Tak sulit menebak siapa Kiyomi Sue Bachdim. Melihat nama belakangnya saja, kawan pasti langsung tahu bahwa ia adalah anak dari Irfan Bachdim.
Ya, Kiyomi Sue Bachdim adalah anak tertua dari eks pesepak bola yang pernah membela Timnas Indonesia, Irfan Bachdim. Sebagaimana diketahui, pasangan Irfan Bachdim dan Jennifer Kurniawan memiliki empat orang anak. Selain Kiyomi, ada pula adik-adiknya yang bernama Kenji Zizou Bachdim, Kiyoji Kaynen Bachdim, dan Kiro Zayden Bachdim.
Kiyomi kini berusia 14 tahun. Menariknya, ia telah menunjukkan minat besar untuk mengikuti jejak sang ayah menjadi pesepak bola.
Ya, Kiyomi telah menjadi pesepak bola junior. Ia bahkan sudah bergabung dengan akademi Bali United, klub yang pernah dibela ayahnya dulu.
Terkini, Kiyomi ikut serta membela Bali United dalam turnamen Garuda International Cup (GIC). Hasilnya, ia mengantar para penggawa muda Serdadu Tridatu meraih peringkat ketiga kategori U-15 Girls Plate dalam ajang Garuda International Cup (GIC) 2026 setelah menang telak 5-0 atas ASIOP pada laga perebutan tempat ketiga.
Untuk diketahui, GIC diselenggarakan di ASIOP Training Ground dan AYO Arena, Sentul, Jawa Barat, pada 19-23 Agustus 2026. Di sana, Bali United tergabung di Grup B bersama ASIOP Biru, Cipta Cendikia FA, dan Tajimalela FA.
Bukan kali ini saja Kiyomi tampil dalam turnamen junior bersama Bali United. Pada Juni lalu, ia membawa timnya menjadi juara dalam turnamen sepak bola FSAI (Forum Sepak Bola Anak Indonesia).

Dari Menonton Ayah, Kiyomi Sue Bachdim Tertarik Main Sepak Bola
Sebagai anak dari seorang pemain sekaliber Irfan Bachdim, sudah tentu Kiyomi terbiasa melihat ayahnya berlaga di kompetisi level tinggi. Nah, ketertarikan Kiyomi untuk ikut bermain sepak bola juga ternyata bermula dari kebiasaannya menyaksikan sang ayah bermain di stadion.
Bagi Kiyomi, melihat ayahnya bermain menumbuhkan keinginan untuk merasakan langsung atmosfer pertandingan dari atas lapangan hijau. Sebelum bergabung dengan akademi Bali United, ia lebih dulu mencoba bermain sepak bola di lingkungan sekolah bersama teman-temannya.
Dari sekolah, Kiyomi semakin serius berlatih dengan bergabung bersama klub lokal. Awalnya, ia bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) Bali Bulldogs, baru setelahnya masuk ke akademi Bali United.
Dalam menekuni dunia sepak bola, Kiyomi mendapatkan dukungan penuh dari kedua orang tuanya. Kehadiran serta peran aktif kedua orang tuanya memberikan dampak besar terhadap perjalanan kariernya sebagai atlet muda.
Bentuk dukungan tersebut kerap ditunjukkan Irfan dan Jennifer dengan hadir langsung di pinggir lapangan untuk memberikan semangat, baik saat Kiyomi bertanding di Bali maupun ketika tampil di Jakarta. Kehadiran orang tua di sisi lapangan diakui mampu meningkatkan motivasinya saat bertanding.
Kendati demikian, dalam ajang GIC 2026, Kiyomi harus tampil tanpa kehadiran sang ayah di sisi lapangan karena Irfan dan Jennifer sedang menjalani agenda lain. Meski demikian, dukungan moril tetap diberikan dari jauh agar ia tetap tampil optimal di lapangan. Dukungan itu pun tak sia-sia karena Kiyomi mampu meraih prestasi bersama Bali United.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


