mengubah limbah menjadi wadah kofea hadirkan cup biodegradable berbasis ampas kopi dan talas beneng di malang - News | Good News From Indonesia 2026

Ubah Limbah jadi Wadah: KOFEA Hadirkan Cup Biodegradable Berbasis Ampas Kopi dan Talas Beneng di Malang

Ubah Limbah jadi Wadah: KOFEA Hadirkan Cup Biodegradable Berbasis Ampas Kopi dan Talas Beneng di Malang
images info

Tampilan produk inovatif wadah ramah lingkungan (cup biodegradable) KOFEA berbasis ampas kopi dan talas beneng


Tren minum kopi di kalangan generasi muda Indonesia kini tidak lagi sekadar gaya hidup, melainkan sudah mulai bergeser ke arah kesadaran lingkungan. Di tengah menjamurnya specialty coffee shop di Kota Malang, sekelompok inovator muda sukses menciptakan sebuah terobosan hijau yang solutif bernama KOFEA.

Mereka memproduksi wadah minuman ramah lingkungan (cup biodegradable) dengan memanfaatkan kombinasi unik antara limbah ampas kopi (spent coffee grounds) dan pati talas beneng.

Inovasi ini dikembangkan oleh Oktaviana Putri Lestari C, Febriana Nurdaningrum, Azzra Amaritha Iswa, Nikmatul Fitriyah, dan Sarah Khoirun Nisa, di bawah bimbingan dosen Prof. Dr. Evi Susanti, S.Si., M.Si., dan didanai melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K).

Langkah kreatif ini lahir sebagai jawaban atas tingginya volume limbah plastik sekali pakai serta tumpukan ampas kopi yang kerap terbuang sia-sia dari meja-meja barista setiap harinya.

Menjawab tantangan tersebut, KOFEA hadir memberikan solusi ekonomi sirkular yang tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga memberikan nilai ekonomi baru pada komoditas pangan lokal Indonesia.

baca juga

Selama ini, ampas kopi dinilai sebagai sisa konsumsi yang tidak lagi berguna. Padahal, melalui penanganan yang tepat, limbah organik ini memiliki kandungan serat selulosa yang kuat untuk dimanfaatkan kembali.

Melalui riset intensif, tim KOFEA memadukan ampas kopi tersebut dengan pati talas beneng, jenis umbi-umbian lokal yang kaya akan karbohidrat. Namun, pemanfaatannya belum optimal di sektor industri modern.

Kombinasi kedua bahan baku utama ini menghasilkan material bioplastik yang kokoh, tahan panas, dan sepenuhnya dapat terurai secara alami oleh tanah (biodegradable) tanpa meninggalkan residu mikroplastik yang berbahaya.

Langkah inovasi ini sekaligus membuktikan bahwa kemasan alternatif pengganti plastik yang bersahabat dengan bumi dapat diproduksi secara mandiri dengan bahan baku yang melimpah di dalam negeri.

Dari Riset ke Lini Produksi

Perjalanan KOFEA dari konsep menjadi produk jadi melewati tiga tahapan yang terstruktur. Tahap pertama adalah riset pasar dan studi literatur untuk menentukan komposisi bahan baku yang aman untuk kontak pangan, sekaligus menjajaki kerja sama pasokan ampas kopi dengan sejumlah specialty coffee shop di Kota Malang.

Tahap berikutnya adalah produksi, di mana adonan ampas kopi dan pati talas beneng dicampur dengan perbandingan tertentu, dilengkapi gliserol, asam sitrat, beeswax, minyak kelapa, dan akuades sesuai standar operasional.

Adonan tersebut kemudian dicetak menggunakan mesin hot press dan dilapisi lilin lebah (dip-coating) agar menghasilkan cup yang kokoh, tahan panas, dan tidak mudah bocor.

Setiap batch produk melewati quality control yang mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI) 06-0939-2006 tentang kelayakan wadah pangan, termasuk uji migrasi total dan uji biodegradabilitas.

baca juga

Tahap terakhir, pasca-produksi, difokuskan pada perluasan pasar: promosi langsung ke coffee shop disertai sampel produk, pemasaran melalui WhatsApp dan e-commerce, hingga evaluasi berkala untuk menjaga kualitas produksi.

Disambut Hangat oleh Pasar Kedai Kopi Malang

Sebagai kota pendidikan yang dipadati oleh mahasiswa dan komunitas kreatif, Malang menjadi ekosistem yang sangat ideal bagi pertumbuhan specialty coffee shop. Pangsa pasar inilah yang dibidik secara jeli oleh KOFEA.

Melalui pendekatan strategi pemasaran flywheel, KOFEA menitikberatkan pada kepuasan pelanggan, kualitas produk, dan rekomendasi antar-komunitas secara organik.

"Kami ingin memastikan bahwa kedai kopi tidak hanya menyajikan rasa terbaik dari biji kopi pilihan, tetapi juga ikut bertanggung jawab atas kemasan pasca-konsumsi yang mereka gunakan," ujar Okta selaku Ketua Tim.

Respon dari para pemilik kedai kopi serta konsumen di Malang sejauh ini sangat positif, mereka merasa bangga bisa menjadi bagian dari gerakan keberlanjutan ini.

Melalui penerapan manajemen kualitas yang ketat, KOFEA memastikan setiap produk yang keluar dari lini produksi memenuhi standar kekuatan fisik dan estetika yang selaras dengan konsep modern kedai kopi masa kini. Hal ini sekaligus menepis anggapan lama bahwa produk ramah lingkungan selalu terlihat kusam dan kurang menarik.

baca juga

Langkah Selanjutnya

Dari sisi legalitas, usaha ini telah mengantongi Nomor Induk Berusaha (NIB) serta mengajukan hak cipta atas produknya. Dua prasyarat penting bagi usaha rintisan mahasiswa yang ingin naik kelas dari sekadar proyek kampus menjadi badan usaha yang diakui secara hukum.

Tim KOFEA menyebut perjalanan mereka belum berhenti di titik ini. Untuk tahun-tahun mendatang, mereka menargetkan peningkatan kapasitas produksi dan perluasan jaringan pemasaran ke lebih banyak specialty coffee shop di Malang Raya, pengembangan varian produk baru, hingga ekspansi pasar ke tingkat nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Melalui KOFEA, mahasiswa Universitas Negeri Malang menunjukkan bahwa solusi atas persoalan limbah kemasan sekali pakai tidak harus dicari dari teknologi yang rumit atau bahan baku impor jawabannya bisa saja sudah ada di meja kedai kopi terdekat, menunggu untuk diolah menjadi sesuatu yang lebih bernilai.

Kombinasi kedua bahan baku utama ini menghasilkan material bioplastik yang kokoh, tahan panas, dan sepenuhnya dapat terurai secara alami oleh tanah (biodegradable) tanpa meninggalkan residu mikroplastik yang berbahaya. Langkah inovasi ini sekaligus membuktikan bahwa kemasan alternatif pengganti plastik yang bersahabat dengan bumi dapat diproduksi secara mandiri dengan bahan baku yang melimpah di dalam negeri.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

OP
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.