kisah si bodoh yang jujur dan polos cerita rakyat dari sulawesi selatan - News | Good News From Indonesia 2026

Kisah Si Bodoh yang Jujur dan Polos, Cerita Rakyat dari Sulawesi Selatan

Kisah Si Bodoh yang Jujur dan Polos, Cerita Rakyat dari Sulawesi Selatan
images info

Kisah Si Bodoh yang Jujur dan Polos, Cerita Rakyat dari Sulawesi Selatan | Magnific AI


Ada sebuah cerita rakyat dari Sulawesi Selatan yang berkisah tentang seorang tokoh bernama Si Bodoh. Seperti namanya, pemuda ini tidak tahu apa-apa.

Hanya saja, dirinya terlahir dengan sifat jujur dan polos. Sifat baik ini justru berhasil menyelamatkan dirinya kelak di hadapan seorang raja.

Bagaimana kisah lengkap dari cerita rakyat Sulawesi Selatan tersebut?

Kisah Si Bodoh yang Jujur dan Polos, Cerita Rakyat dari Sulawesi Selatan

Dikutip GNFI dari buku Jemmain yang berjudul Cerita Rakyat Bugis, dikisahkan pada zaman dahulu hiduplah sebuah keluarga di suatu kampung. Keluarga ini terdiri kedua orang tua beserta tiga orang anaknya.

Ketiga anaknya tersebut merupakan laki-laki. Dari ketiganya, anak sulungnya sangat malas untuk pergi ke sekolah.

Tidak seperti kedua adiknya, anak sulung ini hanya suka bermalas-malasan di rumah. Hal ini membuat dia tidak tahu akan banyak hal.

Alhasil dia pun dikenal dengan nama Si Bodoh. Begitulah hari-harinya hanya dihabiskan bermalas-malasan di rumah.

Pada suatu hari, Si Bodoh diminta oleh bapaknya untuk membeli korek api ke warung. Ayahnya berkata jika dia mesti mencoba satu batang korek api dulu untuk memastikan kualitasnya.

Si Bodoh pun pergi ke warung menjalankan perintah sang ayah. Dia pun membeli satu bungkus korek api dan kembali pulang ke rumah.

baca juga

Di tengah jalan, Si Bodoh teringat pada pesan sang ayah. Dia pun kemudian mulai mengetes satu batang korek api yang baru saja dibelinya.

Korek api itu bisa menyala dengan sempurna. Si Bodoh pun merasa senang karena membeli korek api yang tepat.

Namun terlintas sebuah pikiran di benak Si Bodoh. Dia khawatir jika korek api yang lain tidak bisa menyala dengan sempurna.

Akhirnya Si Bodoh kemudian mulai menyalakan batang korek api lainnya satu per satu. Semua batang korek api itu bisa menyala secara keseluruhan.

Setelah itu, dia memasukkan kembali batang korek api ini ke tempatnya. Setibanya di rumah, Si Bodoh langsung menyerahkan korek api itu pada ayahnya.

Ketika membuka bungkusnya, sang ayah hanya bisa menemukan sisa batang korek api yang sudah terbakar. Dia pun bertanya mengapa Si Bodoh membeli korek api bekas.

Si Bodoh kemudian menjelaskan apa yang sudah dia lakukan. Sang ayah menjadi emosi dan mengusirnya dari rumah.

Akhirnya Si Bodoh pergi luntang-lantung meninggalkan rumahnya. Menjelang malam, dia memutuskan tidur di sebuah gubuk yang ada di tengah hutan.

Tidak lama kemudian, datang tiga orang pemuda mendekati gubuk itu. Ternyata ketiga pemuda ini merupakan pencuri yang hendak membobol istana raja.

Melihat Si Bodoh di sana, ketiga pemuda ini langsung mengikatnya. Si Bodoh tentu merasa heran mengapa ketiga orang itu berbuat demikian padanya.

Ketiga pencuri ini kemudian mendengarkan kisah Si Bodoh hingga sampai di sana. Ketiga pencuri ini sadar jika pemuda yang ada di hadapan mereka benar-benar bodoh dan bisa dimanfaatkan.

Mereka kemudian membawa Si Bodoh ke istana raja. Mereka memerintahkan Si Bodoh mengambil barang yang berat di dalam istana raja.

Si Bodoh hanya melakukan perintah begitu saja. Begitu memasuki dapur, dia menemukan sebuah peti berat.

Dia berpikir jika peti itu berisikan emas. Padahal peti itu hanya berisi persediaan beras saja.

Si Bodoh tidak bisa mengangkat peti tersebut. Karena merasa berat, Si Bodoh kemudian berteriak memanggil ketiga pencuri untuk membantunya.

baca juga

Teriakan Si Bodoh tentu memancing perhatian. Akhirnya para penjaga menangkapnya dan membawanya ke hadapan sang raja.

Begitu tiba di sana, Si Bodoh menceritakan mengapa dia bisa berada di dalam istana raja. Bahkan dirinya menyebutkan gubuk tempat persembunyian ketiga pencuri tersebut.

Para pengawal dengan sigap langsung menuju ke sana. Benar saja, ketiga pencuri tersebut berhasil diamankan.

Meskipun bodoh, sang raja ternyata tertarik dengan kejujuran dari Si Bodoh. Dirinya kemudian disuruh untuk tinggal di istana.

Sejak saat itu, Si Bodoh diberi seorang guru khusus untuk mengajarinya. Ternyata Si Bodoh tidaklah bodoh seperti namanya.

Dirinya hanya malas ketika kecil dulunya. Alhasil Si Bodoh menjelma menjadi pemuda pintar dan menjadi orang kepercayaan sejak saat itu juga.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

IJ
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.