Kuliner Nusantara kembali membuktikan tajinya di kancah internasional. Kali ini, jenama soto kenamaan asal Boyolali melebarkan sayapnya ke Arab Saudi.
Jaringan warung makan Spesial Soto Boyolali (SSB) Hj. Hesti membuka outlet mereka di Kota Madinah. SSB sebelumnya sudah membuka cabang di Makkah pada tahun 2024.
Kehadiran rasa khas Indonesia di Tanah Suci ini menjadi kabar baik bagi jemaah yang sedang beribadah di sana. Tak hanya itu, gerai di Madinah ini juga terletak di posisi yang sangat strategis, tepatnya di Building No. 2648 Abdul Rahman bin Auf. Pengunjung hanya perlu berjalan kaki sekitar lima menit dari Masjid Nabawi untuk bisa menikmati hidangan hangat ini.
Obar Penawar Rindu Cita Rasa Indonesia di Arab
Ada yang unik dari ekspansi SSB ke luar negeri. Merangkum dari beberapa sumber, disebutkan bahwa Hj. Hesti selaku pemilik SSB ingin meyejahterakan karyawannya dengan memberangkatkan mereka ke Tanah Suci untuk beribadah haji atau umrah.
Dengan dibukanya gerai di Madinah, karyawan dari Indonesia akan dikirim untuk bertugas secara berkala. Mereka juga akan diberikan kesempatan untuk beribadah di sela masa tugas.
Tak hanya itu, selain untuk karyawan, besar harapan agar semangkuk soto hangat khas Boyolali ini juga bisa menjadi penawar rindu jemaah asal Indonesia yang ingin merasakan nikmat dan hangatnya makanan khas Nusantara di luar negeri.
Mendirikan restoran di Madinah rupanya memiliki tantangan yang tidak. Di sini, kerajaan menerapkan regulasi yang sangat ketat, apalagi berhubungan dengan makanan. Arab Saudi memiliki standar keamanan yang sangat tinggi, sehingga segala hal harus dipastikan aman dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Menu Andalan
Melansir dari situs SSB, tempat makan ini memiliki deretan menu andalan yang jadi favorit masyarakat, seperti soto ayam kampung, soto daging sapi, sampai tengkleng kambing. Tak hanya itu, makanan atau snack ringan seperti sosis Solo, tahu isi, bakwan, tempe mendoan, dan lain sebagainya juga bisa dijumpai.
Harga yang ditawarkan pun sangat bersahabat. Semangkuk soto biasanya dihargai sekitar Rp12.000 hingga Rp16.000. Gorengannya pun dijajakn mulai dari Rp1.000 sampai belasan ribu rupiah.
Penyajian soto ini dilengkapi dengan isian bihun, tauge pendek, taburan bawang goreng, serta seledri segar yang disiram kaldu panas.
Seperti halnya menu yang ditawarkan di Indonesia, di Madinah pun SSB menyediakan menu-menu andalan mereka. Akan tetapi, ada menu baru yang belum dirilis di Indonesia seperti bakso, ayam goreng, hingga bakmi godhok Jawa. Harganya pun tak begitu mahal, yakni sekitar 15 SAR (Riyal Arab Saudi).
Kawan GNFI ada yang sudah pernah mencoba SSB? Apa menu favorit Kawan?
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


