Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, acara tahunan di Jember dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia dibalut dengan kegiatan yang meriah sekaligus luar biasa.
Ribuan masyarakat Jember berpartisipasi dalam acara Kirab Pawai Budaya dan Ancak Agung yang diselenggarakan pada tanggal 22 Agustus 2026.
Dikutip dari laman ppid.jemberkab.go.id, tercatat sekitar 527 ancak telah diarak oleh ribuan masyarakat. Dengan menghadirkan 527 ancak, Jember sukses memecahkan Rekor MURI Ancak Agung terbanyak, mengungguli catatan pada tahun sebelumnya, 202, yakni sebanyak 449 ancak.
Tema yang diangkat pada acara kirab tahun ini yaitu Melestarikan Tradisi, Menguatkan Ukhuwah. Dengan melibatkan 31 kecamatan se-kabupaten Jember, kemudian dihadiri oleh ribuan peserta dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah), puskesmas, desa, bahkan sampai sekolah-sekolah juga ikut berpartisipasi dalam acara ancak hasil bumi dan jajanan tradisional.
Tidak hanya sampai di situ, kemeriahan acara Ancak Agung ini menjadi lengkap nan istimewa dengan Gunungan Suwar-Suwir, yang memiliki makna simbol kuliner dan budaya khas dari Jember.
Puncak ancak tertinggi mencapai 3,7 meter, yang berisikan kurang lebih sekitar 1.600 bungkus susunan Suwar-Suwir, jajanan tradisional khas Jember.
Dengan jumlah ancak yang sangat luar biasa, ternyata hal ini menjadi langkah awal bagi Jember untuk mencatat sejarah baru dan mengembangkan namanya sampai kancah internasional, termasuk berhasil mencetak dua penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) 2026. Pertama untuk kategori Ancak Tertinggi dari Rangkaian Suwar-Suwir dan kedua untuk kategori Kirab Ancak Agung Terbanyak.
Tujuan diadakan pagelaran Kirab Pawai Budaya dan Ancak Agung bukan hanya sekadar kirab dan kemeriahan semata, melainkan banyak hal positif di balik hasil bumi yang disusun menjulang tinggi. Ada simbol rasa syukur atas limpahan rezeki, menjunjung tinggi toleransi umat beragama, kebersamaan antarsesama, menyatukan keberagaman kebudayaan Indonesia (reog Ponorogo, barongsai, dan gamelan Bali), semangat dalam bergotong royong, serta melestarikan kekayaan tradisi untuk masyarakat Jember.
Kirab Pawai dimulai dari Jalan Gajah Mada dengan rute menuju Alun-alun Jember Nusantara. Sepanjang jalan, ribuan masyarakat juga menyaksikan bagaimana meriahnya iring-iringan ancak yang menjadi salah satu tradisi budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat Jember.
Ancak Agung ini bukan hanya sekadar tradis, tetapi juga sudah menjadi acara tahunan kebanggaan bagi masyarakat Jember yang memiliki potensi besar untuk dikenal lebih luas hingga ke dunia.
Tidak kalah menarik lagi, ternyata Jember juga menyabet rekor-rekor menarik lainnya, di antaranya melukis celemek dengan peserta terbanyak dan kegiatan dengan peserta disabilitas terbanyak.
Pencapaian dua rekor MURI yang luar biasa ini merupakan hadiah terindah bagi Jember yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Bagaimana tidak, kegiatan ini melibatkan kolaborasi dan nasionalisme antarwarga, lembaga, atau pelajar untuk merayakan hari kemerdekaan dengan kegiatan-kegiatan yang belum pernah dilakukan sebelumnya di Indonesia maupun dunia. Dengan demikian, kegiatan positif ini patut untuk diapresiasi agar nantinya bisa dijadikan bahan inovasi bagi daerah-daerah yang lainnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


