Sejarah Indonesia sudah mulai diperkenalkan sejak kita pertama kali menginjakkan kaki di sekolah dasar. Pembahasan dimulai dari era kerajaan-kerajaan Nusantara, kedatangan bangsa Eropa yang berujung pada kolonialisme, hingga perjuangan sejarah Indonesia merdeka yang berhasil melepaskan belenggu kekuasaan asing.
Namun, sejarah Indonesia tidak berhenti sampai di situ saja, karena setiap peristiwa yang terjadi setelah era penjajahan menciptakan cerita sejarah baru.
Sayangnya tidak semua sejarah tertulis. Tidak cukup bukti terkumpul, rusaknya catatan masa lalu, hingga teori konspirasi kalau beberapa sejarah sengaja ditutupi menjadi beberapa alasan.
Penasaran dengan cerita sejarah apa saja yang jarang terdengar? Berikut 5 sejarah Indonesia yang disembunyikan dan jarang ada di buku sekolah!
1. Penyelamatan Negatif Foto Proklamasi 1945
Salah satu peristiwa sejarah Indonesia yang krusial namun jarang dibahas adalah kisah penyelamatan foto proklamasi. Mengutip dari detikX, tepat setelah proklamasi selesai dibacakan, pasukan Jepang langsung melakukan sweeping dan menghancurkan kamera milik Alex Impurung Mendur untuk mencegah penyebaran berita tentang kemerdekaan.
Namun, Frans Impurung Mendur, adik dari Alex telah lebih dahulu menyembunyikan rol film yang berisi hasil dokumentasinya dan menggantinya dengan rol kosong untuk mengelabui pasukan Jepang.
Akibat aksi nekat yang dilakukan Mendur bersaudara, foto proklamasi kemerdekaan dapat menyebar luas, dan kisah ini menjadi salah satu cerita sejarah Indonesia yang jarang diketahui.
2. Surat Kabar Perempuan Pertama Sunting Melayu
Ketika masa kolonialisme Belanda, perempuan Indonesia masih mengalami keterbatasan dalam memiliki akses pendidikan dan ruang berekspresi. Demi mendorong hak perempuan, wartawati bernama Roehana Koeddoes (Rohana Kuddus) menerbitkan surat kabar bernama Soenting Melajoe (Sunting Melayu).
Pada tanggal 12 Juli 1912, Soenting Melajoe pertama kali terbit di padang (Basri, 2021). Dari membahas mengenai pendidikan, hingga tajuk rencana dan sajak, surat kabar ini memuat banyak jenis tulisan yang tujuannya adalah sebagai wadah perempuan Indonesia untuk berekspresi.
Peristiwa ini menjadi salah satu sejarah Indonesia yang memperlihatkan perjuangan perempuan pada masanya.
3. Laksamana Malahayati: Pemimpin Armada Laut Perempuan Pertama Dunia
Kawan GNFI dari Aceh pasti tidak asing dengan sosok tokoh ini. Laksamana Malahayati merupakan seorang pemimpin armada laut pertama Indonesia sekaligus di dunia.
Malahayati memiliki perang yang sangat besar sampai dia mendapatkan julukan Guardian of The Acheh Kingdom, dengan kegagahannya dia memimpin 2000-3000 pasukan Armada Inong Balee (wanita Janda).
Akibat jasa kepahlawanannya, dirinya berhasil mengantarkan kerajaan Aceh menuju puncak kegemilangan dan keemasannya. Malahayati juga menjadi salah satu tokoh sejarah Indonesia yang ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 2017 lalu.
4. Dukungan 2 Tokoh Asal Palestina dalam Kemerdekaan Indonesia
Perjuangan masyarakat dalam menuntut kemerdekaan tidak hanya terjadi di dalam negeri, melainkan juga dari dukungan negara lain salah satunya ialah Palestina. Amin Al-Husaini dan Mohammad Ali Atthahir adalah dua tokoh berdarah Palestina yang mendukung kemerdekaan Indonesia.
Salah satu usaha mereka ialah memberitakan mengenai kemerdekaan Indonesia. Dimana M Ali Atthahir membantu menyebarkannya melalui media-media yang dia miliki, sedangkan Al Husaini mengumandangkannya melalui radio Berlin.
5. Populernya Lagu "Rayuan Pulau Kelapa" di Uni Soviet
Lagu ciptaan Ismail Marzuki dengan judul Rayuan Pulau Kelapa tidak hanya dikenal luas oleh masyarakat lokal, tetapi juga merambah ke luar negeri yaitu Uni Soviet. Hal ini bisa terjadi karena adanya hubungan pertemanan yang terjalin antara Presiden RI pertama, Soekarno, dan pemimpin Uni Soviet, Nikita Khrushchev, pada 1950-an.
Pada saat itu Soviet meminta dokumenter mengenai Indonesia, dan di saat yang sama lagu Rayuan Pulau Kelapa mengiringi latar belakang video dokumenter tersebut.
Sebelum dimasukan, lagu tersebut disesuaikan menjadi bahasa Rusia dan dinyanyikan oleh Maya Golovnya, sebuah fakta sejarah Indonesia yang tidak banyak diketahui.
Lima poin di atas menjadi sedikit gambaran dari banyaknya sejarah Indonesia yang jarang muncul ke publik. Sebab hanya sepersekian catatan tertulis, hal ini sangat layak terus digali demi mencari kebenaran yang masih terkubur.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


