Mahasiswa KKNT Inovasi IPB University Kelurahan Kayuloko mengawali rangkaian pengabdian masyarakat dengan membangun komunikasi dan menjalin silaturahmi bersama berbagai pemangku kepentingan di Kelurahan Kayuloko.
Proses ini dilakukan sebagai langkah awal untuk memahami kondisi, potensi, serta kebutuhan masyarakat secara langsung. Koordinasi dilakukan dengan pemerintah kelurahan, ketua RT dan RW, pengurus PKK, tokoh masyarakat, hingga pengelola TK di lingkungan setempat.
Melalui diskusi dan observasi lapangan tersebut, mahasiswa memperoleh berbagai masukan yang kemudian menjadi dasar dalam menyusun program kerja yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan hasil pemetaan permasalahan dan potensi wilayah, Tim KKNT Inovasi IPB University merancang empat program unggulan, yaitu KIBAR (Kita Bangun Ketahanan Keluarga), CERIA (Cerita, Literasi, dan Kreasi Anak), GEMILANG (Gerakan UMKM Melek Digital dan Berkembang), serta SILAH (Sistem Pengelolaan Sampah)
Lokakarya I di Kelurahan Kayuloko, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Wonogiri, pada Jumat, 17 Juli 2026 dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari proses perencanaan tersebut.
Kegiatan ini menjadi forum pemaparan rencana program kerja di hadapan perangkat kelurahan, ketua RT/RW, serta tokoh masyarakat yang mewakili berbagai lingkungan di Kelurahan Kayuloko.
Selain menjadi wadah penyampaian program, lokakarya juga menjadi ruang dialog terbuka untuk memperoleh masukan dan menyelaraskan rencana pelaksanaan program dengan kondisi masyarakat di lapangan.
Program pertama, KIBAR (Kita Bangun Ketahanan Keluarga), berfokus pada edukasi ketahanan keluarga sekaligus memperkenalkan aplikasi FamLink yang dikembangkan oleh Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si.
Aplikasi ini merupakan platform asesmen singkat yang membantu keluarga mengenali kekuatan dan tantangan mereka, mulai dari pembagian peran, komunikasi, hingga pendidikan anak.
Program tersebut menyasar anggota PKK di setiap lingkungan melalui penyampaian materi dan diskusi interaktif.
Program kedua, CERIA (Cerita, Literasi, dan Kreasi Anak), dilaksanakan di TK Mutiara Hati III RW 6 Kelurahan Kayuloko sebagai ruang belajar yang menyenangkan bagi anak usia 5–6 tahun. Melalui membaca bersama, mewarnai, membuat kerajinan dari bahan daur ulang, hingga menanam bibit, program ini menumbuhkan minat baca, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini.
Program ketiga, GEMILANG (Gerakan UMKM Melek Digital dan Berkembang), ditujukan bagi pelaku UMKM yang belum terdigitalisasi. Pendampingan dilakukan secara door-to-door melalui edukasi pemanfaatan teknologi digital, seperti pembuatan QRIS dan Lokasi Google Maps yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing usaha.
Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kemudahan transaksi, memperluas jangkauan pemasaran, serta memperkuat daya saing produk lokal Kelurahan Kayuloko.
Program terakhir, SILAH (Sistem Pengelolaan Sampah), difokuskan pada pembangunan insinerator bersuhu tinggi dan biopori sebagai pilot project di salah satu RW Kelurahan Kayuloko. Fasilitas ini dirancang agar menghasilkan emisi yang minimal, mudah dioperasikan, serta dapat direplikasi di wilayah lain.
Pelaksanaannya mencakup pemetaan lokasi, pembangunan fasilitas, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Pelaksanaan Lokakarya 1 menjadi langkah penting dalam menyatukan komitmen antara mahasiswa KKN-T Inovasi IPB University, pemerintah Kelurahan Kayuloko, serta berbagai elemen masyarakat sebelum seluruh program kerja diimplementasikan.
Selama sesi pemaparan, terdapat berbagai tanggapan, masukan, dan usulan terhadap setiap program yang telah disusun berdasarkan hasil observasi lapangan.
Diskusi yang berlangsung secara interaktif tersebut menjadi ruang untuk menyelaraskan rencana kegiatan dengan kondisi nyata di masyarakat, sekaligus memastikan bahwa setiap program dapat dilaksanakan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat yang optimal.
Melalui forum ini, terbangun kesepahaman mengenai peran dan bentuk kolaborasi yang akan dilakukan selama pelaksanaan KKNT. Dukungan dari pemerintah kelurahan, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta berbagai pihak terkait menjadi modal penting dalam mendukung keberhasilan implementasi keempat program unggulan yang telah dirancang.
Dengan adanya sinergi tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh masukan dalam menyempurnakan rencana kegiatan, tetapi juga membangun komitmen bersama agar setiap program dapat terlaksana secara berkelanjutan, memberikan dampak nyata bagi masyarakat, serta mendukung pengembangan potensi yang dimiliki Kelurahan Kayuloko.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


