BERITA — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Belitung Timur mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kondusivitas, persatuan, dan perdamaian di tengah dinamika yang berkembang pasca aksi unjuk rasa pada 7 Agustus lalu.
Ketenangan dan komunikasi yang baik dinilai menjadi kunci agar berbagai persoalan dapat diselesaikan dengan mengedepankan kepentingan bersama.
Sekretaris Umum MUI Belitung Timur, Try Mario Sandy, menyampaikan MUI telah melakukan rapat internal bersama sejumlah tokoh agama untuk merumuskan sikap organisasi. Dalam pembahasan tersebut, MUI merangkum lima poin himbauan yang disampaikan kepada pemerintah daerah, kepolisian, dan pihak terkait, dengan mengedepankan prinsip tawassuth mengambil posisi tengah dan mengutamakan jalan terbaik bagi semua pihak.
“Kita terus belajar dari segala kondisi yang pernah kita alami. Dengan pelajaran ini tentunya kita akan introspeksi, muhasabah. Kita lihat di mana kekurangan kita masing-masing, di situlah kita harus perbaiki,” ujar Try Mario.
Poin utama yang disampaikan MUI adalah ajakan kepada masyarakat di tujuh kecamatan untuk menjaga kondusivitas, persatuan, keamanan, serta fasilitas publik.
Baca Selengkapnya

