umi satu satunya kampus swasta yang menembus papan atas pendidikan tinggi di indonesia timur versi webometrics - News | Good News From Indonesia 2026

UMI Satu-Satunya Kampus Swasta yang Menembus Papan Atas Pendidikan Tinggi di Indonesia Timur Versi Webometrics

UMI Satu-Satunya Kampus Swasta yang Menembus Papan Atas Pendidikan Tinggi di Indonesia Timur Versi Webometrics
images info

UMI Makassar


Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar) mencatatkan namanya di jajaran perguruan tinggi papan atas di wilayah Indonesia Timur. Dalam publikasi UMI pada Januari 2026 lalu mengenai Webometrics 2026, kampus ini berada di peringkat ke-6 kawasan Indonesia Timur dan ke-3 di Sulawesi Selatan.

Yang menarik bukan cuma posisinya. Di antara kampus-kampus yang berada di atasnya, mayoritas merupakan perguruan tinggi negeri. UMI menjadi satu-satunya perguruan tinggi swasta (PTS) dalam delapan besar kawasan Indonesia Timur yang dicantumkan UMI berdasarkan pemeringkatan tersebut.

Ya, UMI sukses mengalahkan puluhan perguruan tinggi negeri lain di wilayah Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua.

Secara nasional, UMI menyebut berada di posisi ke-66.

Berdasarkan data Webometrics 2026, berikut delapan kampus terbaik Indonesia Timur beserta peringkat nasionalnya:

  1. Universitas Hasanuddin (Unhas) – Peringkat Nasional 13
  2. Universitas Negeri Makassar (UNM) – Peringkat Nasional 46
  3. Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) – Peringkat Nasional 48
  4. Universitas Halu Oleo (UHO) – Peringkat Nasional 50
  5. Universitas Tadulako (Untad) – Peringkat Nasional 53
  6. Universitas Muslim Indonesia (UMI) – Peringkat Nasional 66 (PTS)
  7. Universitas Negeri Gorontalo (UNG) – Peringkat Nasional 69
  8. Universitas Musamus Merauke – Peringkat Nasional 87
baca juga

Bukan Prestasi Instan

Rasanya hampir mustahil kampus swasta bisa menandingi kampus negeri yang biasanya punya anggaran riset lebih besar dan sejarah lebih panjang sebagai institusi pemerintah. Tapi UMI membuktikan sebaliknya setelah lebih dari 70 tahun berdiri.

UMI didirikan sejak 23 Juni 1954 di Makassar. Perguruan tinggi ini lahir dari gagasan para ulama, cendekiawan, dan tokoh masyarakat Muslim yang percaya kemajuan umat hanya bisa dicapai lewat pendidikan tinggi yang memadukan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai Islam.

Lebih dari tujuh dekade kemudian, UMI tumbuh menjadi perguruan tinggi Islam tertua dan terbesar di Kawasan Timur Indonesia. UMI memiliki 13 fakultas, program pascasarjana, puluhan program studi, lebih dari 26 ribu mahasiswa aktif, dan sudah meluluskan lebih dari 142 ribu alumni.

UMI juga tercatat sebagai perguruan tinggi pertama di luar Pulau Jawa yang meraih Akreditasi Unggul, bukti pengakuan atas mutu akademik, tata kelola, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Kawan, yang perlu digarisbawahi, sejak awal, UMI tidak hanya menempatkan pendidikan sebagai kegiatan akademik. Kampus ini juga membawa misi dakwah dan pembentukan karakter.

Gagasan tersebut kemudian menjadi identitas yang terus dibawa UMI hingga sekarang.

baca juga

Cara UMI Jawab Tantangan Zaman

Lebih dari 70 tahun berdiri, UMI banyak melakukan transformasi. Salah satu cara UMI menjawab perubahan tersebut terlihat dari bidang keilmuan yang tersedia.

Walaupun basisnya kampus Islam, pilihan studi di UMI tidak hanya terbatas pada ilmu agama. UMI juga punya jurusan teknik, ekonomi, hukum, sastra, pertanian, perikanan, teknologi industri, kedokteran, ilmu komputer, kesehatan, farmasi hingga kedokteran gigi. Daftar program sarjana yang tercantum di situs resmi UMI memperlihatkan luasnya bidang ilmu yang dikembangkan kampus ini.

Mahasiswa yang ingin belajar teknik sipil, misalnya, dapat memilih program tersebut di Fakultas Teknik. Mereka yang tertarik pada teknologi dapat mengambil Teknik Informatika atau Sistem Informasi. Sementara bidang kesehatan tersedia melalui Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Farmasi, hingga Kedokteran Gigi.

Di sisi lain, bidang keislaman tetap menjadi bagian penting dari ekosistem akademiknya.

Fakultas Agama Islam UMI memiliki program seperti Tafsir Hadis, Hukum Keluarga, Hukum Ekonomi Syariah, Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, serta Komunikasi dan Penyiaran Islam.

Dengan komposisi tersebut, UMI mencoba mempertemukan dua kebutuhan.

Mahasiswa tetap memperoleh kompetensi sesuai bidang profesinya. Pada saat yang sama, nilai keislaman menjadi bagian dari kehidupan akademik kampus.

baca juga

Bukan Hanya Kuliah, Ada Konsep Catur Dharma

UMI memiliki konsep yang sedikit berbeda dari istilah Tri Dharma Perguruan Tinggi yang lebih umum dikenal.

Kampus ini menerapkan Catur Dharma Universitas Muslim Indonesia.

Empat unsur tersebut mencakup pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta komitmen ke-UMI-an dan pendidikan karakter.

Secara sederhana, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk menguasai materi kuliah. Ada pula penekanan pada karakter dan nilai yang menjadi identitas UMI.

Konsep tersebut terlihat dari ciri khas ke-UMI-an yang mencakup internalisasi nilai Islam, pendidikan karakter Islami, pelaksanaan pendidikan dan penelitian yang dijiwai nilai Islam, serta pembinaan keagamaan mahasiswa.

baca juga

Pascasarjana UMI Tidak Hanya Berisi Ilmu Agama

Program Pascasarjana UMI membuka jalur Magister dan Doktor dalam berbagai bidang. Situs resmi Pascasarjana UMI mencantumkan program seperti Magister Manajemen, Ilmu Hukum, Pendidikan Agama Islam, Akuntansi, Ilmu Ekonomi, Manajemen Pesisir dan Teknik Kelautan, Teknik Kimia, Agroteknologi, Teknik Sipil, Kesehatan Masyarakat, dan Teknik Mesin.

Untuk jenjang doktor, tersedia Ilmu Manajemen, Ilmu Hukum, Manajemen Pendidikan Islam, serta program lain yang tercantum pada informasi akademik terbaru UMI.

Yang menarik, sejumlah program pascasarjana UMI telah memperoleh akreditasi Unggul atau Baik Sekali.

Misalnya, Magister Manajemen, Magister Akuntansi, Magister Pendidikan Agama Islam, Magister Teknik Kimia, dan Magister Ilmu Hukum tercatat memiliki status Unggul pada laman akreditasi Pascasarjana UMI.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.