upaya cegah pmk dinas peternakan bersama mahasiswa kkn t ipb university gelar vaksinasi ternak di desa sanggang - News | Good News From Indonesia 2026

Upaya Cegah PMK, Dinas Peternakan bersama Mahasiswa KKN-T IPB University Gelar Vaksinasi Ternak di Desa Sanggang

Upaya Cegah PMK, Dinas Peternakan bersama Mahasiswa KKN-T IPB University Gelar Vaksinasi Ternak di Desa Sanggang
images info

Pelaksanaan Vaksinasi Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) di Desa Sanggang, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo


Langkah konkret dalam menjaga kesehatan ternak warga terus digencarkan secara masih di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Dinas Peternakan setempat bekerja sama dengan tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) IPB University 2026 berkolaborasi aktif untuk menyukseskan pelaksanaan program vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Selama 2 hari penuh, yakni pada Senin (20/7/2026) dan Selasa (21/7/2026), tim gabungan menyusuri area pemukiman warga di Desa Sanggang guna memastikan seluruh ternak mendapatkan dosis perlindungan vaksin secara optimal.

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sendiri merupakan penyakit hewan menular yang disebabkan oleh virus dan menyerang ternak berkuku belah, seperti sapi, kambing, domba, hingga babi.

Penyakit ini umumnya ditandai dengan pembentukkan lepuh dan luka pada mulut, lidah, serta bagian kuku hewan, yang berisiko menurunkan nafsu makan, memicu kelumpuhan, bahkan hingga kematian.

Mengingat dampaknya yang sangat merugikan bagi peternak, tindakan pencegahan melalui vaksinasi menjadi langkah yang amat krusial.

baca juga

Pelaksanaan program perlindungan ternak ini dilakukan dengan pendekatan langsung ke lapangan melalui door-to-door atau berkunjung langsung dari rumah ke rumah warga.

Metode jemput bola ini dipilih karena menyesuaikan dengan pola pemeliharaan ternak di Desa Sanggang; meskipun tidak seluruh warga berprofesi sebagai peternak skala besar, cukup banyak masyarakat desa yang memelihara hewan ternak secara mandiri di pekarangan rumah, baik itu sapi, kambing, maupun keduanya.

Strategi ini dinilai jauh lebih efektif untuk menjangkau setiap sudut desa dan memastikan tidak ada hewan yang terlewat dari target vaksinasi.

Guna menjamin keamanan, kualitas, serta ketepatan prosedur medis selama kegiatan berlangsung, pihak Dinas Peternakan setempat menerjunkan langsung tenaga profesional yang terdiri dari dokter hewan serta paramedik veteriner berpengalaman.

Kehadiran para ahli medis hewan ini didampingi oleh mahasiswa KKN-T IPB University 2026 yang turut andil dalam membersamai seluruh rangkaian kegiatan pertenakan di lapangan. Kebersamaan serta antusiasme mahasiswa dalam mendampingi petugas membuat suasana kunjungan ke rumha-rumah warga terasa hangat di seluruh wilayah yang mencakup empat dukuh di Desa Sanggang.

Kendati demikian, tantangan di lapangan tetap tidak terelakkan. Dalam prosesnya, terdapat beberapa warga yang sempat menolak dan tidak menginginkan hewan ternaknya untuk disuntik vaksin.

Penolakan tersebut sebagian besar dipicu oleh rasa khawatir serta ketakutan berlebih jika hewan ternak kesayangan mereka akan mengalami sakit atau bahkan mati setelah menerima dosis vaksin.

Dinamika semacam ini sebenarnya dapat diatasi secara lebih efektif apabila diadakan kegiatan penyuluhan atau sosialisasi edukatif terlebih dahulu sebelum aksi vaksinasi dijalankan, sehingga masyarakat mendapatkan pemahaman medis yang benar dan merasa jauh lebih tenang.

baca juga

Terlepas dari hambatan tersebut, kedatangan petugas yang ditemani mahasiswa tetap disambut cukup baik oleh sebagian besar warga hingga mengamankan capaian target secara bertahap. Pada hari pertama pelaksanaan, sebanyak 33 ekor hewan ternak berhasil divaksinasi.

Kegiatan dilanjutkan pada hari kedua untuk menyisir sisa ternak di lokasi yang terpencar, dengan hasil 5 ekor hewan berhasil divaksinasi. Secara keseluruhan, akumulasi hewan ternak yang sukses menerima suntikan vaksin PMK mencapai 38 ekor.

Program vaksinasi PMK ini memberikan manfaat yang sangat nyata, tidak hanya bagi kesehatan fisik hewan ternak agar terhindar dari risiko penularan penyakit berbahaya, tetapi juga memberikan rasa aman dan tenang bagi para pemiliknya.

Kekebalan kelompok (herd immunity) yang terbentuk diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi warga berbasis peternakan. Lewar kebersamaan yang solid ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeliharaan kesehatan preventif pada hewan ternak dapat terus meningkat secara berkelanjutan demi kesejahteraan bersama.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

FA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.