rempah naik kelas mahasiswa kknt ipb latih warga ngrayun mengolah permen jahe - News | Good News From Indonesia 2026

Rempah Naik Kelas: Mahasiswa KKNT IPB Latih Warga Ngrayun Mengolah Permen Jahe

Rempah Naik Kelas: Mahasiswa KKNT IPB Latih Warga Ngrayun Mengolah Permen Jahe
images info

Pembuatan Permen Jahe Bersama Ibu - Ibu Kelompok Tani Wanita Wahyu Mulya Desa Ngrayun


Jahe yang selama ini hanya dijual mentah oleh petani Desa Ngrayun kini punya wajah baru. Lewat kegiatan pengabdian masyarakat oleh Mahasiswa KKNT Inovasi IPB yang digelar di dua lokasi berbeda, yakni Balai Desa Ngrayun dan kediaman Sunartun, salah satu anggota Kelompok Tani Wanita setempat, warga diajak belajar mengubah rimpang tersebut menjadi camilan bernilai jual tinggi yaitu permen jahe.

Aktivitas ini menyasar dua kelompok warga sekaligus, yaitu ibu-ibu PKK Desa Ngrayun yang dilaksanakan di balai desa Ngrayun pada 2 Agustus 2026, dan anggota Kelompok Tani Wanita yang mengikuti pelatihan di rumah Sunartun pada 26 Juli 2026.

Meski dilaksanakan terpisah, semangat dari kelompok ibu ibu PKK dan KWT sangat sangat antusias dalam mengikuti demonstrasi pembuatan permen jahe.

baca juga

Mengapa Harus Jahe?

Pemilihan permen jahe sebagai produk pelatihan bukan tanpa alasan. Jahe merupakan salah satu komoditas rimpang unggulan yang banyak dihasilkan di Desa Ngrayun.

Jenis jahe yang digunakan adalah jahe gajah. Namun, dalam pengembangannya juga bisa dikombinasikan dengan jahe merah atau jahe emprit untuk menghasilkan varian rasa yang lebih khas dan menambah nilai jual produk.

Pembuatan Permen Jahe Bersama Ibu - Ibu PKK Desa Ngrayun

Selama ini, hasil panen jahe warga umumnya dijual dalam bentuk mentah dengan harga yang relatif rendah dan sangat bergantung pada fluktuasi pasar.

Dengan mengolahnya menjadi permen, nilai jual jahe bisa meningkat, sekaligus membuka peluang usaha rumahan baru bagi ibu-ibu di desa untuk memiliki UMKM, sehingga permen jahe bisa dijadikan sebagai oleh oleh khas desa Ngrayun untuk meningkatkan nilai jual jahe.

Dari Kebun ke Meja Produksi

Proses pembuatan permen jahe dimulai dari pemilihan bahan baku yaitu jahe yang masih segar dipilih karena kandungan sarinya lebih kuat. Jahe dikupas, dicuci bersih, lalu diparut dan diperas untuk diambil sarinya.

Air perasan ini kemudian didiamkan sekitar 10 menit agar pati dan kotoran mengendap di dasar wadah. Air jahe yang sudah bersih lalu dimasak dalam wajan besar, dicampur gula pasir yang telah diaduk dengan tapioka, HFS, asam sitrat, dan sedikit margarin.

baca juga

Selama proses memasak, adonan harus terus diaduk menggunakan pengaduk kayu, sampai cairan mengental, suhu mencapai 125°C dan mengeluarkan aroma harum khas jahe.

Untuk memastikan adonan benar-benar siap, ada satu trik sederhana yang diajarkan kepada peserta yaitu dengan cara meneteskan sedikit adonan ke dalam air dingin.

Jika tetesan tersebut tidak pecah atau menyebar, artinya adonan sudah pas dan siap dicetak.

Selagi masih hangat, adonan dituang ke cetakan silikon yang sebelumnya diolesi mentega agar tidak lengket, lalu segera dilumuri gula pasir dan tepung tapioka yang telah disangrai sebagai pelapis. Setelah agak dingin, permen jahe siap dibungkus plastik dan dikemas.

Antusiasme yang Luar Biasa!

Kegiatan ini terasa istimewa bukan hanya proses produksinya, tapi juga semangat warga yang mengikutinya. Baik ibu-ibu PKK maupun anggota Kelompok Tani Wanita menunjukkan antusiasme tinggi sejak awal kegiatan.

Diskusi berjalan interaktif, banyak pertanyaan dilontarkan seputar takaran bahan hingga cara mengemas produk agar lebih menarik, dan warga terlihat responsif mempraktikkan setiap tahapan secara langsung.

Hasil Pembuatan Permen Jahe Bersama Warga Desa
info gambar

Hasil Pembuatan Permen Jahe Bersama Warga Desa


Di penghujung kegiatan, hasil olahan permen jahe buatan warga sendiri mendapat sambutan positif. Rasa manis yang berpadu dengan sensasi hangat khas jahe, tekstur kenyal yang pas, hingga tampilan produk yang rapi membuat para peserta puas dan bangga dengan hasil karya mereka sendiri.

Melalui kegiatan ini kami mahasiswa KKNT Inovasi IPB berharap warga Desa Ngrayun, khususnya ibu-ibu PKK dan Kelompok Tani Wanita, dapat terus mengembangkan produk permen jahe sebagai salah satu produk unggulan desa.

Selain menambah keterampilan mengolah hasil bumi lokal, kegiatan ini juga membuka peluang tambahan penghasilan bagi keluarga, sekaligus memperkuat identitas Desa Ngrayun sebagai penghasil jahe berkualitas.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KN
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.