mengenal pangeran paribatra putra raja siam yang ternyata pernah habiskan masa tuanya di kota bandung - News | Good News From Indonesia 2026

Mengenal Pangeran Paribatra: Putra Raja Siam yang Ternyata Pernah Habiskan Masa Tuanya di Kota Bandung

Mengenal Pangeran Paribatra: Putra Raja Siam yang Ternyata Pernah Habiskan Masa Tuanya di Kota Bandung
images info

Pangeran Paribatra Sukhumbandhu | WikimediaCommons


Tahukah Kawan GNFI jika Kota Bandung pernah menjadi rumah bagi salah satu figur penting dari Kerajaan Siam (kini Tailan)? Pangeran Paribatra Sukhumbandhu, putra Raja Chulalongkorn (Rama V), ternyata pernah menghabiskan sisa hidupnya di Kota Kembang setelah kerajaan diterpa badai politik yang besar.

Saat masih di kerajaan, Pangeran Paribatra memegang berbagai posisi strategis di pemerintahan Kerajaan Siam, seperti Kepala Staf Angkatan Laut, Menteri Pertahanan, sampai Menteri Dalam Negeri. Ia juga pernah menjadi anggota Dewan Penasehat Raja di era Raja Vajiravudh dan Raja Prajadhipok.

Sang Pangeran merupakan salah satu orang terkuat dan berpengaruh di kerajaan. Namun, hal ini jugalah yang membuatnya berada di posisi terancam.

Kehidupannya yang ‘nyaman’ ini tidak bertahan selamanya. Revolusi Siam yang meletus pada 24 Juni 1932 betul-betul merubah segalanya. Peristiwa kudeta tanpa pertumpahan darah ini mengakhiri sistem monarki absolut dan memaksa sang pangeran meninggalkan Tailan.

Tinggal di Bandung dan Mulai Berkebun

Pada Agustus 1932, ia bersama rombongan keluarga bertolak menuju Hindia Belanda lewat jalur laut. Konon, dikatakan bahwa ia sebelumnya berniat pergi ke Eropa. Naun, akhirnya memilih Bandung sebagai tempat tinggal.

Sebelumnya, ayah pangeran, Raja Rama V, pernah berkunjung ke Curug Dago dan meninggalkan prasasti batu di sana. Suasana Bandung yang sejuk juga membuat pangeran dan keluarganya nyaman.

Bahkan, kedatangan Pangeran Paribatra disambut baik oleh pemerintah Hindia Belanda. Ia difasilitasi tiga rumah di kawasan Cipaganti, salah satunya dikenal sebagai Rumah Dahapati.

Meskipun tempat tinggal pangeran adalah milik Belanda, tapi Belanda tidak pernah menempatinya. Ia tinggal di sana bersama dengan istri dan anak-anaknya. Tak hanya itu, ada beberapa asisten rumah tangga (ART) yang ikut tinggal di sana.

baca juga

Uniknya, di Bandung, sang pangeran mendedikasikan hobinya di dunia botani. Saat itu, pangeran merasa bahwa Bandung masih minim variasi bunga. Saking sedikitnya bunga di sana, Pangeran Paribatra menilai kota ini “miskin bunga”.

Merangkum dari berbagai sumber, ia mulai merawat tamannya. Ia juga memperkenalkan biit anggrek yang kemudian disebar di kawasan Bandung. Dedikasinya ini membuat Pangeran Paribatra dikenal sebagai salah satu kolektor dan ahli anggrek terkemuka di Bandung pada masa itu.

Selain sibuk berkebun, ia juga rajib berkelana di berbagai kota di Hindia Belanda. Tercatat ada beberapa kota yang pernah ia kunjungi, yaitu Malag, Surabaya, Yogyakarta, Bali, dan lainnya. Pangeran dan keluarganya juga menginap di hotel beberapa hari selama berlibur.

Rumah Pangeran yang Kini Jadi Restoran

Kawan GNFI, Pangeran Paribatra mengembuskan napas terakhirnya di Bandung pada 18 Januari 1944 di usia 61 tahun, di tengah masa pendudukan Jepang. Ia sempat dimakamkan di sana. Akan tetapi, pada September 1948, jenazahnya dipulangkan ke Tailan dan dikremasi di tahun 1950.

Meskipun secara fisik sudah tidak berada di Bandung, jejak Pangeran Paribatra masih dapat dirasakan. Rumah pengasingannya di Jalan Cipaganti kini dikenal sebagai lokasi restoran legendaris, Dapur Dahapati.

Dapur Dahapati terkenal dengan sajian sop buntutnya sejak lama. Melansir dari situs resmi Pemerintah Kota Bandung, tempat ini juga dijadikan sebagai cagar budaya.

Rumah Dahapati dulunya memiliki halaman yang super luas. Bahkan, SPBU yang ada di seberangnya juga masih menjadi halaman rumah tersebut. Hanya saja, halaman rumah Dahapati saat ini sudah tidak seluas sebelumnya karena ada pembangunan di sekitarnya.

Saking legendarisnya, seorang Gubernur Bangkok yang juga cucu Raja Tailan pernah datang di Dapur Dahapati karena masih memiliki keterikatan sejarah dengan kerabat mereka.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

FA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.