pltgu muara tawar pembangkit peaker yang bantu listrik di ring 1 jakarta tetap menyala - News | Good News From Indonesia 2026

PLTGU Muara Tawar: Pembangkit Peaker yang Bantu Listrik di Ring 1 Jakarta Tetap Menyala

PLTGU Muara Tawar: Pembangkit Peaker yang Bantu Listrik di Ring 1 Jakarta Tetap Menyala
images info

PLTGU Muara Tawar | PLN


Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Muara Tawar adalah pembangkit listrik tenaga gas uap yang dikelola oleh PT PLN Nusantara Power di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pembangkit ini berfungsi sebagai salah satu “tulang punggung” utama untuk menjaga keandalan dan stabilitas sistem kelistrikan nasional.

Terletak di Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, keberadaannya sangat vital dalam menyuplai kebutuhan listrik di wilayah Jabodetabekpunjur hingga area Jawa-Madura-Bali (Jamali).

Sebagai penopang utama, pembangkit ini memikul tanggung jawab besar untuk memastikan daerah ring 1 Jakarta tetap menyala. Aliran dayanya mengalir untuk menjaga aktivitas masyarakat, industri, hingga pusat pemerintahan tetap berjalan.

Proyek ini juga masuk dalam jajaran Proyek Strategis Nasional (PSN) di bidang ketenagalistrikan Indonesia. Langkah taktis ini menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam memperkokoh swasembada dan kemandirian energi dalam negeri.

Awal Mula Dibangunnya PLTGU Muara Tawar

Perjalanan panjang PLTGU Muara Tawar dimulai pada tahun 1995 dengan dimulainya pembangunan Blok 1 dan Blok 2. Di masa awal operasionalnya pada tahun 1997, pembangkit ini masih berstatus sebagai bagian dari Unit Pembangkit Muara Karang, Jakarta.

Seiring meningkatnya kebutuhan listrik, kapasitas pembangkit terus dikembangkan melalui penambahan Blok 3, Blok 4, hingga Blok 5. Kemudian, pada bulan Juni 2003, Unit Pembangkit Muara Tawar resmi berdiri mandiri untuk mengelola operasionalnya secara penuh.

baca juga

Pengembangan berkelanjutan terus dilakukan di atas lahan strategis milik perusahaan yang telah disiapkan sejak tahun 2008 demi mendukung sistem kelistrikan nasional.

Kawan GNFI, pembangkit ini memanfaatkan kombinasi gas bumi dan uap untuk memproduksi energi listrik secara efisien serta ramah lingkungan. Energi yang dihasilkan didistribusikan melalui Sistem Interkoneksi Jawa-Bali.

Melansir dari situs resmi Perusahaan Listrik Negara (PLN) Nusantara Power, kapasitas dayanya naik signifikan setelah selesainya proyek add-on berkapasitas 650 MW yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Januari 2025. Penambahan ini membuat total kapasitas PLTGU Muara Tawar kini melonjak hingga mencapai 2.700 MW.

Pembangkit Peaker

Fungsi utama dari PLTGU Muara Tawar adalah sebagai pembangkit peaker dalam sistem kelistrikan Jawa-Madura-Bali (Jamali). Artinya, pembangkit ini baru akan dioperasikan khusus untuk memenuhi lonjakan kebutuhan listrik pada saat terjadi beban puncak.

Turbin gasnya dibekali kemampuan respons cepat (ramping rate tinggi) untuk segera masuk ke sistem saat permintaan listrik naik tajam. Kemampuan ini sangat krusial dalam menstabilkan pasokan daya dan menanggulangi sifat intermiten dari pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT).

Selain itu, kompleks pembangkit ini juga dilengkapi dengan fasilitas Compressed Natural Gas (CNG) Plant. Fasilitas CNG ini berfungsi sebagai penopang pemulihan cepat sistem kelistrikan apabila terjadi gangguan total atau blackout.

Di sisi lain, keberadaan PLTGU Muara Tawar juga menjadi andalan untuk menopang kebutuhan listrik area VVIP Jakarta, mulai dari Gedung DPR, MPR, kementerian, hingga Istana Presiden.

baca juga

Pembangkit ini juga aktif mendukung agenda transisi energi menuju swasembada energi yang berkelanjutan. PLTGU Muara Tawar juga menjadi salah satu pionir dalam memproduksi hidrogen hijau di Indonesia menggunakan PLTS di area pembangkit.

Kehadiran proyek add-on terbarunya juga memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dengan memangkas emisi karbon hingga 417.195 ton CO2 per tahun. Di sisi lain, proyek ini turut menyerap sekitar 1.140 tenaga kerja lokal dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai 34,76%.

Seluruhnya didukung oleh kesiapan unit operasional yang konsisten berada di atas angka 90 persen. Tak hanya itu, proyek ini juga sudah memenuhi standar internasional yang ditetapkan oleh North American Electric Reliability Corporation (NERC).

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.