desa leuwisadeng raih juara iii lomba b2sa mahasiswa kkn ipb turut dampingi - News | Good News From Indonesia 2026

Desa Leuwisadeng Raih Juara III Lomba B2SA, Mahasiswa KKN IPB Turut Dampingi

Desa Leuwisadeng Raih Juara III Lomba B2SA, Mahasiswa KKN IPB Turut Dampingi
images info

Desa Leuwisadeng Raih Juara III Lomba B2SA, Mahasiswa KKN IPB Turut Mendampingi Potret pendampingan mahasiswa KKNT KP IPB University dalam Lomba Pang


Pangan yang dikonsumsi sehari-hari tidak hanya perlu memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga perlu beragam, seimbang, dan aman. Semangat tersebut menjadi bagian dari Lomba Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) tingkat Kecamatan Leuwisadeng yang dilaksanakan pada Rabu (5/8/2026) di Kantor Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor.

Desa Leuwisadeng turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut dengan didampingi mahasiswa KKNT Keamanan Pangan IPB University. Mahasiswa terlibat dalam mendukung persiapan, koordinasi, hingga pelaksanaan kegiatan bersama tim desa.

Keterlibatan tersebut sejalan dengan tema keamanan pangan yang dibawa mahasiswa selama menjalankan pengabdian di Desa Leuwisadeng. Melalui B2SA, perhatian terhadap pangan tidak hanya dilihat dari kandungan gizinya, tetapi juga keberagaman sumber pangan dan keamanannya untuk dikonsumsi.

Olah Pangan Lokal menjadi Menu B2SA

Salah satu hal yang menarik dalam Lomba B2SA adalah pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai bagian dari menu yang disajikan. Peserta ditantang untuk menggunakan sumber karbohidrat selain nasi dengan memanfaatkan bahan pangan lokal, seperti ubi, singkong, dan talas.

Menu yang harus disajikan telah ditentukan oleh pihak Kecamatan Leuwisadeng. Selain menu utama, peserta juga membuat kudapan dengan ubi sebagai bahan utamanya.

Penggunaan bahan tersebut menunjukkan bahwa sumber karbohidrat tidak hanya berasal dari nasi. Berbagai bahan pangan yang dekat dengan masyarakat dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi sajian yang lebih beragam.

baca juga

Pada hari pelaksanaan, tim Desa Leuwisadeng mengikuti rangkaian perlombaan di Kantor Kecamatan Leuwisadeng. Proses plating atau penataan makanan dilakukan langsung di lokasi sebelum menu disajikan untuk penilaian.

Dalam penyediaan menu B2SA, makanan tidak hanya berkaitan dengan keberagaman dan keseimbangan gizi. Aspek keamanan pangan juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan, mulai dari proses pengolahan hingga makanan siap disajikan dan dikonsumsi.

Mahasiswa KKN IPB Dampingi Desa Leuwisadeng

Perlombaan B2SA Kecamatan Leuwisadeng | Foto: Dokumentasi Pribadi
info gambar

Perlombaan B2SA Kecamatan Leuwisadeng | Foto: Dokumentasi Pribadi


Mahasiswa KKNT KP IPB University turut mendukung tim Desa Leuwisadeng sejak tahap persiapan. Dukungan diberikan melalui koordinasi dan persiapan berbagai kebutuhan sebelum mengikuti perlombaan.

Pendampingan berlanjut saat pelaksanaan lomba. Mahasiswa bersama tim desa mengikuti rangkaian kegiatan hingga proses penyajian menu di lokasi.

Bagi mahasiswa KKNT KP IPB University, keterlibatan dalam Lomba B2SA menjadi salah satu bentuk partisipasi dalam kegiatan masyarakat sekaligus pemerintah desa. Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan upaya mengenalkan pentingnya keamanan pangan selama pelaksanaan KKN di Leuwisadeng.

Konsep B2SA menunjukkan bahwa pilihan pangan sehari-hari dapat memperhatikan beberapa aspek secara bersamaan. Pangan yang dikonsumsi dapat berasal dari sumber yang beragam dan memenuhi kebutuhan gizi secara seimbang dengan tetap memperhatikan keamanannya.

Pemanfaatan ubi, singkong, dan talas juga menjadi salah satu cara mengenalkan kembali potensi pangan lokal. Bahan yang mudah ditemukan di sekitar masyarakat dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat sekaligus diolah menjadi berbagai jenis makanan.

Desa Leuwisadeng Raih Juara III

Setelah melalui rangkaian perlombaan, Desa Leuwisadeng berhasil meraih Juara III Lomba B2SA tingkat Kecamatan Leuwisadeng.

Pencapaian tersebut menjadi hasil positif dari persiapan dan kerja sama tim Desa Leuwisadeng selama mengikuti kegiatan. Bagi mahasiswa KKNT KP IPB University, kesempatan mendampingi desa juga memberikan pengalaman untuk terlibat secara langsung dalam kegiatan masyarakat di luar program utama yang telah dirancang selama KKN.

baca juga

Kawan GNFI, Lomba B2SA menjadi salah satu cara untuk mengenalkan bahwa pangan lokal dapat menjadi bagian dari pola konsumsi yang beragam. Ubi, singkong, dan talas dapat dimanfaatkan sebagai alternatif sumber karbohidrat dan diolah menjadi sajian yang menarik.

Pada saat yang sama, prinsip aman dalam B2SA mengingatkan bahwa makanan yang baik tidak hanya dilihat dari bahan dan kandungan gizinya. Proses pengolahan hingga penyajian juga perlu diperhatikan agar pangan tetap aman untuk dikonsumsi.

Keberhasilan meraih Juara III pun menjadi salah satu cerita positif Desa Leuwisadeng sekaligus bagian dari keterlibatan mahasiswa KKNT KP IPB University dalam mendukung kegiatan pangan dan keamanan pangan di tengah masyarakat.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

NR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.