Pasbana - Jengkol atau di Sumbar dikenal dengan nama Jariang, mungkin lebih sering hadir di meja makan sebagai lauk yang sederhana. Namun, di tangan Ilham, pangan khas yang aromanya begitu kuat itu justru membuka pintu menuju pasar internasional.
Ceritanya bermula dari sebuah perjalanan ke Jepang pada 2017, ketika ia membawa jengkol segar sebagai oleh-oleh untuk kerabat.
Tak disangka, jengkol yang dibawanya memancing minat diaspora Indonesia di Jepang. Dari situlah muncul sebuah pertanyaan sederhana: jika permintaannya ada, mengapa jengkol Sumatera Barat tidak dikirim secara resmi ke sana?
Pertanyaan itu kemudian berubah menjadi perjalanan panjang. Ilham mulai mencari informasi mengenai persyaratan ekspor, mengikuti seminar, diskusi, hingga pelatihan yang digelar pemerintah. Ia ingin memahami bukan sekadar bagaimana menjual jengkol, tetapi bagaimana memastikan komoditas itu memenuhi standar negara tujuan.


