menyelami budaya malaysia lewat cultural exchange kknt internasional - News | Good News From Indonesia 2026

Menyelami Budaya Malaysia lewat Cultural Exchange KKNT Internasional

Menyelami Budaya Malaysia lewat Cultural Exchange KKNT Internasional
images info

Tim KKNT Malaysia08 mengunjungi Chin Swee Caves Temple dalam kegiatan cultural exchange di Malaysia | Foto: Penulis


Cultural exchange menjadi salah satu pengalaman berharga bagi Tim KKNT Malaysia08 IPB University selama menjalankan KKN Tematik Internasional di Malaysia. Tidak hanya menjalankan program pengabdian bersama Yayasan Chow Kit, mahasiswa juga berkesempatan mengenal kehidupan sosial, budaya, sejarah, hingga perkembangan ekonomi Malaysia melalui pembelajaran langsung di berbagai destinasi.

Kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat secara lebih dekat bagaimana masyarakat Malaysia menjaga warisan budaya sekaligus beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Berbagai tempat yang dikunjungi juga menunjukkan bahwa budaya, pendidikan, pariwisata, dan aktivitas ekonomi dapat berjalan berdampingan dalam kehidupan masyarakat modern.

Cultural Exchange di Central Market Kuala Lumpur

Salah satu destinasi yang dikunjungi Tim KKNT Malaysia08 adalah Central Market Kuala Lumpur yang berada di Jalan Hang Kasturi, Kuala Lumpur. Tempat ini memiliki sejarah panjang sejak 1888 ketika pertama kali didirikan sebagai wet market atau pasar basah.

Seiring perkembangan Kuala Lumpur, bangunan tersebut mengalami beberapa kali perluasan hingga akhirnya berkembang menjadi pusat seni, budaya, dan kerajinan.

Bangunan Central Market yang dikenal saat ini memiliki gaya arsitektur Art Deco dan selesai dibangun pada 1937. Pada dekade 1970-an, bangunan tersebut sempat menghadapi ancaman pembongkaran. Namun, upaya pelestarian membuat Central Market tetap bertahan dan kemudian berkembang menjadi salah satu pusat kebudayaan di Kuala Lumpur.

baca juga

Kini, pengunjung dapat menemukan berbagai produk seperti kerajinan tangan, tekstil, batik, suvenir, karya seni, hingga makanan khas lokal. Kehadiran Central Market Annexe dan Art Lane juga memperkuat perannya sebagai ruang bagi seniman dan pelaku kreatif.

Bagi tim KKNT Malaysia08, kunjungan ini memperlihatkan bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan aktivitas ekonomi. Warisan budaya tidak hanya dipertahankan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk kreatif yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Central Market
info gambar

Tampak depan Central Market | Foto: Dokumentasi Pribadi


Keberagaman budaya juga menjadi hal yang menarik untuk diamati. Berbagai unsur budaya Melayu, Tionghoa, India, dan komunitas lainnya hadir melalui kerajinan, makanan, seni, serta produk lokal. Pengalaman tersebut memberikan gambaran mengenai karakter masyarakat Malaysia yang multikultural.

Belajar Literasi Keuangan di Museum Bank Negara

Perjalanan cultural exchange kemudian berlanjut ke Bank Negara Malaysia Museum and Art Gallery (BNM MAG) yang berada di Sasana Kijang, Kuala Lumpur. Museum ini mempunyai enam galeri permanen yang membahas berbagai tema, mulai dari sejarah bank sentral, ekonomi, keuangan Islam, numismatika, hingga seni.

Salah satu bagian yang menarik perhatian tim KKNT Malaysia08 adalah Numismatics Gallery. Di dalamnya terdapat koleksi mata uang dari berbagai periode serta media interaktif seperti River of Coins dan permainan Barter Trade yang menggambarkan perkembangan sistem pertukaran sebelum masyarakat menggunakan uang modern.

Kunjungan tersebut memberikan perspektif baru mengenai cara literasi ekonomi dan keuangan dapat dikemas secara interaktif. Pengalaman ini juga memiliki keterkaitan dengan program Design Your Future yang dilaksanakan bersama peserta Yayasan Chow Kit, khususnya dalam materi literasi keuangan dan perencanaan masa depan.

Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa melihat bahwa edukasi ekonomi tidak harus disampaikan secara konvensional. Museum dapat menjadi ruang pembelajaran yang membuat konsep ekonomi dan keuangan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Berkunjung ke Museum Bank Negara
info gambar

Tim KKNT Malaysia08 mempelajari sejarah sistem keuangan Malaysia melalui berbagai koleksi interaktif di Museum Bank Negara Malaysia | Foto: Dokumentasi Pribadi


Memahami Keberagaman di Batu Caves

Destinasi berikutnya adalah Batu Caves di Gombak, Selangor, sekitar 13 kilometer dari pusat Kuala Lumpur. Kawasan ini merupakan kompleks gua batu kapur yang telah menjadi salah satu pusat kegiatan keagamaan Hindu di Malaysia selama lebih dari satu abad.

Salah satu ikon utama Batu Caves adalah patung Lord Murugan setinggi sekitar 42,7 meter yang berdiri di depan 272 anak tangga menuju Temple Cave. Selain Temple Cave, terdapat pula Ramayana Cave dan Dark Cave yang punya karakteristik berbeda.

Batu Caves memperlihatkan bagaimana warisan alam dan budaya dapat berdampingan dengan aktivitas pariwisata. Bagi Tim KKNT Malaysia08, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk memahami bahwa mengenal budaya bukan sekadar mengunjungi suatu tempat, tetapi juga mempelajari sejarah, nilai, dan keyakinan yang melatarbelakanginya.

baca juga

Dari pengalaman tersebut, mahasiswa belajar untuk lebih terbuka terhadap perbedaan dan memahami keberagaman sebagai bagian penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang inklusif.

Tim mengunjungi Batu Caves
info gambar

Tim KKNT Malaysia08 mengunjungi Batu Caves untuk mempelajari sejarah, keberagaman budaya, dan nilai toleransi yang berkembang di Malaysia | Foto: Dokumentasi Pribadi


Menemukan Perpaduan Alam dan Budaya di Genting Highlands

Pengalaman cultural exchange juga membawa Tim KKNT Malaysia08 ke Genting Highlands di Pahang. Kawasan wisata pegunungan ini berada pada ketinggian sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut dan berkembang sebagai kawasan resor terpadu yang memadukan hiburan, akomodasi, kuliner, pusat perbelanjaan, dan wisata alam.

Salah satu pengalaman yang menarik adalah menaiki Awana SkyWay, kereta gantung sepanjang 2,8 kilometer yang menghubungkan kawasan mid-hill dengan puncak Genting Highlands.

Perjalanan tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menikmati pemandangan hutan hujan pegunungan dari ketinggian.

Di kawasan yang sama, Tim KKNT Malaysia08 juga mengunjungi Chin Swee Caves Temple. Keberadaan kuil, hutan, serta pusat hiburan dalam satu kawasan menunjukkan bagaimana unsur alam, budaya, dan ekonomi dapat terintegrasi dalam pengembangan destinasi wisata.

Cultural Exchange sebagai Ruang Belajar

Bagi Tim KKNT Malaysia08, rangkaian cultural exchange menjadi bagian penting dari pengalaman KKNT Internasional. Kegiatan tersebut memberikan pembelajaran yang berbeda dari ruang kelas karena mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan, sejarah, budaya, dan masyarakat di negara tempat mereka menjalankan pengabdian.

Jika kegiatan bersama Yayasan Chow Kit memberikan pengalaman mengenai pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan, maka cultural exchange memperluas perspektif mahasiswa mengenai pentingnya memahami budaya lokal dalam membangun kolaborasi lintas negara.

baca juga

Pada akhirnya, KKNT Internasional bukan sekadar perjalanan akademik. Setiap destinasi yang dikunjungi menjadi ruang untuk belajar mengenai keberagaman, toleransi, pelestarian budaya, ekonomi kreatif, dan kehidupan masyarakat.

Melalui pengalaman tersebut, Tim KKNT Malaysia08 tidak hanya membawa pulang dokumentasi perjalanan, tetapi juga perspektif baru untuk menjadi mahasiswa yang lebih terbuka terhadap perbedaan dan siap berkontribusi dalam lingkungan yang semakin terhubung secara global.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

GI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.