merawat tradisi menggerakkan ekonomi kkn t ipb university turut meriahkan bersih desa pundungan - News | Good News From Indonesia 2026

Merawat Tradisi, Menggerakkan Ekonomi: KKN-T IPB University Turut Meriahkan Bersih Desa Pundungan

Merawat Tradisi, Menggerakkan Ekonomi: KKN-T IPB University Turut Meriahkan Bersih Desa Pundungan
images info

Foto Kegiatan Bersih Desa Pundungan. Sumber: Dokumentasi KKNT IPB University


Suasana semarak menyelimuti Desa Pundungan pada Sabtu (11/7/2026). Tradisi tahunan Bersih Desa kembali digelar sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas limpahan hasil bumi. Bagi Kawan GNFI yang belum familiar, perayaan ini bukan sekadar ritual pelestarian budaya, melainkan sebuah ruang perjumpaan hangat yang memadukan hiburan lokal, nilai kebersamaan, hingga pergerakan roda ekonomi warga setempat.

Sejak pagi hari, sepanjang jalan desa tampak hidup dan penuh warna. Deretan pedagang sibuk menawarkan beragam kuliner khas, kebutuhan rumah tangga, hingga mainan anak. Tak hanya itu, area hiburan seperti rumah balon, lapak mewarnai gambar, hingga kolam pancing ikan pun tak luput dari riuhnya tawa anak-anak sampai dewasa. Tradisi ini berhasil menyatukan seluruh elemen warga dalam satu panggung kearifan lokal.

Di tengah keriuhan perayaan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) IPB University yang tengah mengabdi di Desa Pundungan turut melebur. Tak sekadar hadir sebagai penonton di barisan belakang, para mahasiswa ikut memikul nampan berisi hasil sedekah bumi bersama warga. Keterlibatan ini menjadi ruang belajar yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk menyelami tradisi lokal secara langsung, mendokumentasikan momen sejarah desa, serta menggali makna mendalam di balik perayaan tahunan tersebut.

baca juga

Ketua TPPK Desa Pundungan, Rinny Dwi Lestari, menuturkan bahwa Bersih Desa merupakan agenda wajib yang rutin digelar setiap bulan Suro atau Muharam. Ia menyebutkan antusiasme warga selalu tinggi menyambut momen ini karena manfaatnya yang dirasakan langsung oleh berbagai lapisan masyarakat.

“Selain pertunjukan wayang, kami juga menggelar festival makanan. Tujuannya tentu untuk melariskan produk UMKM dari Desa Pundungan dan wilayah sekitarnya,” jelas Rinny saat ditemui di sela-sela acara.

Bagi Kawan GNFI yang tertarik mengenal lebih dekat kekayaan seni Nusantara, momen Bersih Desa di Pundungan adalah waktu yang tepat untuk berkunjung. Selain pertunjukan wayang kulit yang menjadi primadona acara, desa ini juga masih aktif merawat kesenian ketoprak, yaitu pertunjukan drama tradisional yang diperankan langsung oleh para seniman lokal, serta tradisi kendurenan pada bulan Ruwah. Komitmen pelestarian ini sejalan dengan visi Desa Pundungan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, cerdas, produktif, dan tetap berbudaya.

Semangat untuk menjaga keaslian budaya ini juga diamini oleh para pengunjung. Ibu Sri, salah seorang warga yang hadir menyaksikan perayaan, berharap kegiatan seperti ini tidak tergerus arus modernisasi.

"Saya berharap nuansa Jawa-nya tetap kuat dan tidak diubah menjadi terlalu modern sampai menghilangkan ciri khas tradisinya. Pertunjukan wayang ini harus terus dijaga agar anak cucu kita tetap bisa menyaksikan dan mengenal budaya mereka sendiri," ungkapnya penuh harapan.

Pernyataan tersebut terasa semakin relevan dengan lakon wayang kulit yang diangkat pada malam puncak, yaitu Bharatayudha. Kisah epik tersebut membawa pesan moral mendalam mengenai konsekuensi dari setiap perbuatan manusia: bahwa kebaikan akan berbuah kebaikan, dan keburukan pasti menuai balasan. Pesan ini kembali menegaskan bahwa seni pakeliran tidak hanya berfungsi sebagai tontonan hiburan, melainkan juga tuntunan hidup bagi masyarakat.

baca juga

Bagi mahasiswa KKNT IPB University, membaur dalam rangkaian Bersih Desa memberikan pengalaman nyata tentang bagaimana tradisi dan ekonomi dapat saling menopang di akar rumput. Lebih dari sekadar perayaan tahunan, kemeriahan di Desa Pundungan menjadi bukti nyata bagi kita semua bahwa tradisi Nusantara akan terus hidup dan relevan, selama masyarakatnya saling bahu-membahu untuk merawat, menjalankan, dan mewariskannya ke generasi mendatang.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DK
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.