yang memiliki kemampuan untuk menciptakan perubahan.

Kreativitas, keberanian, kemampuan berkomunikasi, serta kedekatan generasi muda dengan teknologi digital dapat menjadi kekuatan untuk menyebarkan pengetahuan dan membangun gerakan lingkungan yang lebih luas.

Kawan GNFI dapat memulai menguatkan kewarganegaraan ekologis dari hal-hal sederhana di lingkungan terdekat.

Tidak membuang sampah sembarangan, membawa wadah minum sendiri, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menggunakan air dan energi secara bijak, menanam serta merawat pohon, dan ikut dalam kegiatan bersih lingkungan merupakan bentuk tindakan yang memiliki arti penting. 

Tindakan tersebut mungkin terlihat kecil, tetapi jika dilakukan secara konsisten dan bersama-sama, dampaknya dapat dirasakan oleh masyarakat.

Generasi muda juga dapat memanfaatkan media sosial bukan hanya untuk berbagi informasi, tetapi untuk membangun kesadaran publik. Cerita mengenai kegiatan kerja bakti, pengelolaan sampah, pelestarian ruang terbuka, atau inisiatif komunitas dapat menjadi inspirasi bagi orang lain.

Media sosial dapat digunakan untuk mengajak, mendokumentasikan, mengedukasi, dan mempertemukan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Kewarganegaraan ekologis pada akhirnya bukan sekadar konsep, melainkan cara pandang dan gaya hidup. Menjadi warga negara ekologis berarti menyadari bahwa setiap tindakan memiliki dampak terhadap lingkungan dan kehidupan orang lain. Menjaga lingkungan berarti menjaga kesehatan, keamanan, kenyamanan, serta masa depan bersama.

Melalui refleksi dari kegiatan PkM tersebut, Kawan GNFI dapat mengambil inspirasi bahwa perubahan dapat dimulai dari diri sendiri, keluarga, sekolah, kampus, tempat kerja, dan komunitas. Setiap anak muda dapat menjadi bagian dari solusi dengan memilih untuk peduli, terlibat, dan mengajak orang lain melakukan tindakan yang sama.

Dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten, dapat tumbuh kebiasaan baru. Dari kebiasaan baru, dapat terbentuk budaya peduli lingkungan. Selanjutnya, budaya tersebut dapat berkembang menjadi gerakan sosial yang memperkuat karakter warga negara dan menjaga keberlanjutan Indonesia untuk generasi mendatang.

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

CS
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.