kepala brin arif satria bermimpi indonesia bisa diperhitungkan dunia - News | Good News From Indonesia 2026

Kepala BRIN Arif Satria Bermimpi Indonesia Bisa Diperhitungkan Dunia

Kepala BRIN Arif Satria Bermimpi Indonesia Bisa Diperhitungkan Dunia
images info

Arif Satria. (Foto: YouTube/Good News From Indonesia)


Arif Satria adalah akademikus Indonesia yang ahli dalam bidang pendidikan tinggi, kebijakan kelautan, dan pengembangan inovasi. Namanya kian dikenal seusai memimpin Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai rektor pada 2017 hingga 2025.

Selama masa kepemimpinan Arif, IPB mampu mempertahankan reputasi internasional, termasuk berada di jajaran universitas terbaik dunia pada bidang Agriculture and Forestry menurut pemeringkatan QS World University Rankings. Di samping memimpin perguruan tinggi, ia turut aktif menyuarakan pentingnya penguatan ekosistem riset dan inovasi di Indonesia.

Kiprahnya di dunia pendidikan dan penelitian membuat karier Arif menanjak. Ia kemudian dipercaya memimpin Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 10 November 2025 lalu.

Perkembangan BRIN Hari Ini

BRIN menjadi lembaga riset dari pemerintah yang terus bekerja dalam keheningan. Diam-diam berbagai pembangunan dan pengembangan institusi terus dilakukan sejak 2001. Dari situ, BRIN berharap perangkat regulasi hingga organisasi bisa tesusun dengan kuat sehingga hasil penelitian bisa membawa dampak bagi masyarakat.

“Jadi karena perangkat regulasi, perangkat aturan, perangkat organisasi sudah relatif establish meskipun kita akan tersempurnakan. Akan tetapi, kita sekarang fokus bagaimana program-program BRIN bisa membawa impact besar karena BRIN harus memberi harapan baru,” ucap Arif kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.

Arif meyakini bangsa yang maju di segala sektor ditopang berdasarkan research and development (R&D) yang kuat. Ia pun merasa BRIN dalam hal ini bisa diandalkan sebagai sumber inspirasi walaupun tidak menutup kemungkinan butuh banyak dukungan termasuk dari pihak swasta.

“BRIN harus menjadi inspirasi baru bagi bangsa ini. Karena kita tahu bahwa negara maju manapun kemajuan itu selalu ditopang R&D yang kita. Bisa oleh negara, bisa oleh swasta. Swasta sekarang sudah punya investasi sangat besar di berbagai negara maju untuk memperkuat R&D-nya,” kata Arif.

Indonesia Diperhitungkan Dunia

Indonesia yang masih berstatus negara berkembang memiliki banyak mimpi ke depan untuk menjadi negara maju. Selaras dengan itu, Arif juga memiliki mimpi serupa yakni ingin melihat Indonesia bisa diperhitungkan di dunia dalam urusan memproduksi teknologi canggih.

“Teknologi canggih itu yang membawa impact besar bagi kemajuan bangsa kita. Jadi mimpi kita adalah bagaimana Indonesia menjadi bangsa besar yang bertumbuh pada kekuatan R&D, kekuatan inovasi, kekuatan teknologi,” ungkap Arif.

Untuk mewujudkan mimpi tersebut memang tidak mudah. Arif menilai butuh banyak kolaborasi yang terus diupayakan supaya Indonesia mempunyai kualitas teknologi mumpuni untuk diakui dunia.

“Saya kira hal yang mutlak harus kita usahakan. Karena peraih Nobel pernah mengatakan kemajuan ekonomi ke depan sangat tergantung pada kekuatan R&D, kekuatan inovasi. Jadi tidak ada cara lain kita akan menjadi bangsa besar secara ekonomi, tidak ada cara menjadi bangsa besar apapun tanpa kekuatan teknologi. Itu PR yang harus kita lakukan sehingga memang mau nggak mau saya harus kolaborasi dengan semua pihak yang ada di Indonesia,” ucapnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.

DW
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.