mengulas film sore istri dari masa depan ketika cinta sejati mampu menembus ruang dan waktu - News | Good News From Indonesia 2026

Mengulas Film "Sore: Istri Dari Masa Depan", ketika Cinta Sejati Mampu Menembus Ruang dan Waktu

Mengulas Film "Sore: Istri Dari Masa Depan", ketika Cinta Sejati Mampu Menembus Ruang dan Waktu
images info

Tangkapan layar dari film Sore: Istri Dari Masa Depan @IMDB


Hi Kawan, setuju tidak kalau kita pernah seperti pemeran Sore di universe kita masing-masing? Kita berharap dapat kembali ke masa lalu dan membelah takdir bak seorang pahlawan yang berusaha menyelamatkan waktu.

Namun, film ini memiliki alur berbeda dari film-film yang menyikat time travel pada umumnya. Yandy Laurens sang nahkoda film Sore: Istri Dari Masa Depan mengambil jalan yang tak sama, apa yang dibuatnya berbeda?

Film karya Yandy Laurens pemenang nominasi sutradara terbaik di FFI 2025 ini diangkat dari web series original Yandy (2017) ke layar lebar di tahun 2025. Diperankan oleh Dion Wiyoko yang kembali memerankan Jonathan, persis seperti versi serial web, dan Sheila Dara Aisha yang menggantikan Tika Bravani sebagai Sore.

baca juga

Bagaimana Alur Ceritanya?

Film ini menceritakan tentang Jonathan (Jo) seorang fotografer yang penuh ambisi membahas climate change melalui karya-karya fotonya. Ia berasal dari Indonesia yang tinggal di Zagreb, Kroasia. Dia tidak terlalu peduli pada kesehatannya, di mana merokok, minum alkohol, dan begadang merupakan karib baiknya.

Hingga suatu pagi, ia dikejutkan oleh seorang wanita cantik, menawan, dan sedikit misterius yang duduk di sampingnya, namanya Sore. Wanita itu memasang senyum lebar dan tanpa ragu memperkenalkan dirinya sebagai istri Jonathan yang datang dari masa depan. Dirinya membawa misi merubah gaya hidup Jo yang buruk, karena menurut pernyataannya Jo akan meninggal di 8 tahun ke depan.

Jika kita membicarakan “Sore” sampai saat ini, itu mengingatkan saya dengan salah satu film karya Christopher Nolan yang berjudul Interstellar. Film yang banyak orang asumsikan overrated, persis sama seperti asumsi orang-orang mengenai kemunculan film Sore: Istri Dari Masa Depan. Film yang sama-sama berlatar belakang time travel.

Sore bukanlah pencetus film indonesia yang bertemakan time travel, sudah didahului dengan film indonesia yang berjudul “Sabar Ini Ujian (2020)” dan beberapa lainnya.

Namun, menurut saya, “Sore” adalah film time travel indonesia pertama yang berhasil menggaet hati banyak penonton. Hal tersebut dapat dibuktikan melalui platform media sosial para pecinta film letterboxd, yang mendapatkan rating di 3,9.

Gerbang Time Travel Sore Terbuka

Apa yang membuat unik dari film ini adalah cara Yandy menciptakan time travel melalui versinya, bukan seperti film-film yang di tengah cerita petualangannya menemukan mesin waktu, bukan seperti tayangan yang menceritakan pemeran utama meninggal dan reinkarnasi kembali ke masa lalu.

Konsep time travel yang terjadi pada Sore bukan kembali ke masa lalu, melainkan menembus lapisan waktu dan menciptakan timeline-timeline baru. Alih-alih film romansa bergenre fiksi-ilmiah. Namun, tetap memberi celah untuk logika kemungkinan dunia ini bekerja.

baca juga

Bagaimana Sore Men-trigger Timeline?

Di masa lalu, setelah kepergian suami tercinta Jonathan, Sore membuka catatan Jo tepat di halaman Arktik, “Arctic 2023, satu-satunya belahan bumi yang tidak memiliki Zona Waktu” - tulis Jo

Sore pergi menuju Zona Tanpa Waktu yang suaminya maksudkan, tanpa membawa apa-apa, hanya tekad yang menemaninya. Di tempat yang sama dan timeline yang berbeda, aurora yang Sore dapati berwarna merah, sedangkan aurora Jonathan berwarna hijau.

Ketika air mata Sore turun dan menetes di permukaan es, pada saat ini lah Sore berhasil mentrigger timeline baru. Ia berhasil menembus lapisan waktu ke kehidupan Jonathan 3 tahun sebelum mereka menikah. Ratusan kali Sore mencoba mengubah kebiasaan Jo. Namun tak pernah berhasil, sampai akhirnya waktu menelan Sore.

Timeline baru terbentuk. Sore berhasil bangkit kembali menjadi versi remajanya. Pertemuan pertama Sore dan Jonathan terjadi di pameran pertama Jo, bukan di pernikahan Kak Sindy. Hal ini menandakan alur sudah berubah dari masa lalu.

Ketika mereka berjabat tangan, terjadi “nostalgia kosmis” antarmereka berdua. Semua jejak dan memori semua timeline yang mereka lalui, terputar bergiliran. Runtutan ini menjadi bukti bahwa Sore tidak mengubah masa lalu, melainkan menciptakan timeline-timeline baru.

“Hi, aku Sore. Istri kamu dari masa depan.”

Sepenggal dialog ikonik yang sangat membekas di kepala para penonton film Sore: Istri Dari Masa Depan, di momen pertama kali Jonathan menangkap wajah istri masa depannya.

Film ini dilapisi tiga babak sudut pandang, diawali dengan sudut pandang Jonathan, Sore, dan sudut pandang yang memiliki peran penting dalam menyempurnakan kisah Sore, Waktu. Sama seperti film Yandy yang berjudul “Jatuh Cinta Seperti Di Film-Film” yang menaruh tulisan babak sub judul naskah sang penulis.

“Kalau harus mengulang seribu kali pun, aku akan tetap memilih kamu”.

Banyak orang bilang sebagai candaan, jika Sore adalah definisi cegil (cewek gila) yang rela mengulang beratus-ratus kali kegiatan untuk mengubah kebiasaan buruk sang suami. Namun menurut penulis, karakter Sore justru berhasil merepresentasikan orang-orang putus asa, kehilangan, griefing, dan perasaan manusiawi lainnya di saat mereka terpaksa menelan takdir kematian orang-orang tersayang yang kembali ke pangkuan ciptaan-Nya.

baca juga

Jika semesta dapat memberi kesempatan untuk mengubah masa lalu di hidup siapapun, penulis yakin tak sedikit manusia yang akan siap sedia melakukan apapun untuk mendapatkan serta menggunakan kesempatan tersebut sebaik mungkin.

"Ada 3 hal yang tidak bisa kita rubah: masa lalu, kematian, dan rasa sakit.”

Yandy Laurens sukses mengembangkan makna “penerimaan” yang lebih dalam dengan mengkolaborasikan makna “Cinta sejati”. Selain itu, Yandy pintar dalam menyampaikan makna “takdir” yang sebenarnya.

Sinematografi yang memanjakan mata serta musik yang mengiringi kisah Sore, seolah semua elemen menyetujui semua suka dan duka perjuangan sepasang kekasih ini.

Menurut penulis, Yandy terbilang cukup berhasil mencuri atensi para penonton penggiat time travel, namun sayangnya masih banyak orang-orang yang tak memahami film Sore. Karena hal itu, banyak content creator dan content writer membantu menjabarkan time travel Sore berdasarkan teori-teori yang mereka ketahui.

Hal ini memunculkan banyak spekulasi dan teori baru yang masih hangat dibahas sampai sekarang. Seperti halnya, banyak penonton yang sulit mengartikan time loop yang terjadi dalam film ini yang pada akhirnya meninggakan kesan bosan bagi yang tidak paham. Karena itu, ada beberapa orang yang tak cukup menonton Sore hanya sekali, melainkan berkali-kali untuk mengerti lingkaran waktunya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

DA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.