Pulau Tidung selama ini dikenal sebagai salah satu wisata di Kepulauan Seribu. Keindahan pesisir dan Jembatan Cinta menjadi daya tarik yang banyak dikenal wisatawan. Di balik aktivitas pariwisatanya masyarakat Pulau Tidung memiliki kehidupan bahari yang dekat dengan berbagai aktivitas keseharian, khususnya kegiatan masyarakat pesisir.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat Wilayah Binaan Unggulan Universitas (PPM-WBU) 2026 yang dilaksanakan oleh tim dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ).
Program ini mengangkat aktivitas keseharian masyarakat Pulau Tidung yang menjadi sumber inspirasi penciptaan gerak tari sekaligus langkah strategis untuk memperkuat kompetensi guru Seni Budaya tingkat SMP di wilayah Pulau Tidung.
Melalui program PKM-WBU 2026, kehidupan masyarakat diamati dan ditransformasikan kedalam bentuk gerak tari. program ini dipimpin oleh Dr. Nursilah, M.Si., bersama Drs. Ida Bagus Ketut Sudiasa, M.Sn., dan Leny Suryani, S.Pd., M.Sn.
Ensiklopedia Gerak Pulau Tidung Berangkat dari Keseharian Warga
Workshop Pembekalan Guru oleh Tim Dosen | Nursilah
Gagasan penyusunan ensiklopedia berangkat dari kebutuhan untuk memperkuat kemampuan guru Seni Budaya tingkat SMP di wilayah Pulau Tidung dalam menggali potensi budaya lokal sebagai sumber pembelajaran tari.
Berdasarkan pemetaan awal, salah satu persoalan yang ditemukan adalah keterbatasan guru dalam menggali motif gerak yang bersumber dari lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.
Kondisi inilah yang mendorong tim dosen UNJ untuk hadir memberikan pelatihan dengan pendekatan kontekstual. Para guru diajak untuk mengamati aktivitas masyarakat, mengidentifikasi gerak yang muncul dalam kehidupan sehari-hari, kemudian mengembangkannya menjadi motif gerak tari.
Tim menargetkan sedikitnya 60 motif gerak seperti aktivitas menebar jala, mendayung perahu, kegiatan yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat pesisir, yang akan dihimpun dalam Ensiklopedia Motif Gerak Lokal Pulau Tidung.
Setiap motif tidak hanya dideskripsikan melalui tulisan, tetapi juga dilengkapi dengan foto peraga dan video tutorial yang dapat diakses melalui kode QR menuju YouTube.
Dengan format tersebut, ensiklopedia diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi gerak, tetapi juga dapat digunakan sebagai rujukan praktis dalam proses pembelajaran seni tari.
Guru dan Mahasiswa Berkolaborasi Kembangkan Gerak Lokal
Program ini tidak hanya melibatkan dosen dan guru Seni Budaya. Mahasiswa UNJ turut mengambil peran melalui skema Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Dua mahasiswa berprestasi Prodi Pendidikan Tari, Desmayanti Zahra Alya dan Hasna Aidah Nursaumi, dilibatkan secara langsung ke Pulau Tidung.
Desmayanti berperan dalam pengelolaan aspek media audiovisual, mulai dari proses perekaman dokumentasi hingga pengunggahan video bahan ajar singkat (micro-learning) ke YouTube. Sementara itu, Hasna mengomandani administrasi data, rekapitulasi evaluasi kompetensi guru, serta pengarsipan data digital.
Keterlibatan mahasiswa tersebut menjadi bagian dari pengalaman pembelajaran di luar kampus. Mereka tidak hanya memperoleh pengalaman dalam mendukung kegiatan akademik dosen, tetapi juga berhadapan langsung dengan masyarakat dan melihat bagaimana aktivitas budaya lokal dapat dikembangkan menjadi sumber pembelajaran seni.
Keterlibatan aktif ini memberikan mereka pengalaman sosial nyata yang dihargai setara dengan 2 hingga 3 SKS kegiatan akademik di kampus.
Menjaga Gerak Lokal agar Tetap Berkelanjutan
Penyusunan Ensiklopedia Motif Gerak Lokal Pulau Tidung menjadi salah satu upaya agar hasil program pengabdian tidak berhenti setelah kegiatan selesai.
Produk berupa ensiklopedia dan modul pelatihan juga direncanakan untuk didaftarkan dalam skema Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Tim pengabdian juga memfasilitasi pembentukan tim kecil guru pengampu di Pulau Tidung yang berkomitmen menjaga serta memperbarui bank data gerakan tari secara berkala.
Melalui kolaborasi antara dosen, guru, mahasiswa, dan masyarakat, Ensiklopedia Motif Gerak Lokal Pulau Tidung diharapkan dapat menjadi rujukan pembelajaran seni yang membawa identitas bahari Pulau Tidung ke dalam ruang pendidikan.
Lebih dari sekadar kumpulan gerak, ensiklopedia ini menjadi upaya untuk mendokumentasikan cara masyarakat bergerak, bekerja, dan berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari. Dari aktivitas sederhana masyarakat pesisir, lahir gagasan untuk mengenalkan kekayaan budaya Pulau Tidung melalui bahasa seni tari.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


