Stunting masih menjadi salah satu permasalahan gizi yang dihadapi berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Permasalahan ini tidak hanya berkaitan dengan kondisi pertumbuhan fisik anak, tetapi juga dapat memengaruhi perkembangan dan kualitas hidup anak di masa mendatang.
Salah satu wilayah yang masih menghadapi permasalahan stunting adalah Desa Kluwut, Kabupaten Brebes, dengan prevalensi stunting sebesar 35,19% (Tidar et al. 2023). Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan dan dimulai sejak awal kehidupan.
Pencegahan stunting dapat dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan gizi dan kesehatan yang optimal selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK). Periode ini menjadi fase penting dalam kehidupan anak karena dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Oleh karena itu, ibu hamil menjadi salah satu sasaran penting dalam upaya pencegahan stunting. Melihat pentingnya hal tersebut, Mahasiswa KKN Tematik Inovasi IPB University tahun 2026 yang terdiri atas tujuh mahasiswa menyelenggarakan program “GIMAS 1000 HPK (Gerakan Ibu Mandiri untuk Anak Sehat 1.000 Hari Pertama Kehidupan).”
Program GIMAS 1.000 HPK dilaksanakan melalui Kelas Ibu Hamil pada Kamis, 30 Juli 2026 di Rumah Anak Sigap, Desa Kluwut, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi ruang bagi ibu hamil untuk memperoleh informasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan gizi sejak masa kehamilan sebagai langkah awal mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai 1.000 HPK dan kaitannya dengan pencegahan stunting. Materi yang diberikan mencakup pengertian 1.000 HPK, pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil berdasarkan Pedoman Gizi Seimbang (PGS) dan Isi Piringku, serta praktik pemberian ASI eksklusif dan Makanan Pendamping ASI (MPASI). Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama peserta untuk memberikan kesempatan kepada ibu hamil menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait kehamilan serta persiapan setelah bayi lahir.
Pelaksanaan kegiatan turut melibatkan Poliklinik Desa (Polindes) dan Puskesmas Kluwut. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN-T Inovasi IPB University didampingi oleh bidan Puskesmas Kluwut, Ibu Siti Faizah. Ibu Siti Faizah turut berperan sebagai fasilitator yang membantu memberikan penjelasan dan menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan oleh peserta.
Sebanyak tujuh ibu hamil mengikuti kegiatan dengan antusias. Antusiasme tersebut terlihat dari keaktifan peserta dalam menyimak materi dan mengikuti sesi diskusi. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari hal-hal yang berkaitan dengan kondisi selama kehamilan hingga kebutuhan gizi setelah bayi lahir.
Beberapa pertanyaan yang disampaikan antara lain, “Mengapa ASI bisa tidak lancar, apa faktornya?” dan “Makanan apa saja yang harus dihindari selama kehamilan?”. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan bidan sebagai fasilitator sehingga peserta dapat memperoleh penjelasan yang lebih sesuai dengan kondisi dan kebutuhan mereka.
Sebagai pelengkap materi, setiap peserta memperoleh selebaran (leaflet) yang berisi ringkasan informasi mengenai 1.000 HPK. Leaflet tersebut diberikan sebagai bahan bacaan yang dapat digunakan ibu hamil untuk mengingat kembali materi yang telah disampaikan serta memperdalam pemahaman mengenai pemenuhan gizi dan kesehatan selama periode 1.000 HPK.
Melalui program GIMAS 1000 HPK, mahasiswa KKN Tematik Inovasi IPB University berupaya meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai pentingnya 1.000 HPK dalam mendukung tumbuh kembang anak sejak masa kehamilan hingga usia dua tahun. Pemahaman tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bagian dari upaya pencegahan stunting di Desa Kluwut. Di sisi lain, kegiatan ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus menjadi wadah untuk mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang dimiliki dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


