Mengenal dan belajar dari potensi Desa Kasomalang Wetan, Subang, menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa KKNT Inovasi IPB University 2026. Selama 6 Juli hingga 14 Agustus 2026, kebersamaan ini hadir sebagai ruang hangat untuk saling berbagi cerita, bertukar pengetahuan, dan tumbuh bersama warga.
Berbagai aktivitas yang dilakukan menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami kehidupan masyarakat sekaligus melihat secara langsung potensi yang dimiliki desa.
Semangat belajar dan bertumbuh bersama ini dijalani oleh tujuh mahasiswa IPB University, yaitu Arletha, Dani, Gilang, Ilma, Meyta, Rahma, dan Vania.
Dengan latar belakang keilmuan yang beragam, ketujuh mahasiswa saling melengkapi dalam menjalankan setiap kegiatan di lapangan.
Perbedaan perspektif menjadi kekuatan untuk melihat berbagai potensi desa dari sisi yang lebih luas dan menemukan langkah sederhana yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Di balik ramahnya suasana desa, tersimpan potensi ekonomi lokal yang luar biasa. Desa Kasomalang Wetan memiliki beragam UMKM khas, potensi wisata alami, hingga kedai makanan dengan cita rasa autentik.
Setiap usaha tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga menyimpan cerita, pengalaman, serta semangat warga dalam mempertahankan usaha yang telah menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Namun di era serba digital, keberadaan sebagian usaha lokal ini belum optimal di platform online. Kondisi tersebut membuka ruang diskusi hangat antara mahasiswa dan pemilik usaha untuk mengenalkan produk desa kepada masyarakat yang lebih luas.
Digitalisasi menjadi salah satu langkah sederhana yang diharapkan dapat membantu masyarakat menemukan informasi usaha dengan lebih mudah sekaligus meningkatkan jangkauan promosi.
Berbekal semangat kolaborasi, ketujuh mahasiswa menyusuri berbagai sudut desa untuk bersilaturahmi langsung dengan para pelaku usaha. Kunjungan ini bukan sekadar pendataan, melainkan proses belajar mengenal sejarah usaha warga, memahami kebutuhan mereka, serta mendampingi pembuatan titik Google Maps dan Linktree.
Interaksi secara langsung membuat proses pendampingan terasa lebih dekat dan membantu mahasiswa memahami kondisi setiap usaha secara lebih nyata.
Perjalanan ini membawa tim mengenal Kopi Setro Hejo, kopi khas Kasomalang yang memiliki cita rasa unik. Mahasiswa juga menyambangi Jamur GT milik Pak Gatot dan bahkan berkesempatan membantu proses panen jamur secara langsung di lokasi.
Dari kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mengenal produk lokal, tetapi juga belajar mengenai ketekunan dan proses panjang di balik sebuah usaha.
Di kawasan Situ Cigayonggong, kehangatan warga makin terasa saat menikmati surabi hangat dan sajian minuman rempah tradisional. Setiap tempat yang dikunjungi menyimpan cerita tentang ketangguhan para pemiliknya dalam merawat resep, produk, dan tradisi lokal. Pengalaman sederhana seperti berbincang dan menikmati kuliner bersama menjadi bagian penting dari perjalanan mengenal desa.
Tak kalah menarik, tim juga mendatangi Teras Cipabelah, restoran dengan pemandangan sawah yang indah, lengkap dengan tempat pemancingan dan homestay. Selain itu, ada Kedai Salapan yang menjadi destinasi favorit penikmat olahan ikan etong.
Berbagai kunjungan tersebut memperlihatkan bahwa potensi desa tidak hanya berasal dari produk UMKM, tetapi juga dari wisata, kuliner, dan pengalaman yang ditawarkan kepada pengunjung.
Proses pendampingan digitalisasi berlangsung interaktif. Para pemilik usaha antusias melihat lokasi usahanya mulai muncul di peta digital, sementara mahasiswa belajar banyak tentang konsistensi warga dalam menjalankan usaha.
Bagi mahasiswa, setiap proses bukan hanya tentang memberikan pendampingan, tetapi juga tentang mendengarkan kebutuhan dan belajar menghargai cara masyarakat mengembangkan usahanya.
Kini, jejak digital UMKM Desa Kasomalang Wetan menjadi lebih rapi dan mudah diakses. Wisatawan maupun warga luar desa dapat menemukan titik lokasi, melihat menu atau informasi usaha, serta menghubungi pengelola dengan lebih mudah.
Seluruh profil digital dan akses lokasi UMKM tersebut juga dihimpun dan dimasukkan ke dalam website resmi desa agar katalog potensi lokal Desa Kasomalang Wetan tersimpan rapi dan dapat diakses publik secara berkelanjutan.
Langkah kecil ini diharapkan menjadi awal bagi UMKM desa untuk terus berkembang secara mandiri dan semakin dikenal oleh masyarakat luas.
Bagi ketujuh mahasiswa IPB, perjalanan ini menjadi momen berharga untuk memahami bahwa pengabdian bukan hanya tentang memberikan sesuatu kepada masyarakat, tetapi juga tentang menerima pelajaran, merawat kebersamaan, dan menyerap kearifan dari warga Desa Kasomalang Wetan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


