Tuban dijuluki Kota Seribu Goa, dan di antara ratusan gua yang tersebar di wilayahnya, Goa Akbar adalah yang paling dikenal dan paling lengkap fasilitasnya.
Berlokasi di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, hanya sekitar 1 km dari Makam Sunan Bonang dan 4 km dari pusat kota, gua ini sudah dikelola sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman untuk semua kalangan, termasuk keluarga dengan anak-anak.
Goa Akbar adalah gua karst yang diperkirakan berusia sekitar 20 juta tahun, dengan lorong berkelok sepanjang 1,2 kilometer yang sepenuhnya bisa dinikmati lewat jalur yang sudah dipasangi pagar pembatas, tangga landai, dan pencahayaan yang memadai.
Di dalamnya, stalaktit dan stalagmit dalam berbagai bentuk menghiasi dinding dan langit-langit gua, sungai kecil mengalir di beberapa bagian lorong, dan relief-relief di dinding gua menceritakan sejarah penyebaran Islam di Tuban, termasuk di masa Wali Songo.
Kedekatan Goa Akbar dengan Makam Sunan Bonang menjadikannya salah satu destinasi yang sering dikombinasikan dalam satu kunjungan oleh para peziarah yang datang ke Tuban.
Sekilas Mengenai Goa Akbar
Nama "Akbar" disebut berasal dari dua versi cerita yang berbeda.
Versi pertama menyebut bahwa nama ini diambil dari tanaman abar, sejenis pohon beringin yang dahulu tumbuh di mulut gua.
Versi kedua mengaitkannya dengan kata "ngabar" dalam Bahasa Jawa Kuno yang berarti latihan.
Menurut kepercayaan masyarakat setempat, gua ini pernah digunakan oleh prajurit Ronggolawe sebagai tempat latihan ilmu kanuragan sebagai persiapan menghadapi pasukan Majapahit.
Selain kaitannya dengan Ronggolawe, gua ini juga dihubungkan dengan kisah R. Said atau Sunan Kalijaga, yang pada satu masa dalam hidupnya menguasai kawasan hutan bernama Lueng Ombo di kawasan ini dengan nama samaran Lokajaya.
Dalam kisah tersebut, kawasan itu dijaga oleh seekor Naga Taksaka sebagai penjaga setia sang tokoh.
Lapisan cerita rakyat ini yang membuat Goa Akbar terasa lebih kaya dibanding gua karst biasa.
Dari sisi geologi, gua ini menyimpan fosil kerang dan biota laut purba di beberapa bagian dindingnya, sebuah bukti bahwa kawasan yang kini menjadi daratan ini pernah berada di bawah laut jutaan tahun silam.
Daya Tarik Utama Goa Akbar
Memasuki mulut gua, suhu udara langsung terasa lebih dingin dan suara dari luar perlahan menghilang.
Lorong utama sepanjang 1,2 km menawarkan pemandangan yang berganti-ganti di setiap tikungan.
Stalaktit dan stalagmit yang terbentuk selama jutaan tahun hadir dalam berbagai ukuran dan bentuk, beberapa di antaranya masih meneteskan air yang lambat laun menambah lapisannya.
Di beberapa bagian lorong, sungai-sungai kecil mengalir di bawah jembatan atau di sisi jalan setapak, menciptakan suara gemericik yang menjadi latar yang menenangkan. Bebatuan di dasar sungai tersebut terlihat jelas karena airnya yang jernih.
Di sepanjang dinding gua, relief yang mengisahkan sejarah penyebaran Islam di Tuban dan masa Wali Songo terpahat dan menjadi daya tarik edukatif tersendiri bagi pengunjung yang memperhatikannya.
Di kawasan luar gua, terdapat area penangkaran hewan yang bisa menjadi pengalaman tambahan, terutama bagi keluarga yang membawa anak-anak.
Akses Menuju Goa Akbar
Goa Akbar berlokasi di Semanding, Jarkali, Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.
Jaraknya sekitar 4 km dari pusat kota Tuban dan hanya sekitar 1 km dari Makam Sunan Bonang, sehingga sangat mudah diakses dari kawasan wisata religi di pusat kota.
Dari Alun-Alun Tuban, perjalanan menuju Goa Akbar bisa ditempuh dalam sekitar 10 hingga 15 menit menggunakan kendaraan pribadi.
Dari Terminal Tuban, tersedia angkutan umum yang melewati kawasan Semanding.
Bagi yang datang dari Surabaya menggunakan bus antarkota, setelah tiba di Terminal Tuban bisa melanjutkan perjalanan dengan ojek atau angkutan kota.
Jam Operasional dan Harga Tiket
Goa Akbar buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 18.00 WIB, dengan waktu terbaik berkunjung di pagi hari saat gua belum terlalu ramai dan kondisi udara paling segar.
Harga tiket masuk pada hari biasa Senin hingga Jumat adalah Rp5.000 untuk anak-anak dan Rp8.000 untuk dewasa.
Pada hari Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional, tarif naik menjadi Rp7.000 untuk anak-anak dan Rp10.000 untuk dewasa.
Fasilitas yang tersedia di kawasan ini meliputi jalan setapak dengan pagar pembatas di seluruh lorong, pencahayaan dalam gua, tangga landai, area penangkaran hewan, toilet, area parkir, dan warung di sekitar pintu masuk.
Jasa pemandu wisata juga tersedia bagi yang ingin penjelasan lebih mendalam tentang geologi dan sejarah gua.
Ayo Berkunjung ke Goa Akbar!
Goa Akbar cocok untuk Kawan GNFI yang sedang di Tuban dan ingin menambah pengalaman wisata alam setelah ziarah ke Makam Sunan Bonang.
Datanglah pagi hari, gunakan alas kaki yang nyaman karena jalur di dalam gua meski sudah dipasangi tangga tetap basah di beberapa bagian, dan jangan lupa bawa kamera untuk mengabadikan formasi stalaktit dan stalagmit yang tidak akan sama di dua sudut berbeda!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


